Polisi akan Periksa Dokter Ani Hasibuan, Fahri Hamzah: Mending Panggil IDI

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Kamis, 16 Mei 2019 | 10:13 WIB
Polisi akan Periksa Dokter Ani Hasibuan, Fahri Hamzah: Mending Panggil IDI
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Youtube DPR RI)

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritisi rencana polisi yang ingin memeriksa dokter ahli syaraf Ani Hasibuan usai dirinya bersuara vokal tentang kejanggalan kematian ratusan petugas KPPS dan meragukan kelelahan sebagai faktor penyebabnya.

Diketahui, beredar surat dari kepolisian yang memanggil dokter Ani Hasibuan untuk dimintai keterangannya.

Terkait itu, Fahri pun meminta polisi tidak hanya memanggil dokter Ani Hasibuan, tapi juga Ikatan Dokter Indonesia atau IDI yang juga menyebut kelelahan bukan menjadi faktor utama kematian ratusan KPPS.

"Kepada yth: @DivHumas_Polri daripada memeriksa dokter ahli saraf Ani Hasibuan dengan tuduhan ujaran kebencian, mendingan periksa IDI yg sdh bikin pernyataan ini," cuit Fahri di akun Twitternya @Fahrihamzah, seperti dikutip Suara.com, Kamis (16/5/2019).

Fahri lantas mempertanyakan mengapa pernyataan Ani sebagai dokter dan berbicara sesuai bidangnya tersebut dianggap sebuah ujaran kebencian.

"Halo pak @jokowi kenapa akademisi dilarang bicara ilmunya? Itu bukan kebencian tauk! Ampun deh.!!" cuit Fahri.

Selanjutnya Fahri mengungkapkan kalau dokter saja tak boleh vokal menyuarakan analisisnya soal kematian KPPS, maka hal itu akan berdampak pada bidang profesional lainnya.

"Kalau dokter gak boleh analisa kematian, maka nanti arsitek gak boleh bicara bangunan, ulama gak boleh ngomong agama, politisi gak boleh bicara politik, lawyer gak boleh bicara hukum, ekonom gak boleh bicara ekonomi karena semua delik ujaran kebencian. Cc: @KomnasHAM," cuitnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Dokter Ani Hasibuan, Politisi Demokrat: Lama-lama Mulut Rakyat Dijahit

Soal Dokter Ani Hasibuan, Politisi Demokrat: Lama-lama Mulut Rakyat Dijahit

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 10:01 WIB

Takziah Ke Surabaya, Sandiaga Berharap Gelaran Pemilu Lebih Baik

Takziah Ke Surabaya, Sandiaga Berharap Gelaran Pemilu Lebih Baik

News | Rabu, 15 Mei 2019 | 17:00 WIB

KPU Minta Ratusan Petugas KPPS Meninggal Tidak Dipolitisir

KPU Minta Ratusan Petugas KPPS Meninggal Tidak Dipolitisir

News | Rabu, 15 Mei 2019 | 14:38 WIB

Kemenkes Sebut Tidak Ada Kematian Tak Wajar Pada Petugas KPPS

Kemenkes Sebut Tidak Ada Kematian Tak Wajar Pada Petugas KPPS

Health | Rabu, 15 Mei 2019 | 11:17 WIB

Penyakit Jantung Jadi Penyebab Terbanyak Meninggalnya Petugas KPPS

Penyakit Jantung Jadi Penyebab Terbanyak Meninggalnya Petugas KPPS

Health | Rabu, 15 Mei 2019 | 11:07 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB