Apakah Wanita Haid dan Nifas Bisa Mendapat Keutamaan Lailatul Qadar?

Kamis, 23 Mei 2019 | 19:34 WIB
Apakah Wanita Haid dan Nifas Bisa Mendapat Keutamaan Lailatul Qadar?
Ilustrasi salat berjamaah (Alarabiya.net)

Suara.com - Malam Lailatul Qadar merupakan malam kemuliaan yang lebih baik daripada 1.000 Malam. Semua orang berlomba-lomba untuk bisa meraih berbagai keutamaan Lailatul Qadar pada 10 malam terakhir Bulan Ramadan.

Namun, tidak semua orang bisa melakukan salat malam hingga berbagai amalan lainnya agar mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar. Mereka adalah wanita haid hingga wanita sedang dalam masa nifas setelah melahirkan. Lantas apakah mereka masih tetap bisa mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar.

Suara.com melansir dari NU.co.id, Kamis (23/5/2019), pertanyaan ini juga pernah ditanyakan oleh Juwaibir bin Said Al-Balkhi kepada Adh-Dhahhak. Bukan hanya wanita haid dan nifas saja, bahkan orang yang tertidur pun ditanyakan nasibnya kepada Adh-Dhahhak.

"Jubair berkata, ‘Aku pernah bertanya kepada Adh-Dhahhak, bagaimana pendapatmu mengenai wanita yang sedang nifas, haid, orang yang bepergian (musafir), dan orang tidur, apakah mereka bisa memperoleh bagian dari Lailaltul Qadar? Jawabnya, ya, mereka masih bisa memperoleh bagian. Setiap orang yang Allah SWT menerima amalnya maka Allah SWT akan memberikan bagiannya dari Lailatul Qadar," (Lihat Ibnu Rajab Al-Hanbali, Latha`iful Ma’arif fima Limawasimil ‘Am minal Wazha`if, halaman 264).

Dari penjelasan tersebut maka jelas bahwa wanita yang sedang haid sekalipun masih tetap bisa mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar. Sebab, setiap orang yang Allah terimna amalannya, maka Allah akan memberinya bagian dari Lailatul Qadar.

Untuk tetap bisa meraih Lailatul Qadar, masih ada amalan yang tetap bisa dikerjakan oleh wanita haid dan nifas. Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain menjelaskan tingkatan dalam menghidupkan Lailatul Qadar.

Pertama, menghidupkan Lailatul Qadar dilakukan dengan memperbanyak salat. Ini merupakan tingkatan yang paling tinggi.

Kemudian kedua, dapat dilakukan dengan memperbanyak zikir. Ini merupakan tingkatan yang sedang.

Sementara untuk tingkatan ketiga yakni tingkatan terendah atau minimalis dengan melakukan salat isya dan subuh berjamaah.

"Tingkatan menghidupkan lailatul qadar ada tiga. Yang tertinggi adalah menghidupkan lailatul qadar dengan shalat. Sedang tingkatan yang sedang adalah menghidupkan lailatul qadar dengan zikir. Tingkatan terendah adalah menjalankan shalat Isya dan Subuh berjamaah," (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, Beirut, Darul Fikr, halaman 198).

Dari ketiga tingkatan tersebut, tingkatan yang paling mungkin bisa dilakukan oleh wanita haid dan nifas adalah tingkatan kedua, yakni memperbanyak zikir. Wanita haid dan nifas bisa menghabiskan malamnya dengan memperbanyak zikir, berdoa dan beristigfar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI