Kondisi Mini Zoo Kostrad Cilodong Viral, Makanan Busuk hingga Air Kotor

Rendy Adrikni Sadikin | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Kondisi Mini Zoo Kostrad Cilodong Viral, Makanan Busuk hingga Air Kotor
Kondisi mini zoo di markas Kostrad Cilodong pada Minggu (9/6/2019) - (Twitter/@halocilukba)

Ember makanan burung kasuari pun hanya berisi tumpukan pisang busuk yang sudah berlendir.

Suara.com - Baru-baru ini para pegiat pencinta binatang dibuat gusar oleh kondisi mini zoo di markas Divisi Infanteri 1/Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Kondisi mini zoo di sana mendapat banyak sorotan publik setelah akun jejaring sosial Twitter @halocilukba mengunggah foto-fotonya, Senin (10/6/2019) kemarin. Disebutkan, foto-foto tersebut diambil pada Minggu (9/6/2019).

Kolam yang dihuni buaya tampak sangat kotor hingga berwarna hijau pekat. Dikabarkan, kura-kura pun juga hidup di sana. Tak hanya itu, burung kasuari yang dipelihara di markas Kostrad Cilodong juga terlihat mengenaskan.

Selain harus terperangkap dalam kandang yang kotor, burung kasuari di sana juga tidak diberi makanan yang layak. Disebutkan, tumpukan pisang di ember dalam kandang telah membusuk, bahkan berlendir.

Sama seperti nasib si burung khas Papua, monyet di sana juga harus mendiami kandang yang penuh sampah dan juga batu bata yang berserakan.

Kondisi mini zoo di markas Kostrad Cilodong pada Minggu (9/6/2019) - (Twitter/@halocilukba)
Kondisi mini zoo di markas Kostrad Cilodong pada Minggu (9/6/2019) - (Twitter/@halocilukba)

Pengguna akun @halocilukba mengaku sungkan untuk menanyakan langsung kondisi tersebut saat berkunjung ke lokasi.

Ia pun memutuskan untuk menyebarkan potretnya ke Twitter, dengan maksud memberi tahu pihak-pihak lain yang peduli agar bisa membantu memperbaiki kehidupan satwa di mini zoo Kostrad Cilodong.

Rupanya banyak warganet yang menaruh perhatian pada kondisi lingkungan mini zoo itu. Cuitan dari @halocilukba pun telah di-retweet lebih dari 12 ribu kali.

Cuitan yang seketika viral itu bahkan telah sampai ke Pemkot Depok. Melalui akun Twitter @pemkotdepok, mereka menjawab, "Baik, terima kasih. Laporan dapat disampaikan melalui aplikasi SIGAP Kota Depok."

Organisasi kesejahteraan hewan Garda Satwa Indonesia pun ikut turun tangan, dengan membantu membagikan kabar tersebut ke media sosial dan menghubungi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jabar).

Tak sampai di situ, masalah ini bahkan juga disoroti oleh World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, organisasi konservasi independen terbesar di Tanah Air.

Berkat banyaknya pihak yang ikut menunjukkan kepedulian, menurut Garda Satwa Indonesia, masalah terkait kondisi mini zoo Kostrad Cilodong telah ditelusuri BBKSDA Jabar.

Berdasarkan perkembangan terkini dari pengguna akun @arintata, yang mengaku mendapat kabar dari Kepala BKSDA Jakarta Ahmad Munawir, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kepala BBKSDA Jabar telah mulai menindaklanjuti kasus ini.

Sekarang pun, @halocilukba mengabarkan, Selasa (11/6/2019), pihak Kostrad Cilodong telah membersihkan mini zoo-nya dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

"THANK YOU THE POWER OF THE INTERNET! Kolamnya/mini zoo-nya sudah dibersihkan, dan Divisi 1 Kostrad juga sudah berkoordinasi dengan pihak dari balai konservasi mengenai satwa-satwa yang ada di sana," kicau @halocilukba.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS