Rocky Gerung Sebut Tim Hukum Jokowi Ngaco dan Baper

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Rabu, 19 Juni 2019 | 14:45 WIB
Rocky Gerung Sebut Tim Hukum Jokowi Ngaco dan Baper
Rocky Gerung. (Suara.com/Ali Achmad)

Suara.com - Kapabilitas Tim Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin mendapat sorotan dari pengamat Rocky Gerung.

Tokoh yang juga dikenal sebagai pengamat politik itu menyampaikan kritik pedasnya untuk argumentasi Tim Hukum 01 selama sidang kedua sengketa Pilpres 2019, Selasa (18/6/2019) kemarin. Ia terang-terangan menilai mereka sembarangan memakai teori hukum.

"Yusril Ihza Mahendra bahkan harus mengutip... iya, ayat dikutip, tapi juga pendapat filsuf hukum, misalnya Cesare Beccaria dan John Rawls. Walaupun itu keliru sebetulnya," kata Rocky Gerung di Catatan demokrasi Kita tvOne, Selasa.

"John Rawls enggak menulis buku The Theory... tapi 'A Theory of Justice'. Itu memperlihatkan bahwa penasihat akademis tim 01 itu ngaco itu," lanjutnya. "A theory maksudnya alternatif terhadap theories, gitu."

Rocky Gerung mengatakan, duel teori antara 01 dan 02 sebenarnya merupakan perdebatan yang bagus.

"Jadi, orang yang enggak ngerti atau tidak peduli dengan filsafat hukum, teori hukum, teori keadilan, segala macam, enggak usah ikut debat. Itu pasti enggak bisa nangkep," ujarnya.

Meski begitu, ia beranggapan bahwa reaksi Tim Hukum Jokowi tak mencerminkan kecakapan di bidangnya, karena menurut Rocky Gerung, mereka mudah terpancing.

"Nol satu ini akhirnya terpancing untuk duel teori itu karena 02 mulai dengan argumentasi teoritis kan," tutur Rocky Gerung.

"Saya melihat tadi agak kacau sebetulnya 01, bagian, karena dia mesti melayani..." tambahnya.

baca juga

Tak hanya itu, akademisi 60 tahun tersebut juga menyebut Tim Hukum Jokowi terbawa perasaan alias baper lantaran tidak berada di pihak tertuduh, tetapi bersikap defensif.

"Lawyers dari Pak Jokowi justru yang baper, padahal yang tertuduh atau yang tergugat kan KPU kan? Tapi kenapa Pak Yusril yang baper gitu? Agak ngaco itu kan? Mestinya KPU aja yang defensif," kata Rocky Gerung. "Ya dia terkait, hanya diperlukan kalau kebetulan kaitannya ke situ, tapi sebelum kaitannya diperlihatkan, dia udah terpancing, jadi bukan sudah terkait, terpancing."

Ia kemudian memberi penilaian lebih jauh terhadap Tim Hukum Jokowi berdasarkan kepentingan akademisnya sebagai ahli filsafat.

Menurutnya, kuasa hukum paslon nomor urut 01 telah gagal menangkap esensi dari dalil teoritis yang mereka lontarkan di persidangan.

"Dia kutip John Ralws. Kalau kutip John Rawls, artinya anti terhadap legal formalism itu. Justru John Rawls menentang legal formalism itu. Mengutip Cesare Beccaria, Cesare Beccaria mengagungkan reformasi hukum, progresif," jelas Rocky Gerung.

"Itu mestinya teori dari 02 kan, jadi ngaco itu 01, salah paradigma, salah teori, dan itu bisa dibantah ulang dan akan diperlihatkan bahwa ternyata kemampuan ilmu hukumnya terbatas. Jadi saya kasih kritik dari segi metode dan legal philosophies," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yusril Nilai Kesaksian Agus Maksum dari Kubu Prabowo Tak Ada Guna

Yusril Nilai Kesaksian Agus Maksum dari Kubu Prabowo Tak Ada Guna

News | Rabu, 19 Juni 2019 | 14:29 WIB

Sebut DPT Tidak Wajar, Agus Maksum: 10 Kali Lipat dari Jumlah Normal

Sebut DPT Tidak Wajar, Agus Maksum: 10 Kali Lipat dari Jumlah Normal

News | Rabu, 19 Juni 2019 | 13:58 WIB

Saksi Prabowo Ngotot Bilang DPT Tak Wajar, Hakim MK: Kok Tak Ada Buktinya?

Saksi Prabowo Ngotot Bilang DPT Tak Wajar, Hakim MK: Kok Tak Ada Buktinya?

News | Rabu, 19 Juni 2019 | 13:44 WIB

Sebut 17,5 Juta DPT Invalid, Hakim MK Tagih Bukti P-155 ke Kubu Prabowo

Sebut 17,5 Juta DPT Invalid, Hakim MK Tagih Bukti P-155 ke Kubu Prabowo

News | Rabu, 19 Juni 2019 | 13:30 WIB

Klaim Punya Saksi Polisi, BW: Mau Diajukan Tapi Keburu Dipanggil Provost

Klaim Punya Saksi Polisi, BW: Mau Diajukan Tapi Keburu Dipanggil Provost

News | Rabu, 19 Juni 2019 | 12:56 WIB

Terkini

Begal Salah Pilih Korban, Wanita di Palembang Berani Melawan hingga Pelaku Ditangkap

Begal Salah Pilih Korban, Wanita di Palembang Berani Melawan hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:09 WIB

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×