Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan di Kementerian, BPN: Segera Usut!

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 28 Maret 2019 | 13:27 WIB
Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan di Kementerian, BPN: Segera Usut!
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Fadli Zon merespon pernyataan dari Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi yang menyebut ada 13 kementerian dan lembaga yang diduga mempraktekan jual beli jabatan. Menurutnya harus ada pengusutan terkait adanya dugaan tersebut.

Fadli mengatakan, apabila indikasi praktik jual beli jabatan mulai muncul satu per satu, lebih baik segera dilakukan penyelidikan. Hal itu diungkapkan Fadli Zon melihat kasus praktik jual beli jabatan di Kementerian Agama yang baru saja terjadi.

"Berkaca dari apa yang terjadi di Kementerian Agama dan kalau ini kemudian terjadi juga di kementerian-kementerian lain, saya kira ini perlu ada pengusutan karena kalau ada jual beli jabatan," ujar Fadli di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Kamis (28/3/2019).

Ia memahami jika praktik jual beli jabatan di lingkungan kementerian tersebut untuk memuluskan pihak-pihak yang tidak memiliki kompetisi agar bisa duduk di jabatan yang strategis. Menurutnya hal itu sangat membahayakan posisi kementerian itu sendiri.

"Mereka bisa duduk di jabatan yang penting mengambil keputusan, ini menurut saya akan membahayakan di kementerian tersebut," kata dia.

Membahayakan kementerian yang dimaksud Fadli adalah berpengaruh pada kinerja kementerian. Ia menganggap jika praktik jual beli jabatan terus dilakukan di lingkungan kementerian, nantinya pelayanan kepada masyarakat akan terus berkurang hingga pengadaan proyek-proyek fiktif yang dilakukan oleh pelaku pembeli jabatan itu akan menjamur.

"Sehingga pelayanan terhadap masyarakat akan berkurang, dan saya kira itu dijadikan tempat untuk mencari juga proyek dan sebagainya karena dia membeli jabatan itu," pungkasnya.

Untuk diketahui, Ketua KASN Sofian Effendi menyebut ada 13 kementerian dan lembaga masuk dalam pemeriksaan KPK terkait dugaan praktik jual beli jabatan. Pernyatan tersebut disampaikan Sofian dalam diskusi media bertajuk Teguh Membangun Pemerintahan yang Bersih dan Modern.

Sofian menerangkan, ia pernah ditanya Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal adanya dugaan praktik jual beli jabatan. Kepada Jokowi, Sofian mengatakan lebih dari separuh kementerian ada dugaan jual beli jabatan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahfud MD Bantah Laporkan Rommy ke KPK Terkait Kasus Jual Beli Jabatan

Mahfud MD Bantah Laporkan Rommy ke KPK Terkait Kasus Jual Beli Jabatan

News | Rabu, 27 Maret 2019 | 18:55 WIB

Jual Beli Jabatan Masih Terjadi di Kementerian yang Dipimpin Kader Parpol

Jual Beli Jabatan Masih Terjadi di Kementerian yang Dipimpin Kader Parpol

News | Rabu, 27 Maret 2019 | 18:40 WIB

Dahnil dan Fadli Zon Disebut di Sidang Hoaks Ratna, Ini Kata Polisi

Dahnil dan Fadli Zon Disebut di Sidang Hoaks Ratna, Ini Kata Polisi

News | Rabu, 27 Maret 2019 | 15:09 WIB

Survei Charta Politika Unggulkan Jokowi - Maruf, Fadli Zon Susah Percaya

Survei Charta Politika Unggulkan Jokowi - Maruf, Fadli Zon Susah Percaya

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 18:17 WIB

Klaim Prabowo - Sandiaga Unggul, Fadli Zon Berharap Tak Ada Kecurangan

Klaim Prabowo - Sandiaga Unggul, Fadli Zon Berharap Tak Ada Kecurangan

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 17:28 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×