Harga Ayam Anjlok, Mentan Duga Ada Peran Broker

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Jum'at, 28 Juni 2019 | 17:44 WIB
Harga Ayam Anjlok, Mentan Duga Ada Peran Broker
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah). [Antara/Oky Lukmansyah]

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman buka suara terkait anjloknya harga ayam potong di sejumlah daerah. Amran menduga ada peran broker.

"Untuk menelusuri peran para broker ini kami sudah menerjunkan tim Satgas Pangan. Kami masih menunggu laporan lanjutan," ujar Amrandi di sela kunjungannya di Loka Penelitian Sapi Potong di Grati, Kabupaten Pasuruan, Jumat (28/6/2019).

Amran menegaskan, Kementan tidak akan segan menindak tegas dan memberikan sanksi berat pada pihak yang sudah membuat harga ayam di sejumlah daerah anjlok.

Ia menerangkan, dalam satu pekan terakhir ini ada disparitas yang sangat tinggi antara harga ayam potong di kalangan peternak dan di pasaran.

Harga ayam di tingkat peternak kata Amran, sekitar Rp 6.000 hingga Rp 10.000 per kilogram, sedangkan di tingkat konsumen masih sangat tinggi, yakni antara Rp 30.000 - Rp 40.000 per kilogram.

Mentan menduga ada yang tidak benar dalam mata rantai distribusi, termasuk proses perjalanan yang sangat panjang dan menyebabkan disparitas harga ayam potong.

"Disparitas terjadi di tingkat peternak kecil harganya Rp 8.000, ada juga yang seharga Rp 10.000, bahkan ada yang seharga Rp 6.000, tetapi di tingkat konsumen harganya cukup tinggi, berarti ini ada yang tidak benar," katanya.

Untuk menelusuri lebih detail anjloknya harga ayam potong tersebut, Kementan telah menurunkan Tim Satgas Pangan di daerah sentra penghasil ayam potong, yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung.

"Pasti kami nanti terima laporan, menunggu laporan lengkap dari tim. Tim ini turun di sentra-sentra produksi ayam. Seperti halnya para mafia pangan lainnya, seperti bawang ptih, beras, dan bawang bombay. Kami akan menindak tegas para broker yang mempermainkan harga ayam potong ini," ucapnya.

Sejauh ini, kata Amran, sudah ada 400 mafia pangan yang ditetapkan sebagai tersangka dan ada 782 perusahaan yang sedang menjalani proses hukum.

Aksi bagi-bagi ayam di Yogyakarta dilakukan Asosiasi Peternak Yogyakarta (Apayo), Selasa (26/6/2019). [Suara.com/Rahmad Ali]
Aksi bagi-bagi ayam di Yogyakarta dilakukan Asosiasi Peternak Yogyakarta (Apayo), Selasa (26/6/2019). [Suara.com/Rahmad Ali]

Sebelumnya, para peternak ayam potong di berbagai daerah protes karena harga ayam potong anjlok. Di Yogyakarta misalnya, peternak membagi-bagikan ayam secara gratis untuk merespons anjloknya harga ayam yang cukup signifikan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Anjloknya Harga Ayam, Sultan: Pemerintah Sulit Batasi Pasokan

Soal Anjloknya Harga Ayam, Sultan: Pemerintah Sulit Batasi Pasokan

Jogja | Kamis, 27 Juni 2019 | 14:41 WIB

Harga Ayam Anjlok, Peternak di Gunung Kidul Ini Pilih Kosongkan Kandang

Harga Ayam Anjlok, Peternak di Gunung Kidul Ini Pilih Kosongkan Kandang

Jogja | Rabu, 26 Juni 2019 | 20:10 WIB

Pembagian Ribuan Ayam Gratis Berakhir Ricuh, Darah Berceceran di Jalan

Pembagian Ribuan Ayam Gratis Berakhir Ricuh, Darah Berceceran di Jalan

Jogja | Rabu, 26 Juni 2019 | 16:58 WIB

Pemprov Jateng Tuding Ada Peternak Ilegal di Balik Over Suplai Ayam Broiler

Pemprov Jateng Tuding Ada Peternak Ilegal di Balik Over Suplai Ayam Broiler

Jawa Tengah | Rabu, 26 Juni 2019 | 16:07 WIB

Viral! Ambulans Plat Merah Digunakan untuk Angkut Ratusan Ayam Gratis

Viral! Ambulans Plat Merah Digunakan untuk Angkut Ratusan Ayam Gratis

Jawa Tengah | Rabu, 26 Juni 2019 | 15:56 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB