Sebut Ratusan KPPS Wafat Tak Masuk Akal, Demokrat ke Prabowo: Ide Anda Apa?

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah | Suara.com

Minggu, 05 Mei 2019 | 11:07 WIB
Sebut Ratusan KPPS Wafat Tak Masuk Akal, Demokrat ke Prabowo: Ide Anda Apa?
Kedekatan Prabowo dengan binatang peliharaannya.(Foto: @rizky_irmansyah)

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik mengkritisi Calon Presiden Prabowo Subianto yang belum juga memberikan solusi atas beberapa klaim kejanggalan selama pelaksanaan Pemilu 2019. Salah satunya ialah soal dugaan kecurangan.

Rachland menilai, sejauh ini Prabowo hanya berkutat pada instruksi mengawal suara C1 di berbagai wilayah untuk para relawan tanpa memberikan solusi. Menurutnya, instruksi Prabowo tersebut tidak akan banyak mengubah keadaan.

Dalam akun Twitternya, Rachland lantas menanyakan dan meminta ide dari Prabowo.

"Sampaikan ide yang terang dan mencerminkan pengamatan mendalam. Dan berjuanglah paling depan untuk mewujudkannya!" cuit Rachland seperti dikutip Suara.com, Minggu (5/5/2019).

Cuitan Rachland Nashidik. (twitter).
Cuitan Rachland Nashidik. (twitter).

Setidaknya, kata Rachland, Prabowo juga harus menunjukkan sikap dan memberikan arahan serta mengungkapkan cara mengatasi gugurnya ratusan petugas KPPS saat pelaksanaan Pemilu 2019.

Rachland berujar, Prabowo sebagai tokoh utama harus berada paling depan untuk menunjukan sikap dan arahannya soal permasalahan-permasalahan tersebut. Bukan sekedar mengatakan kematian ratusan KPPS tak masuk akal.

"Andalah pemimpin koalisi, Calon Presiden, Super Star. Anda harus di depan. Menunjukkan arah, mengungkap cara mengatasi rintangan," ujar Rachland.

"Misalnya kematian 400 orang penyelenggara pemilu. Apa hendak Ada lakukan? Anda tak bisa berhenti pada pernyataan bahwa itu "tak masuk akal"," katanya.

Ia kemudian membandingkan Prabowo dengan sejumlah tokoh lainnya yang sudah lebih menyatakan sikap dan pendapatnya masing-masing.

"Kita sudah dengar pendapat Habib Rizieq, Rizal Ramli, Haris Azhar. Pak SBY sedari awal juga memberi masukan. Soalnya adalah, sebagai pemimpin koalisi, ide Anda sendiri apa? Nyatakanlah, terangkan pikiran publik, yakinkan rakyat itu jalan terbaik, dan pimpin koalisi mewujudkannya," tutur Rachland.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPN Minta Makam KPPS Dibongkar, Bima Arya: Harus Hati-hati Disikapi

BPN Minta Makam KPPS Dibongkar, Bima Arya: Harus Hati-hati Disikapi

Jabar | Jum'at, 03 Mei 2019 | 18:40 WIB

BPN Bantah Prabowo Batal Jenguk Ani Gegara AHY Diajak Jokowi ke Istana

BPN Bantah Prabowo Batal Jenguk Ani Gegara AHY Diajak Jokowi ke Istana

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 16:13 WIB

Demokrat Serahkan LPPDK Rp 190 Miliar, SBY Jadi Penyumbang Terbesar

Demokrat Serahkan LPPDK Rp 190 Miliar, SBY Jadi Penyumbang Terbesar

News | Kamis, 02 Mei 2019 | 15:29 WIB

Terkini

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:26 WIB

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:23 WIB

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:23 WIB

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB