Rusuh Anti Islam, Perusuh Bakar Pabrik Milik Muslim di Sri Lanka

Bangun Santoso

Rabu, 15 Mei 2019 | 15:30 WIB
Rusuh Anti Islam, Perusuh Bakar Pabrik Milik Muslim di Sri Lanka
Ilustrasi kebakaran. (Shutterstock)

Suara.com - Kelompok-kelompok anti-Islam membakar sebuah pabrik milik warga Muslim di bagian utara Kolombo, ibu kota Sri Lanka, lapor berita BBC.

Laporan BBC itu menampakkan barang-barang isi pabrik tersebut hancur dan terbakar.

Di sisi lain, Uskup Agung Sri Lanka Malcolm Kardinal Ranjith mengutuk peristiwa serangan anti-Islam di seluruh negara itu setelah insiden serangan teroris bom gereja pada 21 April lalu. Dia menyerukan semua kelompok etnis dan agama di negara tersebut untuk bersatu.

Pemerintah Provinsi Barat Laut memberlakukan larangan keluar rumah setelah insiden pembunuhan seorangan warga Muslim berusia 45 tahun yang ditikam pisau dan benda tajam lainnya di kota Puttalam, demikian dikutip dari kantor berita Anadolu, Rabu (15/5/2019).

Pihak berwenang hingga kini telah menangkap 74 orang, termasuk tiga pemimpin NGO yang terlibat dalam peristiwa kekerasan atau melakukan ujaran kebencian sehingga mendorong orang lain melakukan kejahatan di kota Minuwango, Matara dan Puttalam.

Setelah serangan teroris pada hari Paskah lalu, kelompok-kelompok anti-Islam menghancurkan masjid dan toko-toko di kota Chilaw minggu lalu.

Sri Lanka memblok jaringan sosial media dan aplikasi pesan digital, termasuk Facebook dan WhatsApp setelah ketegangan di negara itu meningkat.

Sebelumnya, delapan ledakan serentak yang menargetkan gereja dan hotel di dan luar ibu kota Kolombo menewaskan setidaknya 253 orang pada Minggu Paskah.

Serangan bom itu menghantam gereja-gereja di Kota Kochchikade, Negombo, dan Batticaloa, serta Hotel Kingsbury, Cinnamon Grand, dan Shangri La di Kolombo.

baca juga

Serangan bom bensin menyusul terjadi di sebuah masjid di sebelah barat laut Distrik Puttalum dan pembakaran dua toko milik Muslim di Distrik Kalutara pada Minggu malam, menurut laporan polisi.

Sri Lanka telah menyatakan 23 April sebagai hari berkabung nasional.

Sebagian besar korban adalah orang Sri Lanka, meskipun pihak berwenang mengatakan setidaknya 38 orang asing juga tewas.

Mereka termasuk dua warga negara Turki, selain turis dari Inggris, AS, Australia, India, Cina, Denmark, Belanda dan Portugal.

Kelompok teroris Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusuh Anti Muslim di Sri Lanka Telan Korban Jiwa

Rusuh Anti Muslim di Sri Lanka Telan Korban Jiwa

News | Rabu, 15 Mei 2019 | 11:24 WIB

Marak Unggahan Anti Muslim, Sri Lanka Blokir Akses Media Sosial

Marak Unggahan Anti Muslim, Sri Lanka Blokir Akses Media Sosial

News | Selasa, 14 Mei 2019 | 10:36 WIB

Ratusan Perusuh Serang Masjid, Sri Lanka Berlakukan Jam Malam

Ratusan Perusuh Serang Masjid, Sri Lanka Berlakukan Jam Malam

News | Selasa, 14 Mei 2019 | 10:26 WIB

2 Orang Ditahan Usai Serangan Massa ke Toko Muslim di Sri Lanka

2 Orang Ditahan Usai Serangan Massa ke Toko Muslim di Sri Lanka

News | Selasa, 07 Mei 2019 | 09:51 WIB

Sri Lanka Peringatkan Serangan Susulan Militan Berseragam Militer

Sri Lanka Peringatkan Serangan Susulan Militan Berseragam Militer

News | Senin, 29 April 2019 | 15:19 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×