Hobi Comot Kader Parpol Lain, PSI Dinilai Gagal Bangun Kader Sendiri

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Jum'at, 17 April 2026 | 10:50 WIB
Hobi Comot Kader Parpol Lain, PSI Dinilai Gagal Bangun Kader Sendiri
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep berjabat tangan dengan salah satu pengurus DPP PSI Periode 2025-2030 yang mengenakan topeng gajah usai upacara pelantikan yang berlangsung di Jakarta, Jumat (26/9/2025). (ANTARA)
baca 10 detik
  • Pengamat Jamiluddin Ritonga menilai strategi PSI merekrut kader partai lain mencerminkan kelemahan sistem kaderisasi internal partai tersebut.
  • Ketergantungan terhadap figur luar dianggap sebagai langkah pragmatis yang belum mampu meningkatkan elektabilitas PSI secara signifikan.
  • Tindakan merekrut kader luar berisiko mengaburkan identitas ideologis serta memicu gesekan internal antara kader baru dan lama.

Suara.com - Klaim elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut bakal ada kader dari partai lain yang segera bergabung dinilai tidak bisa semata dilihat sebagai keberhasilan politik.

Menurut pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, kebanggaan merekrut kader partai lain justru mengindikasikan persoalan di internal partai, terutama dalam hal kaderisasi.

“Ada kesan keberhasilan merebut kader partai lain dipandang sebagai kemenangan politik simbolis. Padahal menerima kader partai lain mengindikasikan lemahnya sistem kaderisasi internal partai dalam menciptakan pemimpin sendiri,” kata Jamiluddin kepada Suara.com, Jumat (17/4/2026).

Ia menilai, partai yang kuat semestinya mampu melahirkan pemimpin dari dalam, bukan bergantung pada figur dari luar.

Indikasi tersebut, lanjut dia, terlihat di tubuh PSI. Ia menyinggung posisi Ketua Umum Kaesang Pangarep yang dinilai masih membutuhkan dukungan signifikan dari Ketua Harian Ahmad Ali.

“Hal ini mengindikasikan ketidakmampuan Kaesang dalam memimpin PSI, termasuk dalam kaderisasi,” ujarnya.

Jamiluddin menegaskan, kekuatan partai idealnya dibangun melalui sistem kaderisasi internal yang solid, bukan dengan mengandalkan “bajakan” kader dari partai lain.

Karena itu, ia menilai langkah PSI lebih mencerminkan sikap pragmatis ketimbang kekuatan ideologis.

“Bangga menerima kader lain bukan karena daya tarik partainya, tapi hanya sebagai sikap pragmatis partai. Lebih mengutamakan kemenangan instan daripada ideologi,” kata dia.

baca juga

Meski demikian, Jamiluddin mengingatkan bahwa strategi tersebut belum tentu efektif. Ia menyoroti elektabilitas PSI yang masih berada di kisaran 1,2 persen.

“Ini artinya, konsolidasi bersama kader ‘bajakan’ belum juga bisa mendongkrak elektabilitas PSI,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan risiko jangka panjang dari langkah tersebut, yakni potensi kaburnya identitas partai atau ideologi aslinya karena terlalu banyak menampung kader partai lain yang datang dengan ideologi masing-masing.

Tak hanya itu, masuknya kader baru juga berpotensi memicu gesekan internal, terutama dengan kader lama yang merasa tersisih dalam perebutan posisi strategis.

Untuk itu, Jamiluddin mengingatkan agar PSI lebih selektif dalam menerima kader dari luar.

“Jangan sampai PSI hanya dipandang sebagai kendaraan politik untuk meraih posisi strategis semata, bukan sebagai wadah kaderisasi permanen,” katanya.

Ia pun mengingatkan potensi munculnya fenomena “kutu loncat” jika hal tersebut tidak diantisipasi sejak awal.

“Kalau itu terjadi, PSI bisa saja hanya dijadikan kendaraan politik pribadi. Tentu hal itu tidak diinginkan para pendiri PSI,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:12 WIB

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:39 WIB

Sebut Rencana Pramono Anung Ini 'Lucu', Kevin Wu PSI: Rakyat Bisa Antipati ke Partai Politik

Sebut Rencana Pramono Anung Ini 'Lucu', Kevin Wu PSI: Rakyat Bisa Antipati ke Partai Politik

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:01 WIB

PSI Usul Cara Lain Tambah PAD Jakarta, Tak Perlu Jual Nama Halte ke Parpol

PSI Usul Cara Lain Tambah PAD Jakarta, Tak Perlu Jual Nama Halte ke Parpol

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:41 WIB

Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!

Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:45 WIB

Pesan Gus Ali untuk Kaesang dan PSI: Dengarkan Masukan Masyarakat

Pesan Gus Ali untuk Kaesang dan PSI: Dengarkan Masukan Masyarakat

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 12:40 WIB

Elite PSI Kunjungi Ponpes Al Munawir, Ambil Jeda dan Ngecharge Batin

Elite PSI Kunjungi Ponpes Al Munawir, Ambil Jeda dan Ngecharge Batin

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 07:35 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×