Sentil Trans Papua, Mardani Ali Sera: Cuma Jadi Jalanan Hantu

Rendy Adrikni Sadikin, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 28 Maret 2019 | 13:50 WIB
Sentil Trans Papua, Mardani Ali Sera: Cuma Jadi Jalanan Hantu
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera. (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyindir pembangunan jalan Trans Papua yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Mardani Ali Sera, pembangunan jalan tanpa diikuti pembangunan industri hanya menjadikannya jalan hantu atau ghost toll.

Hal itu disampaikan oleh Mardani dalam acara Mata Najwa bertajuk ‘Adu Kuat Kampanye’ pada Kamis (27/3/2019).

Mardani mengatakan, Jokowi tidak memiliki fokus pembangunan untuk memajukan Papua, hanya sebatas membangun jalan saja tanpa ada rencana pembangunan yang pasti.

Mana blue printnya, mana niatnya untuk mengembangkan Papua, mana desain globalnya. Kalau cuma jalanan nanti cuma jadi ghost toll, jalanan hantu karena tidak ada industrinya,” kata Mardani seperti dikutip Suara.com, Jumat (28/3/2019).

Mardani menilai, pembangunan jalan Trans Papua tidak menyelesaikan masalah. Ia mengibaratkan pad agenting rumah bocor yang membasahi sofa, pembangunan jalan hanya menggeser sofa dari tempat bocor namun tidak menyelesaikan masalah kebocoran yang terjadi.

Kalau saya kasihan dengan Pak Jokowi. Ini bab kapasitas. Jadi atapnya bocor kena sofa, sofanya digeser menganggap sofanya sudah tidak basah padahal atapnya tetap bocor,” tutur Mardani.

Mardani pun menjelaskan, bila memang ingin membangun Papua, Jokowi seharusnya menyiapkan rencana secara jelas. Mulai dari menarik perusahaan besar ke Papua hingga mengadakan transmigrasi, namun itu tidak dilakukan oleh Jokowi.

Tapi kalau kita cinta sama Papua, Papua yang sebesar ini kita bisa kembangkan provinsinya menjadi 4 sampai 6 kemudian kita arahkan industri-industri besar kita di sana, kita buat transmigrasi,” ungkap Mardani.

baca juga

Ketika dia pembangunan yang tidak pencitraan maka bukan cuma 1 ruas jalan tapi keseluruhan sistemik. Itu yang tidak dilakukan karena itu, ini memang bab kapasitas gitu loh,” imbuh Mardani.

Pernyataan Mardani ini pun langsung disanggah oleh politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu. “Kadang kala memang kebencian yang berlebihan membuat kita buta,” ungkap Adian.

Mendengar hal itu, Mardani pun langsung membantah. Mardani bersikeras bahwa hal ini berkaitan dengan kapasitas.

"Bukan benci, ini bab kapasitas. Kalau benci bukan bab kapasitas," pungkas Mardani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Kartu Sakti Jokowi, Mardani Ali Sera: Kartu Prakerja Bullshit

Soal Kartu Sakti Jokowi, Mardani Ali Sera: Kartu Prakerja Bullshit

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 12:44 WIB

Rocky Gerung: Jokowi Pembuat Hoaks Terbaik dan Terbanyak, Kena UU Terorisme

Rocky Gerung: Jokowi Pembuat Hoaks Terbaik dan Terbanyak, Kena UU Terorisme

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 07:20 WIB

Jokowi Janji Cepat Bangun Jalur Kereta di Kalimantan Selatan

Jokowi Janji Cepat Bangun Jalur Kereta di Kalimantan Selatan

Bisnis | Rabu, 27 Maret 2019 | 17:47 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Kalbar | Kamis, 03 September 2026 | 22:30 WIB

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:20 WIB

Masih Ada BPR yang Bakal Ditutup, Bagaimana Nasib Tabungan Nasabah?

Masih Ada BPR yang Bakal Ditutup, Bagaimana Nasib Tabungan Nasabah?

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:15 WIB

'Alasannya Mengada-ada!' Sudaryono Batalkan Proyek LED Rp535 M BGN Era Dadan Cs

'Alasannya Mengada-ada!' Sudaryono Batalkan Proyek LED Rp535 M BGN Era Dadan Cs

News | Kamis, 03 September 2026 | 22:02 WIB

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Video | Kamis, 03 September 2026 | 21:55 WIB

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Laos Malam Ini: Garuda Muda Unggul 2-0 Babak I

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Laos Malam Ini: Garuda Muda Unggul 2-0 Babak I

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 21:53 WIB

×