facebook

Total 225 Petugas KPPS Meninggal Dunia, Demokrat Sebut Tragedi Kemanusiaan

Chandra Iswinarno | Muhammad Yasir
Total 225 Petugas KPPS Meninggal Dunia, Demokrat Sebut Tragedi Kemanusiaan
Tangkapan layar akun Twitter Cipta Panca Laksana. [Twitter]

Panca mempertanyakan Pemilu yang seharusnya menjadi pesta demokrasi mengapa justru sampai memakan korban hingga ratusan orang meninggal dunia.

Suara.com - Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana menyebut Pemilu serentak 2019 yang telah menyebabkan ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia sebagai tragedi kemanusiaan.

Hal itu dikatakan Panca lewat akun Twitter pribadinya @panca66 pada Jumat (26/4/2019) sekitar pukul 08.38 WIB.

Awalnya, Panca menautkan pemberitaan yang mengabarkan jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia terus bertambah menjadi 225 orang. Panca lantas menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi kemanusiaan.

Lebih lanjut, dia juga mempertanyakan Pemilu yang seharusnya menjadi pesta demokrasi mengapa justru sampai memakan korban hingga ratusan orang meninggal dunia.

Baca Juga: Terus Berguguran, Satu Anggota KPPS di Mojokerto Meninggal

"Tragedi kemanusiaan. Katanya pesta demokrasi tapi kok sampai memakan korban meninggal dunia 225 orang?" tulis Panca lewat akun Twitter @panca66 seperti dikutip Suara.com, Jumat (26/4/2019).

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data terbaru Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Kamis (25/4) kemarin menunjukan sebanyak 225 petugas KPPS di beberapa daerah di Indonesia meninggal dunia karena kelelahan saat bertugas di Pemilu 2019. Data tersebut tiap harinya terus meningkat dari sebelumnya 144 orang dinyatakan meninggal dunia.

Komisioner KPU Viryan Aziz menuturkan, hingga pukul 18.00 WIB total sebanyak 225 orang petugas dikabarkan meninggal dunia dan 1.470 orang dikabarkan sakit. Adapun, kata Viryan, jumlah tersebut tersebar di 33 provinsi.

"Wafat 225 orang, sakit 1.470 orang, total 1695 orang," tutur Viryan saat dikonfirmasi Kamis (25/4) kemarin.

Baca Juga: Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Pemilu 2019 Terindikasi Maladministrasi?

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar