Amnesty International Sebut Paslon Pilpres Kurang Mendalam Bahas HAM

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 15 April 2019 | 20:49 WIB
Amnesty International Sebut Paslon Pilpres Kurang Mendalam Bahas HAM
Peneliti Senior Amnesty International Papang Hidayat. [Suara.com/Fakhri Fuadi]

Suara.com - Peneliti Senior Amnesty International Papang Hidayat menyebut kedua kandidat pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dan Joko Widodo - Maruf Amin kurang mendalam membahas isu Hak Asasi Manusia (HAM).

Papang berpendapat pembahasan HAM dianggap kurang menjadi sorotan selama masa kampanye atau pemaparan visi-misi pasangan calon (paslon) yang akan bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal itu disebutkan Papang setelah memberikan sembilan agenda prioritas HAM kepada dua kubu peserta pemilu, Ferry Mursyidan Baldan dan Maman Imanulhaq. Papang juga menyebut rangkaian agenda debat kandidat pilpres tidak menjadikan isu HAM dibahas mendalam.

"Dari kegiatan kampanye mereka, dari visi-misi, tidak terlalu mendalam. Kemudian ada beberapa momentum kita terlewat seperti debat capres -  cawapres isu HAM belum menjadi mainstream," ujar Papang di gedung HDI HIVE Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Menurut Papang, tidak hanya Amnesty Indonesia yang mencoba mendekati kedua kubu kandidat pilpres untuk membahas isu HAM selama masa kampanye, tapi juga organisasi HAM lainnya.

Mereka, disebut Papang, berharap besar agar kedua kubu manapun yang menang nantinya dapat mendengarkan dan mengakomodir isu HAM di periode mendatang.

"Ini bukan cuma Amnesty tapi banyak organisasi HAM lainnya berusaha mendekati kelompok yang berkompetisi politik ini untuk berusaha mendengarkan dan mau memasukan agenda HAM," kata Papang.

Setelah Pemilu selesai, Papang menyebut nantinya bersama organisasi HAM lainnya akan gencar untuk menawarkan agenda kasus HAM pada tahun pertama masa kepemimpinan baru.

Karena bagi Papang, masa tersebut adalah masa pembuatan kebijakan baru dan menjadi peluang untuk memasukan agenda HAM.

baca juga

Papang mengatakan jika nantinya kubu pemenang Pemilu tidak bisa tuntas memasukan dan menyelesaikan kasus HAM yang sudah ditawarkan, ia mengaku akan mendekati kubu oposisi.

Dia beralasan, kubu oposisi disebut Papang memiliki kekuatan untuk memengaruhi kebijakan Pemerintah mendatang.

"Siapapun yang menang atau kalah mereka masih terlibat dalam urusan politik. Karena oposisi masih bisa memengaruhi keputusan politik tertentu. Jadi siapapun yang kalah atau menang harus kita dekati," jelas Papang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesty Internasional Desak Polri Bebaskan Robertus Robet

Amnesty Internasional Desak Polri Bebaskan Robertus Robet

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 08:29 WIB

Amnesty Internasional Kutuk Teror Bom Rumah Pimpinan KPK

Amnesty Internasional Kutuk Teror Bom Rumah Pimpinan KPK

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 02:00 WIB

Sandiaga Janji Siap Tampung Isu HAM Dalam Visi Misi

Sandiaga Janji Siap Tampung Isu HAM Dalam Visi Misi

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 08:49 WIB

Komnas HAM Soroti Visi Misi 2 Pasangan Capres-Cawapres

Komnas HAM Soroti Visi Misi 2 Pasangan Capres-Cawapres

News | Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10:18 WIB

Aktivis HAM Ajak Masyarakat Golput Jika Hanya Ada 2 Capres

Aktivis HAM Ajak Masyarakat Golput Jika Hanya Ada 2 Capres

News | Selasa, 17 Juli 2018 | 17:26 WIB

Terkini

Mendadak Viral di Video Seskab Teddy saat Peresmian LRT, Ini Sosok Dirut Jakpro!

Mendadak Viral di Video Seskab Teddy saat Peresmian LRT, Ini Sosok Dirut Jakpro!

Video | Jum'at, 18 September 2026 | 21:00 WIB

Cak Imin Digoda Zulhas di Depan Prabowo soal Nyapres, Langsung Angkat Tangan

Cak Imin Digoda Zulhas di Depan Prabowo soal Nyapres, Langsung Angkat Tangan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:53 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah,  BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM

Kalbar | Jum'at, 18 September 2026 | 20:51 WIB

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:47 WIB

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:46 WIB

Sebanyak 1.619 Debitur Telah Memperoleh Penyaluran KPP Bernilai Rp427,5 Miliar dari BRI

Sebanyak 1.619 Debitur Telah Memperoleh Penyaluran KPP Bernilai Rp427,5 Miliar dari BRI

Batam | Jum'at, 18 September 2026 | 20:43 WIB

AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?

AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 20:42 WIB

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:39 WIB

Menteri Perumahan Apresiasi BRI Dalam Perluasan Pembiayaan Dukung Program 3 Juta Rumah

Menteri Perumahan Apresiasi BRI Dalam Perluasan Pembiayaan Dukung Program 3 Juta Rumah

Bali | Jum'at, 18 September 2026 | 20:37 WIB

Kembalikan Rp5 Miliar Tak Hapus Pidana! Ferry Boboho Tetap Berpeluang Jadi Tersangka?

Kembalikan Rp5 Miliar Tak Hapus Pidana! Ferry Boboho Tetap Berpeluang Jadi Tersangka?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:33 WIB

×