Ceramah Felix Siauw Lebih Diminati Kelompok Islamis Eksklusif di 10 PTN

Ade Indra Kusuma, Muhammad Yasir

Sabtu, 01 Juni 2019 | 19:16 WIB
Ceramah Felix Siauw Lebih Diminati Kelompok Islamis Eksklusif di 10 PTN
Ustadz Felix Siauw [Facebook]

Suara.com - Ceramah Felix Siauw Lebih Diminati Kelompok Islamis Eksklusif di 10 PT

Direktur Riset Setara Institut, Halili mengungkapkan tulisan atau ceramah Felix Siauw lebih diminati atau mendapat tempat di kelompok gerakan keagamaan eksklusif Islamis yang berada di beberapa perguruan tinggi negeri. Bahkan, ceramah ustadz asal Palembang itu lebih diminati dibandingkan ceramah dan tulisan cendikiawan muslim sekaligus Mantan Menteri Agama, M. Quraish Shihab.

Hal itu dikatakan Halili berdasar penelitian Setara Institut bertajuk 'Wacana dan Gerakan Keagamaan di Kalangan Mahasiswa: Memetakan Ancaman atas Negara Pancasila di PTN'. 

Dari hasil penelitian yang dilakukan di 10 PTN yakni, Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Institut Teknologi Bandung, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Mataram, diketahui karya literatur tokoh cendikiawan muslim yang cukup mempuni seperti M. Quraish Shihab dan Musthafa Bisri atau Gus Mus justru tidak mendapat tempat di forum-forum kelompok Islamis eksklusif.

"Tulisan tokoh-tokoh lain dengan kepakaran agama sangat mumpuni seperti M. Quraish Shihab, Musthafa Bisri (Gus Mus), dan M Zainul Majdi (TGB) tidak mendapat tempat dalam forum-forum tertutup kelompok Islamis tersebut. Mereka lebih suka menyimak tulisan atau ceramah Felix Siauw, Salim A Fillah, dan Adi Hidayat," kata Halili di saat menyampaikan hasil penelitian Setara Institut di Hotel Ibis, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (31/5/2019).

Lebih lanjut, Halili mengatakan surutnya iklim diskusi ilmiah di 10 PTN yang menjadi wilayah riset tersebut secara tidak langsung dapat disimpulkan turut mendorong percepatan tumbuhnya lingkungan yang memungkinkan (enabling environment) terjadinya dominasi wacana keagamaan eksklusif ala gerakan Tarbiyah dan Tahririyah. Secara bersamaan mereka disebut Halili juga mengalami kekeringan spiritualitas masyarakat modern dan perkotaan. 

Sementara itu, Halili mengungkapkan gerakan keagamaan eksklusif tidak hanya menawarkan pemahaman Islam sebagai ‘teologi pascakematian’, tapi juga membangun ghirah keislaman untuk bangkit dari ketertindasan oleh konspirasi nasional dan global serta memiliki kewaspadaan yang tinggi dalam perang pemikiran (ghazwul fikr) yang sedang berlangsung. 

Dalam suasana perang yang diindoktrinasikan tersebut, kata Halili, mereka pun hanya membaca literatur-literatur keislaman tokoh-tokoh mereka, seperti Hasan Albanna dan Aidh Alqarni. 

"Pemikiran dari kaum Islam pluralis dan pembaharu di Indonesia seperti Nurcholish Madjid, Ahmad Syafii Maarif, Abdurrahman Wahid, tidak pernah mereka diskusikan, kecuali dalam konteks indoktrinasi bahaya ancaman pemikiran liberal," ungkapnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemobil Teriaki Ustadz Maulana saat Ceramah, Responsnya Malah Kocak

Pemobil Teriaki Ustadz Maulana saat Ceramah, Responsnya Malah Kocak

Otomotif | Senin, 20 Mei 2019 | 14:15 WIB

Wiranto: Khatib Ceramah Ngomporin Orang Berkelahi, Itu Salah!

Wiranto: Khatib Ceramah Ngomporin Orang Berkelahi, Itu Salah!

News | Rabu, 06 Februari 2019 | 21:06 WIB

JK: Cermah Ustadz Somad Lucu-lucu, Saya Ketawa Kalau Dengar

JK: Cermah Ustadz Somad Lucu-lucu, Saya Ketawa Kalau Dengar

News | Selasa, 04 September 2018 | 16:42 WIB

Terkini

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB