KPU Minta MK Cepat Putuskan Uji Materi Quick Count

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 27 Maret 2019 | 19:19 WIB
KPU Minta MK Cepat Putuskan Uji Materi Quick Count
Saputra (kiri) menunjukkan berkas Caleg berstatus terpidana korupsi saat mengumumkan data terbaru nama calon legislatif (caleg) dengan status mantan terpidana korupsi yang berpartisipasi pada Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (19/2). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mempercepat putusan terkait uji materi atau judicial review terkait pasal dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu terkait hitung cepat di Pemilu 2019.

KPU hingga hari ini masih mengacu pada aturan yang ada dalam UU Pemilu sehingga ketika ada gugatan terkait hitung cepat maka lebih baik sebelum waktu pemungutan suara pada 17 April 2019.

"Kami meminta prioritas sidangnya termasuk empat pasal yang dimintakan 'judicial review' karena tidak bisa dieksekusi kalau melampaui waktunya," kata Ketua KPU RI Arif Budiman dalam diskusi bertajuk 'Menggugat Pasal Quick Count UU Pemilu' di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Selain itu menurut dia, terkait pasal mengenai dilakukan uji materi terkait larangan hasil survei yang dirilis pada masa tenang, maka MK seharusnya mengeluarkan putusan sebelum masa tenang pada 14-16 April 2019.

"Kalau didalilkan seperti Putusan MK sebelumnya, itu di Pemilu Legislatif namun saat ini adalah Pileg dan Pemilu Presiden," ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan institusinya menunggu putusan uji materi MK terkait pasal yang digugat. Menurut dia, Bawaslu melalui Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) akan menegakkan aturan hasil dari uji materi tersebut.

"Bawaslu menunggu putusan MK dalam rangka menegakkan aturan UU untuk penegakan hukum dan kami harapkan cepat diputuskan," ujarnya.

Dia menilai pola putusan MK kemungkinan mengulang namun bisa saja berubah tergantung dinamika yang terjadi.

Sebelumnya, Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI) mengajukan permohonan uji materi Pasal 449 Ayat (2), Ayat (5), dan Ayat (6); Pasal 509; dan Pasal 540 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

baca juga

Gugatan tersebut khususnya menyangkut larangan hasil survei yang dirilis pada masa tenang dan waktu penayangan hitung cepat atau quick count. AROPI menilai dilarangnya penayangan hasil survei dan hitung cepat dua jam setelah Tempat Pemungutan Suara (TPS) Waktu Indonesia Barat (WIB) tutup, dinilai merugikan publik. Hal itu karena mereka tidak bisa mendapatkan informasi prediksi hasil pemilu secara cepat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPU Minta Panelis dan Moderator Debat Keempat Patuhi Pakta Integritas

KPU Minta Panelis dan Moderator Debat Keempat Patuhi Pakta Integritas

News | Rabu, 27 Maret 2019 | 17:54 WIB

Bawaslu Laporkan 127 Akun Media Sosial Penyebar Hoaks ke Kominfo

Bawaslu Laporkan 127 Akun Media Sosial Penyebar Hoaks ke Kominfo

Tekno | Rabu, 27 Maret 2019 | 17:16 WIB

KPU ke Amien Rais: Rekapitulasi Suara Sejak Pemilu 2014 Dilakukan di KPU

KPU ke Amien Rais: Rekapitulasi Suara Sejak Pemilu 2014 Dilakukan di KPU

News | Rabu, 27 Maret 2019 | 17:00 WIB

Google Beri Perlindungan Khusus untuk Situs Penting Jelang Pilpres 2019

Google Beri Perlindungan Khusus untuk Situs Penting Jelang Pilpres 2019

Tekno | Rabu, 27 Maret 2019 | 16:57 WIB

KPU Senang MUI Mau Fatwa Haram Golput di Pemilu 2019

KPU Senang MUI Mau Fatwa Haram Golput di Pemilu 2019

News | Rabu, 27 Maret 2019 | 14:44 WIB

Terkini

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga: 481 Siswa Mengeluh Sakit

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga: 481 Siswa Mengeluh Sakit

Jabar | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:08 WIB

Jangan Asal Posting! Ini Risiko Jejak Digital yang Mengintai Kreator Muda

Jangan Asal Posting! Ini Risiko Jejak Digital yang Mengintai Kreator Muda

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Perjamuan Arwah: Ketika Keinginan Manusia Menuntut Harga yang Mengerikan

Perjamuan Arwah: Ketika Keinginan Manusia Menuntut Harga yang Mengerikan

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Bedanya Krim Malam Viva Queen White Advance dan Viva Queen Pro Age, Mana yang Cocok untukmu?

Bedanya Krim Malam Viva Queen White Advance dan Viva Queen Pro Age, Mana yang Cocok untukmu?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Musik Timur Resmi Bikin Sejarah Baru di AMI Awards 2026

Musik Timur Resmi Bikin Sejarah Baru di AMI Awards 2026

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:57 WIB

Diperiksa KPK, Sestama BNPB Dicecar soal Status Adik Suharyanto hingga Alur Pengadaan

Diperiksa KPK, Sestama BNPB Dicecar soal Status Adik Suharyanto hingga Alur Pengadaan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:57 WIB

Kasatgas Tito Kebut Pemulihan Pascabencana Sumatera, Targetkan Realisasi Kegiatan 2026 Tuntas

Kasatgas Tito Kebut Pemulihan Pascabencana Sumatera, Targetkan Realisasi Kegiatan 2026 Tuntas

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Bongkar Pabrik Sabu Berkedok Bengkel di Aceh, Polisi Tetapkan 10 Tersangka Termasuk 2 WNA China

Bongkar Pabrik Sabu Berkedok Bengkel di Aceh, Polisi Tetapkan 10 Tersangka Termasuk 2 WNA China

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:53 WIB

Manchester United Belum Pecat Michael Carrick, Partai Lawan Chelsea Jadi Penentu?

Manchester United Belum Pecat Michael Carrick, Partai Lawan Chelsea Jadi Penentu?

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:53 WIB

Bedak Padat Sariayu Punya Kandungan SPF Berapa? Ini Spesifikasi, Manfaat, dan Harganya

Bedak Padat Sariayu Punya Kandungan SPF Berapa? Ini Spesifikasi, Manfaat, dan Harganya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:51 WIB

×