Kisah Toleransi dalam Sepotong Piza Agnes Claudia untuk Ojek Online

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Kisah Toleransi dalam Sepotong Piza Agnes Claudia untuk Ojek Online
Kisah Agnes Claudia dan Sepotong Pizza

"Saya cuma ingin give back. Aku nggak berpikir banyak, nggak pandang backgroundnya apa, agama, suku, rasnya apa. Ya sudah kasih ya kasih saja," kata Agnes Claudia

Suara.com - Nama Agnes Claudia belakangan ramai dibicarakan oleh warganet seusai memesan piza via ojek online, yang ternyata sengaja dilakukan agar sang driver ojol bisa berbuka dengan keluarga memakai penganan khas Italia tersebut.

Meski beragama Katolik, Agnes Claudia tak ragu untuk berbagi dengan driver ojol yang berbeda agama dengannya.

Aksi terpuji Agnes Claudia ini banyak menginspirasi banyak orang. Tak sedikit dari mereka yang mengikuti jejak Agnes Claudia melalui gerakan berbagi dengan ojol lewat Wahyoo Challenge.

Saat bertandang ke kantor redaksi Suara.com, Senin (20/5/2019), berbagi dengan sesama sudah terpatri dalam diri Agnes Claudia.

Sejak kecil, sang ayah selalu mengajarkan Agnes Claudia untuk tak takut kekurangan, dengan semakin sering berbagi.

Saat dewasa, Agnes Claudia  semakin sering berbagi. Ia mengikuti sejumlah komunitas berbagi hingga bakti sosial untuk membantu sesama, meski memiliki latar belakang agama yang berbeda dengannya.

"Saya cuma ingin give back. Aku enggak berpikir banyak, enggak pandang backgroundnya apa, agama, suku, rasnya apa. Ya sudah kasih ya kasih saja, yang penting keinginan saya mau berbagi ke orang lain tercapai," kata Agnes Claudia.

Berbagi Diam-diam Berujung Viral

Agnes Claudia sendiri mengakui tak menyangka niatnya berbagi secara diam-diam justru menjadi viral.

Aksi berbagi itu muncul saat ia mendapatkan keuntungan lebih dari usaha sampingan jasa titip (jastip) produk luar negeri yang ia lakoni.

Sepulang bekerja pada Selasa (7/5/2019) sore, Agnes Claudia melihat banyak ojol berbaris menunggu orderan tak jauh dari tempat ia bekerja di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Terlintas dalam pikiran Agnes Claudia untuk berbagi dengan ojol tersebut.

"Kalau di Jakarta sudah banyak yang berbagi, kalau di Tangerang kan jarang. Mumpung masih di sini, ya sudah berbagi pesan piza buat ojol dan keluarganya berbuka puasa," ungkap Agnes Claudia.

Piza dipilih sebagai makanan berbagi lantaran makanan tersebut mudah dibagi-bagi. Ia tak menceritakan aksi berbaginya itu kepada siapa pun.

Sampai akhirnya hanya berselang beberapa jam, ia mendapatkan kabar dari temannya bahwa nama Agnes Claudia mendadak viral di media sosial. Satu per satu pemberitaan mengenai aksi berbaginya bermunculan.

"Kaget ya kok tiba-tiba jadi ramai. Keluarga juga sempat kaget melihatnya sampai seramai ini," imbuh Agnes Claudia.

Prihatin dengan Maraknya Kasus Intoleransi

Agnes Claudia mengakui cukup prihatin terhadap kondisi masyakarat Indonesia saat ini. Ciri khas masyarakat Indonesia yang dinilai ramah dan kekeluargaan seakan perlahan mulai sirna.

Ia menyaksikan sendiri banyaknya warganet yang berperang hanya mementingkan kepentingan agama sendiri-sendiri.

Padahal, Indonesia merupakan negara penuh keberagaman yang berlandaskan Bhineka Tunggal Ika.

"Cukup kaget sama komennya netizen, bisa ribut sendiri membela agama masing-masing. Padahal kita dari kecil sudah diajari Bhineka Tunggal Ika, belajar toleransi umat beragama," keluh Agnes Claudia.

Agnes Claudia yang bergabung dengan banyak organisasi bakti sosial ini mengakui, Indonesia kekinian semakin melupakan makna toleransi sesungguhnya.

Ia berharap, dengan aksi kecil yang telah dilakukannya ini dapat kembali mengingatkan masyarakat dengan makna toleransi sesungguhnya.

"Semoga dengan adanya aksi kecil, penularan positif dari saya ini bisa memunculkan hal-hal positif. Saya yakin sesungguhnya semua orang punya niat yang baik, ingin saling rangkul tinggal gimana niat ini kembali diserukan lagi," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS