Panglima TNI Minta Soenarko Tak Ditahan, Pengacara Tunggu Kabar Polisi

Liberty Jemadu | Yosea Arga Pramudita
Panglima TNI Minta Soenarko Tak Ditahan, Pengacara Tunggu Kabar Polisi
Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau pengamanan jelang pembukaan Asian Games 2018, Sabtu (18/8/2018). [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]

Soenarko, yang juga mantan Komandan Jenderal Kopassus itu, telah mendekam di Rumah Tahanan Militer, Guntur, Jakarta Selatan sejak Mei lalu.

Suara.com - Tonin Tachta, kuasa hukum Mayor Jenderal (Purn) Soenarko yang menjadi tersangka dalam kasus kepemilikan senjata ilegal, mengaku mendengar kabar dari kepolisian soal rumor penangguhan penahanan kliennya tersebut.

Sebelumnya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, pada Kamis siang (20/6/2019), mengaku telah meminta agar polisi menangguhkan penahanan Soenarko yang saat ini ditahan di Rutan POM Guntur, Jakarta.

Bahkan beredar rumor bahwa Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, mengajukan diri sebagai penjamin untuk Soenarko.

"Semoga, tapi ini sebatas doa iya. Karena sampai malam ini belum dapat kabar dari kepolisian," kata Tonin saat dihubungi Suara.com, Kamis.

Sebelumnya diwartakan bahwa Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengumumkan telah meminta agar polisi menangguhkan penahanan Soenarko. Kabar itu disampaikan Panglima saat menghadiri pertemuan dengan ulama se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.

Panglima meminta Danpom TNI Mayjen Dedy Iswanto untuk berkoordinasi dengan Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI Mayjen Joko Purnomo untuk meminta penangguhan penahanan Soenarko pada polisi.

Soenarko, yang juga mantan Komandan Jenderal Kopassus itu, telah mendekam di Rumah Tahanan Militer, Guntur, Jakarta Selatan sejak Mei lalu, setelah terjadinya demonstrasi anarkistis di sekitar Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS