Pesan Menyentuh Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru untuk Pelaku

Bangun Santoso

Selasa, 19 Maret 2019 | 13:29 WIB
Pesan Menyentuh Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru untuk Pelaku
Farid Ahmad, korban selamat insiden penembakan masjid di Selandia Baru, namun istrinya meninggal dunia dalam peristiwa berdarah itu. (Foto: AFP)

Suara.com - Seorang pengguna kursi roda yang selamat dari penembakan di masjid Selandia Baru, namun istrinya menjadi korban tewas, memberikan tanda damai kepada pelaku, dengan mengatakan ia ingin bertemu dengannya dan mengatakan, "Saya masih menyayangimu."

Sebanyak 50 orang tewas di dua masjid di Kota South Island pada Jumat pekan lalu, saat seorang pria teroris bersenjata menerobos masuk, lalu memberondong para korbannya dengan peluru saat mereka menjalankan ibadah salah Jumat kini dipenuhi duka cita dan kesedihan.

"Saya ingin menyampaikan pesan kepada orang yang telah melakukan ini, atau jika ia memiliki teman yang juga berpikir seperti ini: Saya masih menyayangimu," ungkap pria yang berusia 59 tahun, Farid Ahmed, saat diwawancarai dengan jurnalis Reuters di kediamannya, di tengah banyaknya pelayat yang datang untuk mengucapkan belasungkawa atas kepergian istrinya, Husna.

"Saya tidak sependapat dengan apa yang telah Anda perbuat. Anda mengambil keputusan yang salah, petunjuk yang keliru, tetapi saya ingin percaya pada Anda, bahwa Anda memiliki potensi kebaikan di dalam hati Anda," kata dia.

Warga asal Australia, Brenton Tarrant, tersangka supremasi kulit putih, pada Sabtu didakwa dengan pembunuhan, penembakan massal paling brutal dalam sejarah Selandia Baru. Pria yang berusia 28 tahun itu dijebloskan ke penjara tanpa pembelaan dan kembali menjalani sidang pada 5 April mendatang. Polisi berpendapat bahwa Tarrant mungkin menghadapi banyak tuduhan.

Ahmed, yang menggunakan kursi roda sehabis ditabrak mobil, berada di masjid An-Nur saat pelaku menerobos masuk. Ia salat di tempat yang tidak biasanya, di ruang utama, namun di ruang depan dengan seorang temannya.

"Pada saat itu saya menyadari dua hal. Pertama, itu jelas suara tembakan dan yang kedua ini hari terakhir saya," katanya. "Karena situasi saat itu, dengan kursi roda, tidak mungkin untuk keluar dari masjid."

Namun pelaku tidak masuk ke ruangan yang ia tempati dan Ahmed berhasil melarikan diri ke parkiran, tempat ia menyaksikan langsung pembantaian dari balik mobil, di sisi lain masjid tempat istrinya ditembak di luar.

"Para jemaah berteriak dan bergegas ke luar ... saat mereka datang, mereka panik, saya melihat banyak orang berlumuran darah, banyak juga yang tertatih-tatih," ungkapnya.

baca juga

Saat pelaku meninggalkan masjid untuk melanjutkan aksinya di masjid lain, Ahmed kembali masuk ke dalam masjid.

"Tidak dapat dipercaya," kata dia. "Sisi di sebelah kanan saya, tempat biasanya saya salat, banyak sekali mayat."

"Jemaah yang terluka berteriak." Ia menenangkan mereka sampai polisi datang, yang kemudian membawanya keluar dari masjid.

"Pada saat itu saya tidak tahu bahwa jasad istri saya berada di gerbang lain."

Sejak penembakan itu, kebingungan menjadi hal yang biasa, saat kota tersebut memahami skala tragedi itu.

Suara-suara lirih terdengar saat pekerja kantoran dan murid-murid sekolah datang untuk meletakkan bunga di dekat masjid dan tempat ibadah sementara di sepanjang kota.

Namun terdapat kemurahaan hari dan solidaritas, yang diteladani dari korban seperti Ahmed, yang berkhotbah di masjid dan menganjurkan agar orang bisa memaafkan.

"Jika saya diberikan kesempatan, Saya ingin bertemu dengan Anda," katanya tentang pria bersenjata itu. "Saya ingin memeluk Anda dan saya ingin memberitahu langsung kepadanya bahwa dari hati yang paling dalam, Saya tidak dendam kepada Anda, saya tidak pernah membenci Anda dan Saya tidak akan pernah membenci Anda," ucap Ahmed.

"Saya ingin memeluknya lalu mengatakan: Saya telah memaafkannya". Saya ingin menyampaikan kepadanya, Jika ia masih memiliki ibu, Saya juga ingin memeluknya dan mengatakan padanya bahwa saya akan memperlakukan dia persis seperti tante saya sendiri... Saya ingin menyampaikan pesan itu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MUI: Mengapa Orang Australia Bunuh Umat Islam yang Sedang Salat?

MUI: Mengapa Orang Australia Bunuh Umat Islam yang Sedang Salat?

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 11:38 WIB

1,2 Juta Orang Teken Petisi Pemecatan Senator Australia Salahkan Muslim

1,2 Juta Orang Teken Petisi Pemecatan Senator Australia Salahkan Muslim

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 08:15 WIB

FA Akan Beri Penghormatan untuk Para Korban Teror di Selandia Baru

FA Akan Beri Penghormatan untuk Para Korban Teror di Selandia Baru

Bola | Selasa, 19 Maret 2019 | 07:58 WIB

Putar Video Teror Masjid Selandia Baru dalam Kampanye, Erdogan Dicap Zalim

Putar Video Teror Masjid Selandia Baru dalam Kampanye, Erdogan Dicap Zalim

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 06:50 WIB

Terungkap, Ini Cara Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Dapatkan Senjata

Terungkap, Ini Cara Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Dapatkan Senjata

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 05:49 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×