Indikasi Teroris Saat Pengumuman Pemilu, KPU: Hidup Mati Urusan Tuhan

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Jum'at, 17 Mei 2019 | 09:15 WIB
Indikasi Teroris Saat Pengumuman Pemilu, KPU: Hidup Mati Urusan Tuhan
Ilustrasi Gedung KPU [suara.com/Handita Fajaresta]

Suara.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum atau KPU RI, Hasyim Asy'ari mengaku tak khawatir akan indikasi serangan teroris saat hari pengumuman hasil Pemilu 2019. Hasyim menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Menurut Hasyim, perkara hidup dan mati sudah menjadi kuasa sang pencipta. Sehingga, dirinya pun tidak terlalu khawatir atas ancaman teroris yang bakal menyerang Kantor KPU RI pada hari pengumuman hasil Pemilu 2019 tanggal 22 Mei nanti.

"Kami para anggota KPU ini insyaallah orang beragama ya. Urusan hidup mati urusan Tuhan, caranya macam-macam. Orang mau ancam apapun, itu ancaman, tapi semua urusan Tuhan. Semua kita serahkan kepada takdir Allah SWT," kata Hasyim di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

"Mati sebagai anggota KPU, mati tidak jadi anggota KPU, saatnya mati ya mati. Sudah ada takdirnya," imbuh dia.

Sementara itu, Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi menilai rencana aksi demonstrasi yang akan dilakukan pada hari pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh beberapa pihak, sah-sah saja dilakukan sebagai bagian dari kebebasan berpendapat.

Namun, terkait adanya indikasi akan ditunggangi serangan teroris, pihaknya sepenuhnya menyerahkan kepada aparat kepolisian dan intelejen untuk melakukan pengamanan dan tindakan preventif.

"Kami tidak mempermasalahkan kalau ada aksi massa demonstrasi dan seterusnya. Tapi kalau mengarah pada tindakan teror, itu tentu menjadi kewajiban aparat penegak hukum untuk mendeteksi mengantisipasi dan melakukan langkah-langkah pencegahan," ujar Pramono.

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan telah memiliki informasi adanya indikasi serangan teroris yang menyasar KPU RI di tengah-tengah aksi massa yang direncanakan pada hari pengumuman hasil Pemilu 2019.

Sebanyak 32 ribu personel aparat gabungan TNI-Polri telah disiapkan untuk mengantisipasi ancaman tersebut.

baca juga

"Karena sudah ada indikasi. Mereka (teroris) sepakat melakukan serangan saat massa berkumpul di KPU. Ini perlu kami antisipasi secara maksimal," ujar Dedi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Berizin, Alumni Aktivis 98 Tetap Mau Aksi Nginap di Gedung KPU

Belum Berizin, Alumni Aktivis 98 Tetap Mau Aksi Nginap di Gedung KPU

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 20:05 WIB

Tak Sepakat dengan Arief, Sandi: Pajak Penting, Neraca Dagang Kita Jeblok

Tak Sepakat dengan Arief, Sandi: Pajak Penting, Neraca Dagang Kita Jeblok

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 18:42 WIB

Wiranto: Tim Asistensi Hukum Bukan Intelijen!

Wiranto: Tim Asistensi Hukum Bukan Intelijen!

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 15:30 WIB

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Prabowo: Pastilah Mereka Mati Syahid

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Prabowo: Pastilah Mereka Mati Syahid

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 13:26 WIB

Prabowo Bandingkan Penanganan Ratusan Petugas KPPS Meninggal dengan Sapi

Prabowo Bandingkan Penanganan Ratusan Petugas KPPS Meninggal dengan Sapi

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 13:06 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×