Array

Bela Prabowo, Rachmawati Tuding Paham Khilafah Ada di Lingkaran Jokowi

Senin, 13 Mei 2019 | 21:21 WIB
Bela Prabowo, Rachmawati Tuding Paham Khilafah Ada di Lingkaran Jokowi
Waketum BPN Prabowo - Sandiaga, Rachmawati Soekarnoputri saat ditemui di kediaman. (Suara.com/Ria).

Suara.com - Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Rachmawati Soekarnoputri gerah ketika kubunya seringkali dituduh sebagai pendukung gerakan khilafah.

Padahal menurutnya selama ini gerakan khilafah justru berada di lingkaran Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Rachmawati menyoroti soal tudingan kepada Prabowo yang seringkali disebut mendukung gerakan khilafah. Rachmawati menegaskan bahwa sudah tidak tepat apabila isu khilafah masih dibicarakan kepada kubunya karena orang yang dulunya merangkul pemikiran khilafah sudah ada di kubu Jokowi.

"Khilafah sudah selesai. Yang namanya pimpinan orang-orang yang katanya dulu mengadopsi atau merangkul pemikiran khilafah itu sudah ada di tempatnya di presiden Jokowi kok. Orangnya ada di situ kok," kata Rachmawati di kediamannya, Jalan Jati Padang Raya, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

Lagi pula, bukan persoalan khilafah lagi yang dipersoalkan oleh Rachmawati. Akan tetapi soal ideologi komunis yang menurutnya dijalankan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Kondisi bangsa yang disebut Rachmawati saat ini diwarnai dengan kemiskinan hingga ketidakadilan yang dilakukan pemerintah menjadi peluang masuknya ideologi komunisme.

"Ketidakadilan, kemiskinan, itu membuka peluang ideologi komunisme masuk di negara kita, bukan urusan khilafah di sini. Khilafah sudah selesai," ujarnya.

Rachmawati pun menyebut Megawati sebagai biang rusuh lantaran membiarkan kemiskinan hingga ketidakadilan di Indonesia menjadi ladang bagi penyebaran ideologi komunis. Dirinya pun meminta kepada Megawati untuk sadar diri bahwa apa yang dijalankan oleh pemerintah saat ini tidak sejalan dengan ajaran Presiden ke-1 RI Soekarno.

"Jadi jangan bicara Megawati tetap pancasila. Ketidakadilan, kemiskinan, pengangguran dan ini buah daripada amandemen menjadi demokrasi kita liberal kapitalistik," tuturnya.

Baca Juga: Yakin Izin Ormas Diperpanjang, Ketua FPI: Emang Kita PKI?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI