Bikin Syok, 4 Fakta Terbaru Kasus Suami Gadai Istri Rp 250 Juta

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara
Bikin Syok, 4 Fakta Terbaru Kasus Suami Gadai Istri Rp 250 Juta
Hori, tersangka kasus pembunuhan sekaligus penggadai istri. (Suara.com/Achmad Ali)

Berawal dari gadaikan istri seharga Rp 250 juta hingga tragedi salah bunuh orang

Suara.com - Kisah seorang suami menggadaikan istrinya di Lumajang, Jawa Timur menjadi sorotan publik. Hori (43) tega menggadaikan istrinya Lasmini alias Lasmi (32) kepada orang lain bernama Hartono sebagai jaminan untuk menebus utang hingga Rp 250 juta.

Agar bisa kembali bersama sang istri, Hori merencanakan pembunuhan terhadap Hartono. Namun, ternyata orang yang dibunuh oleh Hori bukanlah Hartono.

Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban mengakui kasus ini merupakan kasus cukup unik yang melatar belakangi sebuah pembunuhan. Berikut Suara.com merangkum beberapa fakta dibalik kasus Hori yang tega menggadaikan sang istri.

1. Salah Bunuh Orang

Maksud hati ingin kembali bersama sang istri, namun apa daya Hori tak memiliki cukup uang untuk menebus istrinya. Ia sempat menawarkan sebidang tanah sebagai pengganti utang sebesar Rp 250 juta kepada Hartono, namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh Hartono.

Tak kehabisan akal, Hori merencanakan pembunuhan terhadap Hartono agar bisa membawa Lasmi, istrinya kembali. Ia berhasil melakukan pembunuhan, namun bukan Hartono yang dibunuh.

Hori, tersangka kasus pembunuhan sekaligus penggadai istri. (Suara.com/Achmad Ali)
Hori, tersangka kasus pembunuhan sekaligus penggadai istri. (Suara.com/Achmad Ali)

Hori salah mengeksekusi orang. Sosok yang dibunuh oleh Hori adalah Muhammad Toha (34). Kesalahan itu terjadi lantaran Hori melihat korban mirip dengan Hartono.

Seusai membacok korban hingga tewas, Hori baru menyadari orang yang ia bacok bukanlah Hartono. Dari hasil penelusuran polisi, korban masih memiliki hubungan keluarga dengan Hori dan memang memiliki wajah mirip Hartono.

2. Hori dan Lasmi Kumpul Kebo

Hori pertama kali bertemu dengan Lasmi saat sama-sama menjadi TKI di Malaysia. Sepulangnya dari Malaysia, Hori dan Lasmi hidup bersama dan memiliki seorang anak.

Saat pihak kepolisian menanyakan keberadaan surat nikah, Hori tidak bisa membuktikannya. Meski demikian Hori tetap bersikeras bahwa pernikahannya telah tercatat di KUA.

Lasmini, istri yang digadaikan Hori ke orang lain seharga Rp 250 juta. (Suara.com/Achmad Ali)
Lasmini, istri yang digadaikan Hori ke orang lain seharga Rp 250 juta. (Suara.com/Achmad Ali)

Pengakuan berbeda diberikan oleh Lasmi. Ia mengaku selama 10 tahun lebih ia hidup bersama Hori tanpa ikatan pernikahan apapun alias kumpul kebo.

"Saya kenalnya di Medan saat bekerja di kebun sawit. Saya tidak pernah menikah tapi tinggal serumah sampai punya satu anak," ujar Lasmi.

3. Jual Anak Rp 500 Ribu

Tak hanya tega menggadaikan sang istri, Hori ternyata juga pernah menjual anak kandungnya yang berusia 10 bulan sebesar Rp 500 ribu.

"Kamu dulu kalah judi, anakku kamu jual," ujar Lasmi.

Hori nekat menjual anaknya lantaran kalah judi. Beruntung, anaknya dijual kepada saudara dari Hori sendiri, kejadian itu terjadi tujuh tahun silam.

4. Istri Nikah Siri dengan Hartono

Setelah hampir setahun digadaikan, Hartono diam-diam telah menikahi Lasmi secara siri tanpa sepengetahuan Hori. Pernikahan tersebut terjadi sekitar dua bulan lalu.

Lasmini dan Hartono saat diinterogasi di Polres Lumajang. (Suara.com/Achmad Ali).
Lasmini dan Hartono saat diinterogasi di Polres Lumajang. (Suara.com/Achmad Ali).

Awalnya Hartono hanya merasa iba dengan kehidupan Lasmi yang serba kekurangan. Ia pun memberikan penghidupan yang cukup untuk Lasmi. Barulah setelah 5 bulan tinggal bersama setelah digadaikan Hori, Hartono menikahi Lasmi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS