Isi Kuliah Umum di Malang, Menristekdikti Sebar Kampanye Hitam?

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Kamis, 28 Maret 2019 | 17:21 WIB
Isi Kuliah Umum di Malang, Menristekdikti Sebar Kampanye Hitam?
Menristek Dikti Muhammad Nasir. (Suara.com/Adam Iyasa)

Suara.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir diduga telah menyebarkan kampanye hitam kepada para mahasiswa saat mengisi kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Nasir disebut-sebut telah mengampanyekan Jokowi di kampus dan membanding-bandingkan dengan masa pemerintahan presiden sebelumnya: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Beredar, sebuah video yang menunjukkan Nasir sedang memberikan kuliah umum mengenai Kebijakan Kementerian Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. video itu diunggah oleh akun Twitter @opposite6891.

Kunjungan Menristekdikti ke UniBraw diisi kuliah iumum. Ada yang aneh saat slide show, ada QR code yang terhubung ke website hebatdiki.com/index.html. Isinya kampanye dan kampanye hitam serta hate speech,” tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, Kamis (28/3/2019).

Menristekdikti M Nasir diduga sebar kampanye hitam (Twitter)
Menristekdikti M Nasir diduga sebar kampanye hitam (Twitter)

Dalam video itu, tampak Nasir sedang memberikan kuliah umum. Usai memberikan materi, Nasir menampilkan QR code atau kode untuk dipindai.

Saat QR code itu diipindai, disebutkan akan muncul website hebatdiki.com/index.html yang berisi kampanye pencapaian program capres nomor urut 01 Jokowi. Tak hanya itu, muncul pula kata-kata ujaran kebencian dalam situs tersebut.

Dalam kesempatan itu juga ditampilkan slide. Ada satu slide show yang agak janggal QR code! Mahasiswa diminta untuk scan QR code,” demikian tulisan dalam video berdurasi singkat itu.

Saat Suara.com mencoba membuka QR code itu tidak bisa lantaran gambar QR code yang tidak jelas. Namun, saat Suara.com mencoba link website yang tertera, muncul laman situs berisi kampanye pencapaian Jokowi.

Beberapa program Jokowi seperti peresmian Bendungan Tanju di Dompu, Nusa Tenggara Barat muncul di laman situs. Ada pula beberapa foto yang menunjukkan perbandingan antara pencapaian yang diraih Jokowi dengan pemerintahan SBY.

Meski demikian, dalam laman situs itu tidak tertulis siapa yang membuat situs itu. Hingga berita ini disusun Suara.com masih mencoba mengkonfirmasi kebenaran QR code yang tertera di slide milik Nasir saat mengisi kuliah umum di Malang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekaman Iriana Jokowi Jatuh Terjengkang saat Layani Selfie Pendukung

Rekaman Iriana Jokowi Jatuh Terjengkang saat Layani Selfie Pendukung

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 15:49 WIB

Pendukung Prabowo Juga Akan Pakai Baju Putih ke TPS Seperti Seruan Jokowi

Pendukung Prabowo Juga Akan Pakai Baju Putih ke TPS Seperti Seruan Jokowi

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 15:45 WIB

Serba Putih, Jokowi Kampanye di Mamuju Sulawesi Barat

Serba Putih, Jokowi Kampanye di Mamuju Sulawesi Barat

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 14:04 WIB

Terkini

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:19 WIB

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:07 WIB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:55 WIB

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:51 WIB

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:40 WIB