Heran, 29,5 Persen Pemilih Belum Tahu Tanggal Nyoblos Pemilu 2019

Pebriansyah Ariefana | Novian Ardiansyah | Suara.com

Selasa, 19 Maret 2019 | 18:04 WIB
Heran, 29,5 Persen Pemilih Belum Tahu Tanggal Nyoblos Pemilu 2019
Surat suara tiba di Gudang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta.(Suara.com/Sri Handayani)

Suara.com - Sebanyak 29,5 persen pemilih belum tahu tanggal nyoblos Pemilu 2019. Itu berdasarkan survei Lembaga riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Sementara hanya 65,2 persen pemilih tahu tanggal nyoblos Pemilu 17 April 2019 mendatang. Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman mengatakan dari publik yang tahu pelaksanaan pilpres 2019, sebanyak 75,8 persen responden diantaranya bisa menjawab dengan benar pelaksanaan pilpres dan 24,2 persen responden tidak bisa menjawab dengan benar pelaksanaan pilpres pada 17 April 2019.

Survei LSi dilakukan pada 18-25 Februari 2019 di 34 provinsi melalui "face to face interview" menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,9 persen.

Ikrama mengatakan, data KPU menunjukkan bahwa dalam tiga kali pemilu terakhir, jumlah mereka yang tidak memilih (golput) sekitar 23 persen - 30 persen. Pada pemilu 2004 mereka yang golput sebesar 23,3 persen. Pada pemilu 2009, mereka yang golput sebesar 27,45 persen. Pada pemilu 2014, yang golput sebesar 30,42 persen.

Survei LSI Denny JA pada Februari 2019, menunjukan bahwa dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf sebesar 58,7 persen. Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi sebesar 30,9 persen. Sebesar 9,9 persen belum menentukan pilihan atau rahasia. Survei terbaru ini menunjukkan bahwa Jokowi-Maruf masih unggul telak atas Prabowo-Sandi dengan selisih elektabilitas sebesar 27,8 persen.

Ikra menjelaskan, sejak Agustus 2018, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tetap unggul dengan selisih di atas 20 persen dari Prabowo-Sandi. Namun keunggulan Jokowi-Ma'ruf ini masih di bawah angka golput, berkisar 23-30 persen. Survei terakhir (Februari 2019) menunjukkan selisih kedua capres melebar hingga 27,8 persen pun masih di bawah angka golput pilpres 2014 yang mencapai 30,42 persen.

Jika angka golput pilpres 2019, kurang lebih sama dengan golput pilpres terakhir yaitu 30,42 persen maka kedua capres akan mengalami kekurangan dukungan.

Dari sejumlah segmen pemilih, jika golput pada segmen pemilih minoritas tinggi, maka Jokowi-Ma'ruf dirugikan. Alasan utama golput pada segmen ini adalah tidak sedang berada di tempat. Riset kualitatif LSI Denny JA menunjukkan pertama karena libur panjang saat hari pencoblosan dan 19 April 2019 adalah tanggal merah Jumat Agung bagi umat Kristiani kemungkinan mereka tidak di tempat atau berlibur ke luar negeri.

Kedua, segmen pemilih wong cilik. Jika banyak pemilih wong cilik yang tidak datang ke TPS (golput), maka pasangan Jokowi-Ma'ruf yang dirugikan. Karena pemilih wong cilik adalah salah satu kantong suara Jokowi-Ma'ruf. Ketiga, segmen pemilih milenial. Jika mereka yang tidak datang ke TPS pada hari H banyak di segmen pemilih ini, maka pasangan Jokowi-Ma"ruf paling dirugikan.

Keempat, kantong pemilih emak-emak (perempuan). Jika golput banyak terjadi di segmen pemilih emak-emak, maka yang dirugikan adalah pasangan Jokowi-Ma'ruf. Karena di kantong pemilih ini, sejak awal pertarungan dimulai, merupakan kantong pemilih Jokowi-Ma'ruf. Masalah golput di pemilih ini karena tidak terinformasi dengan baik soal waktu pencoblosan, masalah administrasi, dan masalah apatisme politik.

Kelima, segmen pemilih terpelajar. Jika mereka yang tak datang ke TPS (golput) banyak terjadi di kantong pemilih terpelajar, maka pasangan Prabowo-Sandi akan sangat dirugikan. Karena kantong ini secara konsisten diungguli oleh pasangan Prabowo - Sandiaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LSI Denny JA: Golput di Pilpres 2019 Rugikan Jokowi - Ma'ruf

LSI Denny JA: Golput di Pilpres 2019 Rugikan Jokowi - Ma'ruf

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 17:16 WIB

Siti Nurbaya Minta Jajarannya Jaga Stabilitas Pemilu 2019

Siti Nurbaya Minta Jajarannya Jaga Stabilitas Pemilu 2019

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 16:20 WIB

Tuduh KPU Amburadul Kelola DPT Pemilu, BPN: Ini Menjurus kepada Kecurangan

Tuduh KPU Amburadul Kelola DPT Pemilu, BPN: Ini Menjurus kepada Kecurangan

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 14:08 WIB

Atas Nama Persahabatan, Politikus Golkar Ini Dukung Prabowo - Sandiaga

Atas Nama Persahabatan, Politikus Golkar Ini Dukung Prabowo - Sandiaga

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 12:52 WIB

Jelang Pemilu, Kinerja DPR Dipastikan Tak Surut Sama Sekali

Jelang Pemilu, Kinerja DPR Dipastikan Tak Surut Sama Sekali

DPR | Selasa, 19 Maret 2019 | 09:09 WIB

Terkini

Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral

Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:12 WIB

Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus

Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:07 WIB

PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya

PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:00 WIB

Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu

Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu

News | Kamis, 09 April 2026 | 20:37 WIB

Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta

Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:51 WIB

Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam

Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:50 WIB

Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari

Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:48 WIB

Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global

Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:45 WIB

Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol

Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:27 WIB

Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah

Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:27 WIB