Berhari-hari Didesak Demonstran, Presiden Sudan Mengundurkan Diri

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 11 April 2019 | 16:17 WIB
Berhari-hari Didesak Demonstran, Presiden Sudan Mengundurkan Diri
Presiden Sudan Omar al-Bashir. (AFP)

Suara.com - Militer Sudan mengklaim bahwa Presiden Omar al-Bashir telah mengundurkan diri pada Kamis, setelah protes terus-menerus menuntut pengunduran dirinya, lansir media lokal.

Bashir saat ini berada dalam tahanan rumah dan para pengawalnya telah ditahan.

Sementara itu, intelijen militer Sudan mengumpulkan lebih dari 100 anggota eksekutif Partai Kongres Nasional yang berkuasa, demikian laporan kantor berita Anadolu, Kamis (11/4/2019).

Mereka yang ditangkap di antaranya mantan menteri pertahanan Abdel Rahim Mohammed Hussein, mantan wakil presiden Ali Osman Taha dan kepala partai yang berkuasa Ahmed Haroun.

Pasukan Sudan juga dikerahkan di sekitar stasiun televisi milik pemerintah dan beberapa tentara memasuki gedung itu, yang berlokasi di Omdurman, kota terbesar kedua di negara tersebut.

Penerbangan di Bandara Internasional Khartoum Sudan juga dihentikan, sementara hanya pendaratan yang diizinkan.

Sebelumnya, TV pemerintah Sudan mengumumkan bahwa tentara akan segera membuat pengumuman penting.

Ratusan demonstran Sudan pada Rabu mengadakan aksi protes hari kelima di luar markas tentara di Khartoum menuntut Presiden Omar al-Bashir untuk mundur.

Sejak Sabtu, sedikitnya 22 orang tewas dalam bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan, yang telah berulang kali mencoba membubarkan aksi protes dengan kekerasan, menurut Komite Pusat Dokter Sudan.

Namun, polisi mengklaim bahwa hanya satu pengunjuk rasa yang terbunuh.

Sudan telah diguncang gelombang protes selama dua bulan terakhir, di mana demonstran mengecam Presiden Omar al-Bashir yang gagal menangani krisis ekonomi di negara itu.

Sebelumnya, upaya pasukan keamanan untuk membubarkan demonstran gagal.

Kemarahan publik terhadap kenaikan harga roti dan kurangnya persediaan uang tunai memicu aksi protes sejak Desember lalu. Namun aksi tersebut berubah menjadi aksi protes terhadap pemerintahan al-Bashir.

Al-Bashir mengakui bahwa demonstran memiliki tuntutan yang sah, namun ia juga mengatakan bahwa cara untuk menyelesaikan tuntutan tersebut adalah melalui jalan damai dan pemungutan suara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tuntut Presiden Mundur, 20 Demonstran Sudan Dilaporkan Tewas

Tuntut Presiden Mundur, 20 Demonstran Sudan Dilaporkan Tewas

News | Rabu, 10 April 2019 | 07:29 WIB

Sipil dan Tentara Tewas Saat Ricuh Unjuk Rasa Menentang Presiden Sudan

Sipil dan Tentara Tewas Saat Ricuh Unjuk Rasa Menentang Presiden Sudan

News | Selasa, 09 April 2019 | 14:44 WIB

Demonstran Perempuan Tunggang Langgang Diberondong Gas Air Mata

Demonstran Perempuan Tunggang Langgang Diberondong Gas Air Mata

News | Senin, 11 Februari 2019 | 12:52 WIB

Bunuh Suami karena Memerkosanya, Noura Urung Digantung Mati

Bunuh Suami karena Memerkosanya, Noura Urung Digantung Mati

News | Kamis, 28 Juni 2018 | 15:45 WIB

Sudan, Badak Putih yang Pipis pun Dikawal Tentara Itu Mati

Sudan, Badak Putih yang Pipis pun Dikawal Tentara Itu Mati

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 18:39 WIB

Terkini

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:57 WIB

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:53 WIB

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:29 WIB

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:18 WIB

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:09 WIB

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

News | Minggu, 26 April 2026 | 07:24 WIB

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

News | Minggu, 26 April 2026 | 06:00 WIB

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

News | Minggu, 26 April 2026 | 00:01 WIB

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

News | Sabtu, 25 April 2026 | 22:05 WIB

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 21:05 WIB