Balas Dendam, Geng Tiga Serangkai Serang Warung Jengkol Ditangkap Polisi

Dwi Bowo Raharjo | Yosea Arga Pramudita
Balas Dendam, Geng Tiga Serangkai Serang Warung Jengkol Ditangkap Polisi
Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya menangkap belasan pelaku tawuran yang melukai empat orang di Terminal Pulogadung, Jalan Swadaya, Cakung, Jakarta Timur. (Suara.com/Yosea Arga)

Korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam, bahkan ada korban yang pergelangan tangannya putus.

Suara.com - Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya menangkap belasan pelaku tawuran yang melukai empat orang di Terminal Pulogadung, Jalan Swadaya, Cakung, Jakarta Timur pada Minggu (17/3/2019) lalu. Korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam, bahkan ada korban yang pergelangan tangannya putus.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan para pelaku yang ditangkap berasal dari geng yang bernama tiga Serangkai. Mereka yang berjumlah 20 orang menyerang geng bernama 'Anak-Anak Warjenk' alias Warung Jengkol.

"Namanya 3 serangkai atau berasal dari 3 kampung. Yaitu Kayu Tinggi Cakung Timur, Pedurenan Cakung Timur, dan Rusun Rawa Jahe Jatinegara. Ada sekitar 20 anak menyerang geng Warjenk," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Rabu (20/3/2019).

Argo menerangkan, 13 orang yang ditangkap polisi yakni, pemuda berinisial KV (16), MRH (17), SSR (17), LN (18), MFD (24), DMS (19), FZ (21), AWL (20), BBG (21), LTF (20), FJR (18), DN (18), dan AVN (18).

Ia menuturkan, motif penyerangan yang dilakukan geng 3 Serangkai adalah dendam lama. Mereka sebelumnya terlibat bentrok dengan Anak-Anak Warjenk, namun kalah dalam pertempuran tersebut.

"Motifnya balasa dendam. Karena para tersangka ini sebelumnya diserang juga oleh kelompok Warjenk," jelasnya.

Para korban penyerangan pun langsung dilarikan menuju Rumah Sakit Persahabatan dan Rumah Sakit Colombia. Empat korban mengalami luka pada bagian pergelangan tangan hingga putus, luka bacok di bagian kepala sebelah kanan, luka bacok bagian punggung atas, dada, dan mulut.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah senjata tajam seperti celurit dan cocor bebek. Selain itu polisi menyita 12 ponsel genggam dan sejumlah kendaraan sepeda motor.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan atau Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS