Tanggapi Tuduhan Politisi Demokrat, KPU: PSU di Kuala Lumpur Lancar

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Jum'at, 17 Mei 2019 | 15:26 WIB
Tanggapi Tuduhan Politisi Demokrat, KPU: PSU di Kuala Lumpur Lancar
Ketua KPU Arief Budiman. (Suara.com/M Yasir)

Suara.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman mengatakan proses pemungutan suara ulang atau PSU di wilayah kerja Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur, Malaysia berjalan lancar. Di mana saat ini tengah memasuki proses penghitungan suara.

Hal itu dikatakan Arief menanggapi pernyataan politisi Partai Demokrat, Andi Arief yang menyebut ada upaya pemaksaan yang dilakukan wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur untuk menghitung surat suara yang baru tiba di hari penghitungan suara pada Kamis (16/5) kemarin. Padahal, menurut Andi Arief batas akhir pengembalian surat suara metode pos ke PPLN paling lambat pada 15 Mei pukul 00.00 waktu setempat.

"Sepanjang sampai hari ini dilaporkan lancar. Cuma bagaimana hasil akhirnya, maksudnya penyelesaian proses akhirnya itu, kita masih nunggu report resminya," kata Arief Budiman di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Menurut dia, jika ada pihak yang keberatan terkait adanya dugaan pelangggaran dalam proses penyelenggaraan PSU di Kuala Lumpur, bisa disampaikan kepada wilayah kerja PPLN setempat. Namun, jika keberatan tersebut terkait hasil PSU yang telah ditetapkan bisa mengajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Protes itu ya silakan saja. Kalau protesnya terkait hal yang dilakukan di situ (PPLN Kuala Lumpur) ya protes di situ. Kalau protesnya terkait dokumen yang sudah ditetapkan dilanjutkan ke MK, itu saja," katanya.

Sebagaimana diketahui, politisi Partai Demokrat, Andi Arief menyebut ada penambahan 62 ribu surat suara metode pemilihan lewat pos yang akan dilakukan dalam penghitungan oleh wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur, Malaysia. Andi Arief menuding penambahan 62 ribu surat suara itu diindikasikan untuk caleg yang juga putra Dubes Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Andi Arief lewat akun Twitternya @AndiArief_ pada Kamis (16/5/2019) pukul 13.17 WIB.

"Ada pemaksaan dari PPLN KL untuk menghitung surat suara dari PSU POS yg seharusnya diterima tanggal 15 May batas akhir jam 00.00. PLLN tendensi langgar aturan untuk legitimasi penambahan surat suara pos 62 ribu yang akan dihitung sekarang yang diindikasikan buat anak pejabat Kedubes," kicau Andi Arief seperti dikutip suara.com pada Kamis (16/5).

Hal itu pun telah ditanggapi oleh Komisioner KPU RI, Hasyim Asy'ari yang mengungkapkan bahwasanya 62 ribu surat suara yang baru tiba di hari penghitungan suara di wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur, Malaysia bukan surat suara tambahan.

baca juga

Hasyim memastikan surat suara tersebut akan tetap dihitung dalam proses penghitungan suara di PPLN, Kuala Lumpur.

"Lebih dari 60 ribu surat suara itu bukan baru tiba saat penghitungan suara, itu sudah tiba di kantor pos sejak kemarin. Nah kantor pos itu ngirim ke alamat PPLN itu sehari cuman sekali. Ini saya sudah perintahkan, surat suara itu tetap harus diterima dan dihitung hari ini," ujar Hasyim di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Caleg DPR RI Dapil Jabar yang Gagal, Mulai Menag Hingga Mulan Jameela

Ini Caleg DPR RI Dapil Jabar yang Gagal, Mulai Menag Hingga Mulan Jameela

News | Jum'at, 17 Mei 2019 | 10:06 WIB

BPN Prabowo  Sebut Teroris yang Mau Lakukan Teror saat 22 Mei Tak Netral

BPN Prabowo Sebut Teroris yang Mau Lakukan Teror saat 22 Mei Tak Netral

News | Jum'at, 17 Mei 2019 | 09:54 WIB

Selidiki Kematian Petugas KPPS, Komnas HAM Sebar Tim Ke 6 Provinsi

Selidiki Kematian Petugas KPPS, Komnas HAM Sebar Tim Ke 6 Provinsi

News | Jum'at, 17 Mei 2019 | 09:52 WIB

Indikasi Teroris Saat Pengumuman Pemilu, KPU: Hidup Mati Urusan Tuhan

Indikasi Teroris Saat Pengumuman Pemilu, KPU: Hidup Mati Urusan Tuhan

News | Jum'at, 17 Mei 2019 | 09:15 WIB

Belum Berizin, Alumni Aktivis 98 Tetap Mau Aksi Nginap di Gedung KPU

Belum Berizin, Alumni Aktivis 98 Tetap Mau Aksi Nginap di Gedung KPU

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 20:05 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×