KLHK dan Mitra Berhasil Identifikasi Individu Baru Harimau Sumatera

Rabu, 24 April 2019 | 00:00 WIB
KLHK dan Mitra Berhasil Identifikasi Individu Baru Harimau Sumatera
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil mengidentifikasi tiga individu baru harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Identifikasi tersebut berdasarkan hasil analisis kamera perangkap di kawasan TNBS. (Dok : KLHK).

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil mengidentifikasi tiga individu baru harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Identifikasi tersebut berdasarkan hasil analisis kamera perangkap di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) dan dilakukan dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) TNBS) serta Zoological Society of London (ZSL).

Kepala Balai TNBS, Pratono Puroso, ketika ditemui media di Jambi, Rabu (24/4/3019) menjelaskan, kunci sukses indentifikasi ini adalah adanya dukungan dari mitra, khususnya dalam hal monitoring. 

Kunci sukses lainnya adalah dari sisi pengamanan. Adanya pengamanan yang rutin, mencakup wilayah-wilayah yang merupakan habitat strategis bagi harimau. Mereka merasa aman untuk berkembang biak di sana. 

Kemampuan untuk mengidentifikasi corak loreng kedua sisi harimau diperlukan untuk menentukan individu baru berdasarkan data-data yang ada sebelumnya. Setiap individu  yang telah diidentifikasi, kemudian diberi nama berdasarkan corak lorengnya. 

"Kalau tidak ada kemampuan, foto ya cuma foto saja, tidak ada hasil analisis. Tapi dengan adanya SDM yang bisa mengidentifikasi harimau, akhirnya bisa disimpulkan bahwa ini individu yang baru," jelas Pratono.

Berdasarkan data hasil monitoring, pada 2016, tingkat kepadatan populasi harimau adalah 1,2 per individu pada 100 kilometer persegi. Data terbaru pada 2018, kepadatannya meningkat 1,4 per kilometer persegi.

Pratono menerangkan bahwa monitoring sangat penting dilakukan, karena akan diketahui tren populasi harimau sumatera. 

“Dari hasil monitoring itu akan diketahui. Kalau misalnya naik berarti aman, namun naik juga belum tentu baik, tergantung dari carrying capacity habitatnya. Begitu juga dengan penurunan, sehingga kita tahu tindakan-tindakan seperti apa yang harus kita lakukan," terang Pratono.

Monitoring yang dilakukan bukan hanya untuk melihat harimau, tapi juga mangsa dan habitatnya. Selain itu, termasuk juga tanda-tanda perburuan dan aktivitas yang lain, sehingga pengambilan keputusan untuk konservasi harimau akan lebih terarah dan fokus.

Baca Juga: KLHK dan Manggala Agni Daops Tinangge Ikut dalam Pameran Expo Sultra

Pada peringatan Hari Bakti Rimbawan Maret lalu, ketiga individu harimau tersebut diberi nama oleh Gubernur Jambi. Ketiganya diberi nama khas daerah Jambi, yaitu Bujang, Kulup dan Supik.

Bujang dan Kulup merupakan harimau Sumatera jantan, sedangkan Supik berjenis kelamin betina. Saat ini, diperkirakan harimau Sumatera di alam liar berjumlah sekitar 600 ekor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI