Pengeroyok Keji Audrey Bisa Didorong Konten Kekerasan di Media Sosial

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 10 April 2019 | 13:52 WIB
Pengeroyok Keji Audrey Bisa Didorong Konten Kekerasan di Media Sosial
Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman, Edi Santoso. (Antara)

Suara.com - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman, Edi Santoso menduga kelakuan pengeroyokan keji Audrey disebabkan hasil mencontoh konten kekerasan di media sosial. Belasan murid SMA keroyok Audrey sampai kelaminnya rusak.

Edi Santoso mengatakan terpaan media sosial bisa memengaruhi sikap atau perilaku sosial seseorang termasuk perilaku bullying.

"Memang, dari berbagai studi, ada kaitan erat antara budaya dan media pada era modern ini, termasuk juga media sosial," katanya di Purwokerto, Rabu (10/4/2019).

Edi Santoso yang merupakan dosen Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman tersebut mengatakan pada era riset komunikasi massa, ditemukan fakta kaitan antara terpaan media dan sikap atau perilaku sosial.

"Dan kalau kita bicara generasi milenial, media yang lekat dengan kehidupan mereka adalah media sosial. Ada peningkatan tindak kekerasan ini di kalangan milenial. Seperti tawuran, siswa lawan guru, bullying, dan lain sebagainya," katanya.

Dari perspektif psikologi, kata dia, anak-anak usia SMA merupakan transisi menuju fase dewasa, di mana rujukan perilaku mereka adalah teman atau "peer group" dan bukan lagi orang tua.

"Beragam aksi bullying sangat mungkin menginspirasi atau memunculkan efek imitasi atau peniruan bagi yang lain," katanya.

Kendati demikian, kata dia, ada yang lebih mendasar jika berbicara mengenai media sosial.

"Bukan semata efek imitasi, tapi medsos itu sendiri telah membentuk habitus tersendiri. Teknologi digital misalnya, dianggap telah menciptakan mental atau cara berpikir zig-zag, nonlinier," katanya.

baca juga

Dia menambahkan, dalam perilaku, mental seperti itu terekspresi dalam keberanian bertindak, dan memikirkan risiko belakangan.

"Digitalisasi juga memunculkan mental serba instan, 'tergesa-gesa'. Itu terekspresikan dalam kecenderungan sikap reaktif, terburu-buru, impulsif," katanya.

Selain itu, kata dia, interaksi secara virtual juga berpotensi mereduksi nilai-nilai sosial.

"Budaya guyub, hangat, tergantikan oleh praktik interaksi yang miskin emosi. Nilai-nilai empati tergerus oleh ilusi eksistensi. Di situlah, kita melihat kasus Audrey terjadi, konflik terbangun dalam interaksi melalui medsos. Sementara kita tahu, banyak pesan yang tereduksi dalam komunikasi via medsos. Aspek-aspek nonverbal, makin menghilang, meskipun ada emoticon," katanya.

Dengan demikian, potensi orang menjadi salah paham lebih besar, ketika aspek nonverbal tidak hadir.

"Misalkan, orang bercanda bisa dianggap serius atau sebaliknya," katanya.

Di juga mengatakan bahwa aksi keroyokan hanya salah satu ekspresi perilaku agresi.

"Dan kecenderungan agresi bisa dipicu oleh banyak hal, termasuk juga oleh game online yang banyak berisi konten kekerasan. Intinya, sangat mungkin perilaku seperti itu dipengaruhi oleh media yang mereka pakai sehari-hari," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dianiaya Guru karena Motor Baru, Fuad: Keponakan Diperlakukan Bak Binatang

Dianiaya Guru karena Motor Baru, Fuad: Keponakan Diperlakukan Bak Binatang

Jabar | Rabu, 10 April 2019 | 13:50 WIB

Uya Kuya Minta Pengeroyok Audrey Dihukum Berat

Uya Kuya Minta Pengeroyok Audrey Dihukum Berat

Entertainment | Rabu, 10 April 2019 | 13:43 WIB

Gubernur Kalbar Murka: 12 Siswi SMA Pengeroyok Audrey Harus Dihukum

Gubernur Kalbar Murka: 12 Siswi SMA Pengeroyok Audrey Harus Dihukum

News | Rabu, 10 April 2019 | 13:39 WIB

Psikolog Duga Anak SMA Perusak Kelamin Audrey Meniru Kelakuan Orangtua

Psikolog Duga Anak SMA Perusak Kelamin Audrey Meniru Kelakuan Orangtua

News | Rabu, 10 April 2019 | 13:35 WIB

2,7 Juta Orang Teken Petisi Tuntut Polisi Adili Pelaku Penganiayaan Audrey

2,7 Juta Orang Teken Petisi Tuntut Polisi Adili Pelaku Penganiayaan Audrey

News | Rabu, 10 April 2019 | 13:16 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×