Banjir Melanda Kawasan Perbatasan Indonesia - Malaysia

Chandra Iswinarno

Jum'at, 14 Juni 2019 | 15:38 WIB
Banjir Melanda Kawasan Perbatasan Indonesia - Malaysia
Banjir setinggi 60 centimeter akibat luapan Sungai Mahakam di kawasan hulu terjadi di beberapa daerah. [Antara]

Suara.com - Meluapnya Sungai Mahakam di kawasan hulu menyebabkan pemukiman penduduk di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang berada di wilayah perbatasan dengan Malaysia terendam banjir.

Genangan air akibat luapan sungai terbesar di Kalimantan Timur tersebut mencapai 60 centimeter.

Banjir di Kabupaten Mahulu tersebut terjadi sejak Kamis (13/6/2019) pagi dengan diawali dari kawasan hulu, yakni dari Kecamatan Long Apari, kemudian Kecamatan Long Pahangai mulai kena pada siang harinya dan dilanjutkan ke Kecamatan Long Bagun pada sore.

"Kalau untuk Kecamatan Long Bagun, air mulai naik ke kawasan pemukiman kemarin sore sekitar pukul 17.00. Naiknya cukup cepat sehingga siang ini di atas pinggang, sekitar 60 cm," ujar seorang ASN pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mahulu di Ujoh Bilang, Wijana seperti dilansir Antara, Jumat (14/6).

Saat ini beberapa pemukiman warga di kecamatan hilirnya Long Bagun juga sudah terendam banjir, yakni beberapa titik di Kecamatan Laham. Hujan terjadi hampir setiap hari, termasuk tadi malam di kawasan itu juga hujan sehingga menambah volume air.

Belum diketahui pernyataan resmi dari pemerintah setempat berapa jumlah KK yang terendam, namun diperkirakan ada ribuan rumah penduduk terdampak banjir yang tersebar pada lima kecamatan dengan kawasan paling hilir yang saat ini juga terdampak banjir adalah di Kecamatan Long Hubung.

Menurut Wijana, ketinggian air yang rata-rata 60 cm tersebut untuk kawasan yang memiliki dataran sedang, sementara untuk pemukiman yang lebih rendah tentu kedalaman banjirnya juga lebih dalam.

Saat ada beberapa keluarga terdampak banjir yang mengungsi ke berbagai titik, seperti ke kawasan yang lebih tinggi, Gereja Katolik, dan Gereja Kristen.

Seperti kejadian sebelumnya, jika di kawasan hulu Mahakam air meluap, dipastikan akan berdampak ke sejumlah daerah di hilirnya seperti Kabupaten Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Kota Samarinda, sehingga banjir di Samarinda yang saat ini mulai surut, maka warga perlu waspada mendapat banjir kiriman dari hulu Mahakam. (Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diterjang Banjir Besar, Jalur Trans Sulawesi di Morowali Terputus

Diterjang Banjir Besar, Jalur Trans Sulawesi di Morowali Terputus

News | Jum'at, 14 Juni 2019 | 15:27 WIB

Banjir di Sulawesi, Sejumlah Jalan di Konawe Sulit Dilewati

Banjir di Sulawesi, Sejumlah Jalan di Konawe Sulit Dilewati

News | Kamis, 13 Juni 2019 | 14:12 WIB

Kapal Nelayan Dikerahkan Bantu Korban Banjir di Sulawesi

Kapal Nelayan Dikerahkan Bantu Korban Banjir di Sulawesi

News | Kamis, 13 Juni 2019 | 12:16 WIB

Kirim Tenaga Medis dan Obat, Dinkes Sultra Tangani Korban Banjir Konawe

Kirim Tenaga Medis dan Obat, Dinkes Sultra Tangani Korban Banjir Konawe

Health | Rabu, 12 Juni 2019 | 10:44 WIB

Korban Jiwa Akibat Banjir di Samarinda Tembus 30.580 Orang

Korban Jiwa Akibat Banjir di Samarinda Tembus 30.580 Orang

News | Rabu, 12 Juni 2019 | 05:32 WIB

Terkini

APNI Minta Bursa Mineral Prioritaskan Produsen Nasional dan Transaksi Fisik

APNI Minta Bursa Mineral Prioritaskan Produsen Nasional dan Transaksi Fisik

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Bukan Cuma Angkut Orang, Perpres Ojol Akan Atur Tarif Barang dan Makanan

Bukan Cuma Angkut Orang, Perpres Ojol Akan Atur Tarif Barang dan Makanan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!

Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Minta Polisi Buka Barikade, Mahasiswa: Bapak Nggak Capek Lindungi Pejabat yang Enak di Istana?

Minta Polisi Buka Barikade, Mahasiswa: Bapak Nggak Capek Lindungi Pejabat yang Enak di Istana?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:16 WIB

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Selamat! Dikta eks Yovie And Nuno Resmi Menikah

Selamat! Dikta eks Yovie And Nuno Resmi Menikah

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?

Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:02 WIB

×