Telaah Video di Jerman, Amnesty: Kekerasan Polisi Tak Cuma di Kampung Bali

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Selasa, 25 Juni 2019 | 17:34 WIB
Telaah Video di Jerman, Amnesty: Kekerasan Polisi Tak Cuma di Kampung Bali
Peneliti Senior Amnesty International Papang Hidayat. [Suara.com/Fakhri Fuadi]

Suara.com - Amnesty International Indonesia menyebutkan bahwa kekerasan dan penyiksaan oleh aparat kepolisian tidak hanya terjadi di Kampung Bali, Jakarta Pusat pada 23 Mei usai kericuhan pada malam sebelumnya.

Melainkan, tindak kekerasan polisi juga terjadi di lokasi lainnya seperti di sekitar kantor Bawaslu RI yang mengarah ke Sabang. Hal itu berdasarkan dengan bukti rekaman video yang diperoleh Amnesty International.

Papang Hidayat selaku peneliti utama di Amnesty International Indonesia berujar, kekerasan yang terjadi di lokasi lainnya tidak jauh berbeda dengan peristiwa di Kampung Bali, di mana pelaku kerusuhan mengalami tindak kekerasan oleh polisi saat kondisinya sudah tidak berdaya.

Area parkir yang tampak dalam video viral penyeroyokan.
Area parkir yang tampak dalam video viral penyeroyokan.

"Juga dapat satu video yang sudah diverifikasi yang sudah kami tampilkan di sini, itu latar belakangnya Kedutaan Spanyol di perempatan Wahid Hasyim dengan Agus Salim," ujar Papang di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).

"(Dalam video) nanti di sebelah kiri ada orang yang sama kaya tadi diambil oleh polisi. Sudah tidak melawan dipukul. Jadi mirip seperti video viral di Kampung Bali," sambungnya.

Sebelumnya, Amnesty International Indonesia menilai aparat kepolisian melakukan aksi kekerasan saat menangani kerusuhan 22 Mei lalu. Hal itu didasari oleh pengakuan beberapa saksi dan juga rekaman video kekerasan di sejumlah tempat di Jakarta yang didapat oleh Amnesty International.

Bahkan, Papang mengaku bukti video yang diterima juga telah diverifikasi oleh tim fakta Amnesty International (digital verification corps) di Berlin, Jerman.

"Video-video ini didapatkan ada yang kita tahu orangnya yang buat. Tapi juga banyak yang kirim ke alamat email Amnesty tapi semuanya kami cek ke tim pusat. Meta datanya bisa dicek, itu dia diambil di lokasi dan waktu itu bisa diidentifikasi," ujar Papang.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Brimob Aniaya Perusuh 22 Mei, Amnesty Internasional Surati Jokowi

Sebut Brimob Aniaya Perusuh 22 Mei, Amnesty Internasional Surati Jokowi

News | Selasa, 25 Juni 2019 | 17:03 WIB

Amnesty International Ungkap Bukti Video Kekerasan Polisi di Rusuh 22 Mei

Amnesty International Ungkap Bukti Video Kekerasan Polisi di Rusuh 22 Mei

News | Selasa, 25 Juni 2019 | 16:29 WIB

Amnesty International Ungkap Ada 5 Orang Korban Kekerasan Brimob

Amnesty International Ungkap Ada 5 Orang Korban Kekerasan Brimob

News | Selasa, 25 Juni 2019 | 16:09 WIB

Amnesty: Brimob Melanggar HAM Berlapis di Kerusuhan 22 Mei Kampung Bali

Amnesty: Brimob Melanggar HAM Berlapis di Kerusuhan 22 Mei Kampung Bali

News | Selasa, 25 Juni 2019 | 15:09 WIB

Update Kasus Kerusuhan 22 Mei, Komnas HAM Usaha Temukan Pengajak Demo

Update Kasus Kerusuhan 22 Mei, Komnas HAM Usaha Temukan Pengajak Demo

News | Minggu, 23 Juni 2019 | 10:31 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×