Tim Jokowi: Prabowo Kudet alias Kurang Update

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 02 April 2019 | 07:40 WIB
Tim Jokowi: Prabowo Kudet alias Kurang Update
Mukhamad Misbakhun. (Antara)

Suara.com - Influencer Tim Kampanye Nasional atau TKN Jokowi - Maruf Amin, Mukhamad Misbakhun menilai Calon Presiden Prabowo Subianto kudet atau kurang update. Ini terkait konsep Prabowo Subianto dalam peningkatan kualitas pelayanan publik yang dinyatakan dalam Debat Keempat antar capres Sabtu pekan lalu.

Menurut Misbakhun, banyak negara saat ini telah menerapkan pelayanan publik dengan berbasis pada e-government. Prinsipnya, kata dia, adalah tata kelola untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan good governance.

"Namun, Pak Prabowo masih menawarkan pelayanan publik dengan teknologi lama," katanya.

"Pak Prabowo masih kurang melek teknologi alias kudet (kurang update), sehingga tidak memiliki gagasan pelayanan publik melalui e-government. Padahal, saat ini teknologi informasi berkembang pesat," lanjut Misbakhun dalam pernyataan tertulisnya.

Mantan pegawai negeri sipil di Kementerian Keuangan itu juga membandingkan visi Prabowo dengan Joko Widodo yang menawarkan konsep Dilan, yakni istilah dari publik yang berbasis e-government, atau digital dan melayani.

Anggota Komisi XI DPR RI ini menuturkan, di era Presiden Joko Widodo, pemerintah meluncurkan pelayanan online single submission (OSS) atau sistem perizinan terpadu yang dapat dimanfaatkan, baik oleh investor kelas kakap, perusahaan kelas menengah, maupun perorangan untuk UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah).

Misbakhun menambahkan, pada pemerintahan Presiden Jokowi juga terus mendorong penerapan e-budgeting, e-katalog, dan e-procurement.

"Inilah perwujudan 'dilan' dalam pelayanan publik yang selama pemerintahan Presiden Jokowi sudah dirintis dan berjalan,” tutur Misbakhun.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, kini proses rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) pun dilakukan melalui online. Badan Kepegawaian Negara (BKN), kata dia, kini menerapkan Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) yang menutup celah penyimpangan dalam rekrutmen calon amtenar.

baca juga

"Ini semua dilakukan guna meningkatkan kualitas ASN, meningkatkan kualitas birokrat, serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak bangsa untuk bisa menjadi abdi negara, sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki berdasarkan hasil tes, minat, dan bakat,” tuturnya.

Misbakhun juga melihat beberapa daerah sudah menerapkan e-budgeting secara baik, dan bahkan penarapan teknologi informasi dalam menunjang pelayanan publik sudah menjangkau desa. Misalnya, aplikasi sistem keuangan desa (Siskeudes) versi 2.0.

Caleg DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur II ini meyakini, digitalisasi layanan pemerintahan juga akan mencegah praktik korupsi.

"Dengan teknologi informasi maka pertemuan tatap muka yang membuka celah transaksi korupsi bisa diminimalkan," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selasa Besok, Prabowo Kampanye di Padang

Selasa Besok, Prabowo Kampanye di Padang

News | Senin, 01 April 2019 | 16:21 WIB

Hashim: PAN Dapat Jatah 7 Kursi Menteri, PKS Dapat 6 Kursi, Demokrat Belum

Hashim: PAN Dapat Jatah 7 Kursi Menteri, PKS Dapat 6 Kursi, Demokrat Belum

News | Senin, 01 April 2019 | 14:35 WIB

Prabowo Sebut Lebih TNI dari Banyak TNI, PSI Temukan Fakta Ini

Prabowo Sebut Lebih TNI dari Banyak TNI, PSI Temukan Fakta Ini

News | Senin, 01 April 2019 | 14:59 WIB

Prabowo: Kapan Lagi Putra Purwokerto Masuk Istana

Prabowo: Kapan Lagi Putra Purwokerto Masuk Istana

News | Senin, 01 April 2019 | 13:41 WIB

Diduga Langgar Kampanye, Penceramah Salawat Isra Mi'raj Ajak Dukung Prabowo

Diduga Langgar Kampanye, Penceramah Salawat Isra Mi'raj Ajak Dukung Prabowo

News | Senin, 01 April 2019 | 13:18 WIB

Terkini

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:17 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:15 WIB

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 12:12 WIB

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:10 WIB

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:09 WIB

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:06 WIB

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

×