Fadli Zon Minta Pemerintah Tegas Hadapi Kelompok Bersenjata di Papua

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir | Suara.com

Rabu, 20 Maret 2019 | 15:23 WIB
Fadli Zon Minta Pemerintah Tegas Hadapi Kelompok Bersenjata di Papua
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pemerintah Indonesia harus tegas menindak kelompok bersenjata yang telah menewaskan satu Anggota Brimob di Kabupaten Mugi, Nduga, Papua. Fadli menyarankan pemerintah mengubah pendekatan dalam menghadapi kelompok yang disebutnya sebagai kelompok separatis itu.

Fadli menerangkan, pendekatan terhadap kelompok separatis harus jelas. Sehingga, kata dia, pemerintah tidak menganggap kelompok separatis sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Pendekatan kita kepada gerakan separatis itu harus jelas. Jangan kemudian disebut kelompok bersenjata. Separatis ya separatis saja. Jadi kita ada tindakan yang tegas," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menuturkan, pemerintah juga harus segera melibatkan aparat TNI dalam menangani kelompok separatis tersebut. Sebab, kata Fadli, TNI lah yang memang memiliki keahlian dalam menangani kelompok tersebut.

"TNI ini kan ahli, memamg keahliannya di situ. Menurut saya jangan pake pendekatan kemamanan lagi kalau itu sudah mengancam integritas bangsa. Jadi koordinasi antar para penegak keamanan maupun penegak hukum itu harus jelas dan konkret," ungkapnya.

"Dan jangan diperlihara, kalau mau memadamkan api ya ketika kecil, jangan ditunggu apinya besar, sehingga akhirnya menimbulkan korban dan sebagainya," Fadli menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, satu anggota Brimob dilaporkan meninggal saat terjadi kontak senjata dengan kelompok bersenjata di Mugi, Kabupaten Nduga, Papua pada Rabu (20/3/2019) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.20 WIT saat anggota melakukan pengamanan bandar udara. Dari laporan, anggota yang meninggal tersebut tergabung dalam Satgas Newangkawi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Respons Survei Litbang Kompas, Fadli Zon: Petahana Tak Bisa Buktikan Janji

Respons Survei Litbang Kompas, Fadli Zon: Petahana Tak Bisa Buktikan Janji

News | Rabu, 20 Maret 2019 | 13:37 WIB

Aksi Heroik Anggota TNI Selamatkan Bayi dari Banjir Tuai Pujian Warganet

Aksi Heroik Anggota TNI Selamatkan Bayi dari Banjir Tuai Pujian Warganet

Tekno | Selasa, 19 Maret 2019 | 19:27 WIB

Update Banjir Bandang Sentani, 89 Orang Tewas, 74 Orang Hilang

Update Banjir Bandang Sentani, 89 Orang Tewas, 74 Orang Hilang

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 12:23 WIB

Apel Kebangsaan 18 M, Bantuan Sentani 1 M, IMF 1 T, Fadli: Rezim Sontoloyo

Apel Kebangsaan 18 M, Bantuan Sentani 1 M, IMF 1 T, Fadli: Rezim Sontoloyo

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 11:33 WIB

Terkini

Ade Armando Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari PSI: Ada yang Ingin Menghabisi Saya dan Partai

Ade Armando Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari PSI: Ada yang Ingin Menghabisi Saya dan Partai

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:34 WIB

Kapal Sipil Oman di Selat Hormuz Ditembak Kapal Perang Amerika Serikat, 5 Orang Tewas

Kapal Sipil Oman di Selat Hormuz Ditembak Kapal Perang Amerika Serikat, 5 Orang Tewas

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:34 WIB

Diperiksa Soal Kasus Pemerasan THR, Plt Bupati Cilacap Bersumpah: Demi Allah, Saya Nggak Tahu

Diperiksa Soal Kasus Pemerasan THR, Plt Bupati Cilacap Bersumpah: Demi Allah, Saya Nggak Tahu

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:30 WIB

Sampaikan Laporan Akhir ke Presiden, Komisi Reformasi Polri Serahkan Berkas Setebal 3.000 Halaman

Sampaikan Laporan Akhir ke Presiden, Komisi Reformasi Polri Serahkan Berkas Setebal 3.000 Halaman

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:28 WIB

Skandal Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Proaktif Lindungi Korban

Skandal Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Proaktif Lindungi Korban

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:27 WIB

Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global

Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:23 WIB

Jual Video Asusila via Telegram, Pasangan Muda di Kediri Ditangkap Polisi

Jual Video Asusila via Telegram, Pasangan Muda di Kediri Ditangkap Polisi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:21 WIB

Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI

Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:07 WIB

Okupansi Hotel Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis, Banyak Pembatalan

Okupansi Hotel Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis, Banyak Pembatalan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:57 WIB

KY Uji Kualitas Ratusan Calon Hakim Agung, Masyarakat Diajak 'Kuliti' Rekam Jejak Peserta

KY Uji Kualitas Ratusan Calon Hakim Agung, Masyarakat Diajak 'Kuliti' Rekam Jejak Peserta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:50 WIB