Ini Cara Pengurus Masjid Istiqlal Menyiapkan Ribuan Makanan Buka Puasa

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 08 Mei 2019 | 13:39 WIB
Ini Cara Pengurus Masjid Istiqlal Menyiapkan Ribuan Makanan Buka Puasa
Ribuan umat muslim berbuka puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (7/5). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Pengurus Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat sedikitnya memerlukan 25 kilogram sayuran dan bumbu makanan untuk dijadikan santapan buka puasa pada Ramadan 1440 Hijriah.

Selain menghabiskan 25 kilogram bahan makanan, juru masak Masjid Istiqlal Abas mengatakan pihaknya juga memasak 60 ekor ayam dan menanak 60 kilogram beras. Ia mengatakan proses memasak menghabiskan waktu 5 jam, mulai pukul 08.00 hingga 13.09 WIB.

"Ya buat hari ini saja 25 kilogram sayuran sama bahan makanan. Ayam ada 60 ekor, beras juga 60 kilogram atau sekitar 1 seperempat karung lah," ujar Abas di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2019).

Juru masak yang lain, Astri mengatakan jumlah bahan makanan tersebut tidak seberapa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Ribuan umat muslim berbuka puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (7/5). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Ribuan umat muslim berbuka puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (7/5). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Ia menjelaskan pada puasa tahun lalu pihak koperasi Istiqlal bisa menghabisksn 50 hingga 100 bahan makanan. Bahkan 3 tahun lalu disebut Astri paling sedikit ia dan rekannya mengolah 200 bahan makanan.

"Dulu lebih (banyak) lagi pas kita masih banyak, tiga tahun lalu iya, paling sedikit 200 kilogram bahan sama sayuran saja," jelas Astri.

Astri menerangkan, penyebab menurunnya jumlah bahan yang diolah itu bukan karena pengunjung yang ingin buka puasa di Masjid Istiqlal berkurang. Ia menyebut sedikitnya 3000 orang buka puasa bersama di Masjid yang terbesar di Asia Tenggara itu.

Pada tahun 2019 pengelola Masjid Istiqlal, kata Astri, bekerja sama dengan delapan perusahaan penyedia makanan. Karena itu, jatah nasi kotak yang dipersiapkan oleh koperasi Istiqlal sendiri berkurang dan hanya menyediakan 500 porsi makanan.

Petugas masak Masjid Istiqlal menyiapkan bahan makanan untuk buka puasa. (Suara.com/Fakhri)
Petugas masak Masjid Istiqlal menyiapkan bahan makanan untuk buka puasa. (Suara.com/Fakhri)

Meski masakan yang disajikan untuk buka puasa umat muslim berkurang, Astri dan teman-temannya tidak masalah.

baca juga

"Kan sekarang ada 4 vendor katering, jadi dibagi-bagi. Koperasi Istiqlal memang masih dapat yang paling banyak, 500 porsi," pungkas Astri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koki di Balik Dapur Istiqlal Masak 3.500 Porsi Makanan Buka Puasa Tiap Hari

Koki di Balik Dapur Istiqlal Masak 3.500 Porsi Makanan Buka Puasa Tiap Hari

News | Rabu, 08 Mei 2019 | 12:17 WIB

Bertahun-tahun Buka Puasa di Istiqlal, Alasan Pria Betawi Ini Bikin Kagum

Bertahun-tahun Buka Puasa di Istiqlal, Alasan Pria Betawi Ini Bikin Kagum

News | Rabu, 08 Mei 2019 | 10:13 WIB

Keistimewaan Buka Puasa di Masjid Istiqlal Menurut Warga Jakarta

Keistimewaan Buka Puasa di Masjid Istiqlal Menurut Warga Jakarta

News | Selasa, 07 Mei 2019 | 22:49 WIB

Hari ke Dua Puasa, 3000 Orang Ikut  Buka Puasa Bersama di Masjid Istiqlal

Hari ke Dua Puasa, 3000 Orang Ikut Buka Puasa Bersama di Masjid Istiqlal

News | Selasa, 07 Mei 2019 | 19:31 WIB

Terkini

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

×