KPPS Berguguran, Rachmawati Singgung Kopi Sianida Jessica Hingga Genocide

Iwan Supriyatna, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 14 Mei 2019 | 05:45 WIB
KPPS Berguguran, Rachmawati Singgung Kopi Sianida Jessica Hingga Genocide
Rachmawati Soekarnoputri. [suara.com/Ismail]

Suara.com - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Rachmawati Soekarnoputri merespon permintaan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada KPU untuk mengevaluasi Pemilu 2019 karena banyaknya petugas pemilu yang meninggal dunia.

Rachmawati menilai pemerintah saat ini tidak menanggapi serius terkait ratusan petugas pemilu yang meninggal dunia pasca bertugas mengawal demokrasi.

Rachmawati sempat mengungkapkan keheranannya melihat pemerintah yang terkesan cuek meskipun banyak petugas pemilu yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat kelelahan hingga meninggal dunia.

Ia pun kemudian membandingkan dengan hebohnya kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang dibunuh oleh Jessica Kumala Wongso dengan cara diracun menggunakan sianida pada 2016 silam.

"Itu juga menjadi pertanyaan saya itu. Orang satu saja mati ributnya setengah mati kasus Jessica. Ini 500 (orang) dan ini mungkin bisa bertambah karena yang sakit sudah 4 ribuan, kok kayanya pemerintah tenang-tenang saja," kata Rachmawati di kediamannya, Jalan Jati Padang Raya, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

"Kalau sudah di atas 5 - 10 orang itu sudah genocide, pembunuhan itu," sambungnya.

Rachmawati juga menyinggung Menteri Kesehatan Nila Moeloek yang terkesan adem ayem mendengar banyaknya petugas pemilu yang meninggal dunia.

Rachmawati menilai harus ada tindak lanjut untuk mengungkap penyebab meninggalnya ratusan petugas pemilu. Hal tersebut disampaikannya lantaran menurutnya penyebab meninggalnya ratusan petugas pemilu tidak bisa disimpulkan hanya karena kelelahan semata.

"Mana menteri kesehatan? Meneng wae. Kan mestinya gerah ya? Lihat manusia ini bergelimpangan kaya gitu," ujarnya.

baca juga

"Tanya dokter-dokter ahli deh, tidak ada kematian berdasarkan kelelahan. Kelelahan itu hanya gejala tapi harus ada medis lanjut, apa diautopsi, autopsi bisa forensik bisa klinis kan begitu untuk mengetahui penyebab kematian. Ini kok meneng wae, ada apa? Mbok sadar lah ini pemerintahan sekarang," tandasnya.

Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, meminta KPU untuk mengevaluasi sistem penyelenggaraan pemilihan umum. Dia berharap pemilu selanjutnya tidak ada korban jiwa.

Megawati mempertanyakan banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang gugur seusai proses pemungutan suara 17 April.

"Sudah saya sampaikan, kenapa bisa banyak itu yang sampai meninggal. Supaya hal-hal ini dijadikan pembelajaran, dievaluasi untuk tata cara yang akan datang," kata Megawati saat ditemui di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).

Meski begitu, dia tetap mengapresiasi kinerja KPU yang sejauh ini sudah menyelenggarakan Pemilu 2019 dan mengucapkan duka cita bagi seluruh petugas KPPS yang gugur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bela Prabowo, Rachmawati Tuding Paham Khilafah Ada di Lingkaran Jokowi

Bela Prabowo, Rachmawati Tuding Paham Khilafah Ada di Lingkaran Jokowi

News | Senin, 13 Mei 2019 | 21:21 WIB

Kivlan Zein Dituding Makar, Rachmawati Sebut Mega Pelaku Makar Sesungguhnya

Kivlan Zein Dituding Makar, Rachmawati Sebut Mega Pelaku Makar Sesungguhnya

News | Senin, 13 Mei 2019 | 20:56 WIB

Ajukan Judicial Review ke MA Soal PKPU, Rachmawati Melawan Ketua KPU

Ajukan Judicial Review ke MA Soal PKPU, Rachmawati Melawan Ketua KPU

News | Senin, 13 Mei 2019 | 18:58 WIB

Terkini

Jule Ditangkap Polisi karena Kasus Apa? Begini Kronologi Penangkapannya

Jule Ditangkap Polisi karena Kasus Apa? Begini Kronologi Penangkapannya

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?

Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Putus Candu Impor, Lampung Siapkan 870 Hektare Lahan Demi Target Swasembada Bawang Putih 2029

Putus Candu Impor, Lampung Siapkan 870 Hektare Lahan Demi Target Swasembada Bawang Putih 2029

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 17:38 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie: Bakar Kalorinya Setara Lari 10 Kilometer!

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie: Bakar Kalorinya Setara Lari 10 Kilometer!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 17:21 WIB

Parkir di Solo Mulai Go Digital, 85 QRIS Pocket Hadir di 4 Ruas Jalan

Parkir di Solo Mulai Go Digital, 85 QRIS Pocket Hadir di 4 Ruas Jalan

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 17:15 WIB

Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar

Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 17:02 WIB

Prabowo Gemakan Free Palestine di Gontor, Pengamat: Retorika dan Aksi Belum Selaras

Prabowo Gemakan Free Palestine di Gontor, Pengamat: Retorika dan Aksi Belum Selaras

News | Sabtu, 19 September 2026 | 17:00 WIB

Sinopsis Dive Into You: Cinta Lintas Waktu, Tayang 26 September

Sinopsis Dive Into You: Cinta Lintas Waktu, Tayang 26 September

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 16:50 WIB

Tren Menulis Artikel Pakai AI: Bantu Produktivitas atau Hambat Kreativitas?

Tren Menulis Artikel Pakai AI: Bantu Produktivitas atau Hambat Kreativitas?

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 16:50 WIB

RUU Profesi Kurator Resmi Masuk Pembahasan, DPR Ajak PERKAPI Rombak Aturan Kepailitan

RUU Profesi Kurator Resmi Masuk Pembahasan, DPR Ajak PERKAPI Rombak Aturan Kepailitan

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 16:49 WIB

×