Keluarga dari Padang akan Dampingi Zul hingga Pulih di Selandia Baru

Bangun Santoso

Sabtu, 23 Maret 2019 | 10:29 WIB
Keluarga dari Padang akan Dampingi Zul hingga Pulih di Selandia Baru
Zulfirman Syah, korban penembakan masjid di Selandia Baru. (Foto: Ist / Covesia)

Suara.com - Keluarga Zulfirman Syah, WNI yang terluka akibat aksi penembakan masjid di Selandia Baru, berkunjung ke negara tersebut untuk mendampinginya hingga pulih.

Empat orang keluarga Zulfirman dengan dikawal tiga orang dari organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) diperkirakan tiba di Kota Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (23/3/2019) hari ini.

"Pihak keluarga akan berada di Christchurch untuk beberapa lama guna mendampingi Pak Zul sampai pulih. Sedangkan dari pihak ACT, di samping membesuk Pak Zul, mereka juga akan melakukan kunjungan ke beberapa pihak dari pemerintah," kata Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya seperti dikutip Antara, Sabtu.

Tantowi menjelaskan, keberangkatan keluarga Zulfirman ke Selandia Baru difasilitasi oleh ACT yang bergerak atas nama kemanusiaan.

Sementara pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta membantu mempercepat proses penyiapan dokumen perjalanan dan visa.

"Kami selaku perwakilan pemerintah senantiasa siap memberikan bantuan dalam batas-batas kemampuan kami," ujar Tantowi.

Hingga kini, Zulfirman dan putranya yang ikut menjadi korban dalam serangan teror di dua masjid di Kota Christchurch, 15 Maret lalu, masih dirawat di Christchurch Public Hospital.

Zulfirman yang bekerja sebagai seniman dan putranya yang baru berusia dua tahun ditembak saat sedang melaksanakan salat Jumat di Masjid Linwood, salah satu target serangan selain Masjid Al Noor.

Selain Zulfirman, seorang WNI bernama Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid (58) diketahui meninggal dunia akibat insiden berdarah tersebut.

baca juga

Jumat (22/3) lalu menandai hari berkabung nasional untuk para korban serangan teror Selandia Baru, di mana ribuan warga berkumpul di Hagley Park, dekat Masjid Al Noor.

Selandia Baru menyiarkan suara azan, diikuti dengan dua-menit hening, dalam upacara memperingati sepekan sejak serangan Christchurch yang mengakibatkan 50 korban tewas dan puluhan orang lainnya terluka.

Dalam pidato yang ditujukan bagi komunitas Muslim dalam acara peringatan tersebut, Perdana Menteri Jacinda Ardern menyatakan "Selandia Baru berduka bersama Anda, kita adalah satu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selandia Baru Hening saat Azan Salat Jumat Pertama Usai Teror Berkumandang

Selandia Baru Hening saat Azan Salat Jumat Pertama Usai Teror Berkumandang

News | Jum'at, 22 Maret 2019 | 14:51 WIB

Nurhayati Ali Assegaf Kutuk Aksi Terorisme di Selandia Baru

Nurhayati Ali Assegaf Kutuk Aksi Terorisme di Selandia Baru

DPR | Jum'at, 22 Maret 2019 | 09:44 WIB

Selandia Baru Larang Jenis Senjata Otomatis

Selandia Baru Larang Jenis Senjata Otomatis

News | Jum'at, 22 Maret 2019 | 05:53 WIB

Video Teroris Selandia Baru, Facebook: Kecerdasan Buatan Kalah Pintar

Video Teroris Selandia Baru, Facebook: Kecerdasan Buatan Kalah Pintar

Tekno | Kamis, 21 Maret 2019 | 21:25 WIB

Viral Ratusan Mahasiswa di Selandia Baru Berkumpul Dengarkan Azan

Viral Ratusan Mahasiswa di Selandia Baru Berkumpul Dengarkan Azan

News | Jum'at, 22 Maret 2019 | 06:10 WIB

Terkini

Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR

Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:17 WIB

KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum

KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:11 WIB

Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan

Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:08 WIB

Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?

Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:07 WIB

Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar

Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:50 WIB

Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU

Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:34 WIB

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:29 WIB

Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat

Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:14 WIB

Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi

Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:07 WIB

ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan

ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:05 WIB