Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Warga Madura Potong Tangan Orang yang Curangi Pilpres 2019?

Reza Gunadha
CEK FAKTA: Warga Madura Potong Tangan Orang yang Curangi Pilpres 2019?
[YouTube]

Ini bukti QISHOS yang main coblos 100 surat suara dicoblos sendiri, masyarakat Madura lalu memotong tangan pelaku.

Suara.com - Publik digegerkan oleh video viral seorang warga Madura, Jawa Timur, dipotong tangannya sebagai sanksi karena mencurangi surat suara Pilpres 2019.

Klaim yang diperiksa:

Video yang tersebar di YouTube maupun aplikasi WhatsApp tersebut disertai narasi sebagai berikut:

“Warga Madura potong tangan pelaku kecurangan yang mencoblos 100 surat suara pemilu 2019” .

“Ini bukti QISHOS yang main coblos 100 surat suara dicoblos sendiri, masyarakat Madura lalu memotong tangan pelaku.”

Dalam video tersebut, tampak seorang lelaki dibaringkan di tanah. Sementara tangan kanannya dipegangi oleh satu orang lain. Sedangkan satu warga lainnya menghunuskan golok hendak menebas.

Video tersebut disebar di YouTube oleh akun Arif Wardana pada hari pemungutan suara Pemilu dan Pilpres 2019, yakni 17 April pekan lalu.

Video pada akun tersebut sudah ditonton oleh 5.256 warganet. Tapi kekinian, Kamis (25/4/2019), video itu telah diganti judulnya.

Sementara akun Al Zi juga mengunggah video yang sama di YouTube dengan judul dikaitkan dengan Pilpres 2019. Namun kekinian, akun itu juga sudah mengganti judulnya.

[YouTube]
[YouTube]

Fakta:

Humas Polda Jawa Timur telah menegaskan video tersebut hoaks.

Berikut pernyataan tertulis Polda Jatim mengenai hal tersebut:

Telah beredar melalui media sosial tentang adanya kejadian pemotongan tangan di Madura oleh warga karena melakukan pencoblosan 100 surat suara.

Informasi tersebut tidak benar alias hoaks. di Madura tak pernah ada kejadian tersebut.

Video itu sendiri sebenarnya telah diunggah ke YouTube pada tanggal 16 Februari 2019.

Kala itu, akun Ridho Roma yang mengunggah video tersebut dengan judul "Korban Carok Madura".

[Facebook]
[Facebook]
[YouTube]
[YouTube]

Kesimpulan:

Sejumlah akun menggunakan konten video yang benar terjadi tapi memberikan narasi baru sehingga menimbulkan makna baru pula. Dengan demikian, bisa dikatakan informasi yang dikaitkan dengan video tersebut adalah bohong alias hoaks.

-----

Catatan Redaksi:
Artikel ini sudah mengalami sedikit revisi. Juga perbaikan pada judul untuk menghindari keraguan, terutama dengan memberi tanda tanya atau kata tanya, karena meskipun sudah ada kata-kata "Cek Fakta" sebagian pembaca masih menganggap benar kalimat judulnya.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS