'Rajawali Tanpa Sarang', Sosok Buya Syafii Maarif di Mata Muhammadiyah

Rendy Adrikni Sadikin

Jum'at, 31 Mei 2019 | 11:10 WIB
'Rajawali Tanpa Sarang', Sosok Buya Syafii Maarif di Mata Muhammadiyah
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Syafii Maarif. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Sebuah tajuk ditulis oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, untuk memperingati milad ke-84 sesepuh mereka, Ahmad Syafii Maarif atau yang karib disapa Buya Syafii Maarif.

Tulisan berjudul 'Buya Syafii Mencintai Muhammadiyah' tersebut diunggah ke laman situs resmi milik Muhammadiyah. Tajuk itu dipublikasikan pada 31 Mei 2019, di hari milad Buya Syafii Maarif.

Banyak hal, termasuk pandangan Muhammadiyah terhadap Buya Syafii Maarif, ditumpahkan dalam tulisan sepanjang 10 paragraf itu. Pun ditulis kelakar Buya Syafii Maarif ketika awal-awal dipanggil Buya.

Dalam tulisannya, Haedar Nashir menyebut betapa Buya Syafii Maarif menjadi panutan bagi Muhammadiyah. Dia menyebut Buya Syafii Maarif sebagai tokoh yang egaliter, humanis dan demokratis.

Haedar Nashir mengibaratkan sosok Buya Syafii Maarif sebagai rajawali yang enggan membangun sarangnya. Ya, Buya Syafii Maarif tak membangun dinasti untuk diri dan keluarganya, tetapi untuk Muhammadiyah.

Berikut tulisan lengkap Haedar Nashir yang dilansir SUARA.com dari laman situs Muhammadiyah.or.id, Jumat (31/5/2019):

Buya Syafii Mencintai Muhammadiyah

Oleh: Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah)

Hari ini 31 Mei 2019 Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif berulang tahun ke-84. Kita akrab menyebutnya Buya atau Buya Syafii. Meski, ketika awal dipanggil Buya, sering beliau menimpali dengan seloroh, "Apa Buya, nanti buaya". Jawaban sangat egaliter seperti orangnya.

baca juga

Kita sulit menemui tokoh besar yang begitu egaliter, humanis, dan demokratis seperti sosok kelahiran Sumpur Kudus Sumatra Barat ini. Dikritik, disela, dan bahkan dihujatpun tak pernah marah dan menunjukkan murka. Selalu senyum dan menjawab, "biarkan saja", ketika banyak hujatan kepadanya karena pikiran dan pernyataannya yang bagi sebagian menudingnya liberal.

Hal yang menakjubkan dari Ketua PP Muhammadiyah 2000-2005 ini ialah pengkhidmatannya yang luar biasa untuk Muhammadiyah, selain untuk umat dan bangsa. Sering ketemu selalu berpesan, "Dar, jaga Muhammadiyah".

Pasca tidak menjadi Ketua PP Muhammadiyah, Buya Syafii masih terus berkhidmat untuk Persyarikatan. Beliau sendiri yang minta menjadi Ketua Panitia Pembangunan Madrasah Muallimin di area baru. Padahal pasca gempa Yogya, Buya sudah membangunkan gedung utama Madrasah bersejarah tempat dirinya menimba ilmu itu. Kini gedung baru di lahan sekitar 6 hektar itu sedang dibangun kampus baru Muallimin senilai sekitar 500 milyar. Buya ke sana ke mari mencarikan dana dengan resiko ada yang kritik dan kadang sinis. Tapi beliau tetap jalan demi Muallimin sekolah kader kebanggaan Muhammadiyah.

Di usianya yang senja, Buya tidak membangun dinasti untuk diri dan keluarganya, tetapi untuk Muhammadiyah. Kecintaannya pada Muhammadiyah lahir dari hati, tidak dengan retorika dan citra. Kepada anak-anak di Suara Muhammadiyah pun selalu mendampingi. Selalu berpesan dan mengajak kerja keras agar SM baik majalah maupun perusahaan semakin besar dan maju. Ketika bertemu, selalu bertanya, "bagaimana Muhammadiyah?. Lalu berpesan, "jaga kekompakan Persyarikatan ya". Ucapannya tidak basa-basi, keluar dari hati.

Kami hormat dan merasa kecil menyaksikan kiprah Buya Syafii. Demikian pula dengan sosok-sosok bersahaja seperti Pak Muhlas Abror dan Pak Rosyad Sholeh. Itulah figur-figur tulus dan otentik Muhammadiyah. Apa yang keluar dari ucapannya ialah suara hati, tidak dibuat-buat. Komitmen dan pikirannya tentang Muhammadiyah selain paham jg lahir dari penghayatan yang menyatu dengan pengkhidmatannya. Ketiganya selalu berusaha memposisikan Muhammadiyah dalam koridornya sebagai gerakan dakwah dan ormas keagamaan sesuai Kepribadian dan Khittah. Tidak berusaha menarik-narik organisasi Islam ke politik praktis dan yang tidak sejiwa dengan karakter gerakan Islam yang didirikan Kyai Ahmad Dahlan tahun 1912 itu.

Sikap hidup ketiganya sama sekali jauh dari pencitraan ala burung merak, tetapi apa adanya. Tdak biasa berselancar dalam ucapan dan tindakannya. Sosok-sosok seperti ini mungkin tidak heroik di sebagian kalangan umat atau warga Persyarikatan, namun sungguh kuat jiwa keteladanan dan pengkhidmatannya. Ketiganya seperti pada umumnya tokoh dan lebih-lebih kita memilki kekurangan, tetapi tulus dan menujukkan bukti kata sejalan tindakan. Jika menyangkut Muhammadiyah tidak menuntut yang tidak semestinya, apalagi sampai menghakimi Perayarikatan dengan pernyataan-pernyataan negatif. Muhammadiyah selalu dihimbau agar tetap dalam jatidirinya sebagai gerakan Islam dan dakwah yang sejalan Kepribadian dan Khittah.

Kita rindu tokoh-tokoh Muhammadiyah yang apa adanya seperti Buya, Pak Muhlas, dan Pak Rosyad yang dalam menyikapi keadaan segawat apapun senantiasa memposisikan diri selaku orang Muhammadiyah yang tidak larut dalam tarikan pihak dan kepentingan lain. Sikap dan pikirannya lurus, kalaupun mengkritik tetap tawazun. Kita perlu belajar banyak dari figur-figur yang sepi popularitas dan tetap bersahaja itu.

Selamat ulang tahun Buya Syafii. Dengan kiprah yang tak kenal lelah dalam memajukan Muhammadiyah, Buya Syafii seakan ingin memberi pesan kepada kita, kalau betul-betul merasa Muhammadiyah, bantulah gerakan Islam ini. Kalau belum dapat membantu, setidaknya jangan banyak menuntut dan membebani Muhammadiyah.

Buktikan kecintaan pada Muhammadiyah dengan pengkhidmatan nyata tanpa kata. Sungguh luhur sikap hidup tokoh Muhammadiyah yang bersahaja ini. Kami yang lebih muda dibuatnya malu dengan jejak langkahnya yang nirpamrih. Buya Syafii bagi Muhammadiyah ibarat burung Rajawali, yang gagah dan terbang ke angkasa tinggi, tetapi tak mau membangun sarangnya sendiri!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1440 Hijriah Jatuh pada Tanggal 5 Juni

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1440 Hijriah Jatuh pada Tanggal 5 Juni

News | Kamis, 30 Mei 2019 | 22:12 WIB

Muhammadiyah: Mustofa Nahra Tersangka Hoaks Tak Aktif 2 Tahun Terakhir

Muhammadiyah: Mustofa Nahra Tersangka Hoaks Tak Aktif 2 Tahun Terakhir

News | Selasa, 28 Mei 2019 | 20:50 WIB

Muhammadiyah Kecam Ulah Para Perusuh di Jakarta

Muhammadiyah Kecam Ulah Para Perusuh di Jakarta

News | Kamis, 23 Mei 2019 | 13:55 WIB

Ungkap Penyebab Ratusan KPPS Gugur, Muhammadiyah Bentuk Tim Dokter Forensik

Ungkap Penyebab Ratusan KPPS Gugur, Muhammadiyah Bentuk Tim Dokter Forensik

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 12:43 WIB

Usul Bikin Zaken Kabinet, Buya Syafii: Agar Presiden Jokowi Berdaulat

Usul Bikin Zaken Kabinet, Buya Syafii: Agar Presiden Jokowi Berdaulat

News | Kamis, 09 Mei 2019 | 16:58 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:38 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:17 WIB

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:01 WIB

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:50 WIB