Demokrat Sayangkan Tim Prabowo Tak Serius Buktikan Kecurangan di MK

Rendy Adrikni Sadikin, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 21 Juni 2019 | 14:24 WIB
Demokrat Sayangkan Tim Prabowo Tak Serius Buktikan Kecurangan di MK
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen mengatakan, di kediaman Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Komplek Puri Cikeas, Bogor akan dipasang tenda. [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Suara.com - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyayangkan performa tim hukum capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang gugatan Pilpres 2019. Menurutnya, tim hukum Prabowo tidak serius dalam membuktikan kecurangn.

Hal tersebut disampaikan oleh Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter miliknya @ferdinandhaean2. Awalnya ia mengomentari cuitan warganet yang meminta agar Demokrat memberikan dukungan kepada tim hukum Prabowo yang sedang berjuang di MK.

"Saya sih sarankan kader-kader Demokrat jangan buru-buru menyatakan tak ada apa-apa di Pilpres 2019. Sangat baik bila saat ini berikan dukungan kepada tim hukum 02 berjuang di MK," ujar warganet @thripriambodo seperti dikutip Suara.com, Jumat (21/6/2019).

Cuitan tersebut dikomentari oleh Ferdinand Hutahaean. Ferdinand Hutahaean mengaku bila sejak awal partainya telah menegaskan adanya kecurangan yang terjadi dalam Pilpres 2019.

"Sejak awal kami menyatakan ada kecurangan, clear..!!" balas Ferdinand Hutahaean.

Meski demikian, Ferdinand Hutahaean menyayangkan kinerja tim hukum Prabowo selama sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) berlangsung. Sehingga pembuktian kecurangan di MK tidak berjalan maksimal.

"Yang kami sayangkan adalah tim lawyer 02 tidak serius membuktikan kecurangan itu ada," tegas Ferdinand Hutahaean.

Untuk diketahui, Partai Demokrat yang diketuai oleh mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut-sebut sebagai partai abu-abu. Sebab, sejumlah politisi Demokrat kerap kali melontarkan sindiran terhadap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Mulai dari tudingan setan gundul pemasok kemenangan 62 persen yang diutarakan oleh Andi Arief hingga seruan untuk membubarkan koalisi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesaksian Dianggap Janggal, Jejak Digital Beti Kristiana Dibongkar Warganet

Kesaksian Dianggap Janggal, Jejak Digital Beti Kristiana Dibongkar Warganet

News | Jum'at, 21 Juni 2019 | 13:51 WIB

Kompilasi Kocak Bu Beti dalam Sidang Gugatan Pilpres di MK

Kompilasi Kocak Bu Beti dalam Sidang Gugatan Pilpres di MK

Tekno | Jum'at, 21 Juni 2019 | 07:16 WIB

5 Gonjang-ganjing Sidang MK, Penampakan di Ruangan hingga Fakta Tersembunyi

5 Gonjang-ganjing Sidang MK, Penampakan di Ruangan hingga Fakta Tersembunyi

News | Jum'at, 21 Juni 2019 | 07:30 WIB

Viral Kumpulan Komik Strip Seputar Sidang MK yang Bikin Ngakak

Viral Kumpulan Komik Strip Seputar Sidang MK yang Bikin Ngakak

News | Jum'at, 21 Juni 2019 | 06:45 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×