Kontra Hendropriyono, Ketum PBNU: WNI Keturunan Arab Jangan Digeneralisir

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Kamis, 09 Mei 2019 | 17:17 WIB
Kontra Hendropriyono, Ketum PBNU: WNI Keturunan Arab Jangan Digeneralisir
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Buya Ahmad Syafii Ma’arif (kiri) dan Said Aqil Siradj (kanan) di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (9/5/2019). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mewanti-wanti sejumlah warga negara Indonesia keturunan Arab tidak menjadi provokator di tanah air. Terkait itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengaku kurang sependapat dengan pernyataan Hendropriyono.

Said Aqil yang juga Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menilai pernyataan Hendropriyono telah menggeneralisir WNI keturunanan Arab.

"Saya kurang sependapat kalau digeneralisir, bahwa tokoh tokoh nasionalis dari keturunan Arab banyak, ada juga yang radikal atau kurang nasionalis, tidak nasionalis, ada," ujar Said di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/5/2019)

Karena itu ia mengaku tak sependapat dengan pernyataan Hendropriyono meski tujuannya baik. Sebab pernyataan Hendropriyono dianggap telah menggeneralisir WNI keturunan Arab.

"Tapi saya tidak sependapat dengan pak Hendropriyono, seakan-akan digeneralisir, tapi tujuannya bagus, tujuannya baik," ucap dia.

Menurutnya banyak WNI keturunan Arab yang nasionalis seperti Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan Habib Luthfi Bin Yahya dan sejumlah tokoh lainnya.

"Ia keturunan Arab yang nasionalis, Habib Luthfi contohnya lah ya, habib Syech yang Solo itu, banyak sekali lah. Salawatan terus Indonesia Raya itu Habib Syech kan, Habib Luthfi setiap ada acara pasti Indonesia raya, nasionalis sekali itu," katanya

"Bahwa ada sekelompok yang harus kita amati, waspadai, iya. Jangan digeneralisir. Tapi niatnya pak Hendropriyono baik," Said Aqil menambahkan.

Sebelumnya mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono mewanti-wanti sejumlah warga negara Indonesia keturunan Arab tidak menjadi provokator.

Hendropriyono melontarkan pernyataan keras tersebut, terkait adanya informasi mengenai seruan gerakan massa yang meluas di masyarakat, terutama yang dianjurkan pentolan FPI Rizieq Shihab.

"Saya peringatkan kepada Rizieq, Yusuf Martak (Ketua GNPF), dan semua orang yang berteriak revolusi. Itu kan inskonstitusional, merusak tata tertib, tak boleh seperti itu,” kata Hendropriyono seperti diberitakan Covesia.com—jaringan Suara.com, Selasa (7/5/2019).

Ia menuturkan, banyak WNI keturunan Arab di Indonesia menjadi tokoh yang dihormati publik. Karenanya, ia berharap sebagian warga keturunan Arab tak memprovokasi revolusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Rizieq dan Keturunan Arab Jangan Provokasi, FPI: Hendropriyono Rasis!

Minta Rizieq dan Keturunan Arab Jangan Provokasi, FPI: Hendropriyono Rasis!

News | Rabu, 08 Mei 2019 | 10:23 WIB

Habib Rizieq Shihab Serukan #2019GantiPresiden Diganti #2019PrabowoPresiden

Habib Rizieq Shihab Serukan #2019GantiPresiden Diganti #2019PrabowoPresiden

News | Minggu, 05 Mei 2019 | 10:04 WIB

Ini Delapan Rekomendasi Multaqo Ulama yang Dihadiri Ketua PBNU

Ini Delapan Rekomendasi Multaqo Ulama yang Dihadiri Ketua PBNU

News | Sabtu, 04 Mei 2019 | 12:20 WIB

Said Aqil Tegaskan Multaqo Ulama bukan Pertemun Politik

Said Aqil Tegaskan Multaqo Ulama bukan Pertemun Politik

News | Sabtu, 04 Mei 2019 | 05:44 WIB

Soal Ijtimak Ulama III, Ketua PBNU: Alim Ulama itu Bukan Sekadar Pakaian

Soal Ijtimak Ulama III, Ketua PBNU: Alim Ulama itu Bukan Sekadar Pakaian

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 23:07 WIB

Terkini

Anggaran Pendidikan Tembus Rp19,75 Triliun, DPRD: Tak Boleh Ada Lagi Anak Putus Sekolah di Jakarta!

Anggaran Pendidikan Tembus Rp19,75 Triliun, DPRD: Tak Boleh Ada Lagi Anak Putus Sekolah di Jakarta!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 08:32 WIB

Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!

Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 08:14 WIB

Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru

Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru

News | Senin, 04 Mei 2026 | 07:40 WIB

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB