Jadi Korban Penipuan, Pria Ini Pilih Santet Daripada Lapor Polisi

Rendy Adrikni Sadikin, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 05 Juli 2019 | 16:03 WIB
Jadi Korban Penipuan, Pria Ini Pilih Santet Daripada Lapor Polisi
Jadi korban penipuan, pria ini santet pelakunya (Facebook)

Suara.com - Seorang pria yang menjadi korban penipuan penjualan akun ojek online nekat mengirim santet kepada pelaku penipuan. Ia lebih memilih mengirim santet daripada lapor polisi, alasannya agar sang pelaku jera.

Melalui akun Facebook Sijampang Kulon, pria ini menceritakan pengalamannya menjadi korban penipuan. Awalnya ia melakukan Cash On Delivery (COD) dengan penjual akun ojek online berinisial E di kawasan Duren Kalibata, Jakarta Selatan.

"Jadi ceritanya gini, kemarin saya COD sama dia di Duren Kalibata. Dia jual akun Grab ke saya," kata akun itu seperti dikutip Suara.com, Jumat (5/7/2019).

Saat COD, penjual telah memberikan email dan password akun ojek online. Setelah si pria ini pulang, ia mengganti password akun tersebut.

Jadi korban penipuan, pria ini santet pelakunya (Facebook)
Jadi korban penipuan, pria ini santet pelakunya (Facebook)

Tak lama berselang, si penjual meminta password baru akun si pria. Pria ini merasa curiga sehingga tidak memberikan akun tersebut.

Namun, ternyata si penjual meretas akun tersebut dan mengganti password-nya. Setelah itu, telepon seluler milik si pria mati total, seluruh data dan aplikasi menghilang.

"Beberapa menit kemudian HP saya tiba-tiba mati semua. Aplikasi, file, data-data hilang semua. Maka untuk hati-hati buat saudara-saudara yang mau COD sama orang tersebut," ungkap si pria.

Tak lama kemudian, si pria ini mengunggah sebuah foto berisi sesajen. Pria ini membakar foto si penjual menggunakan lilin yang ditaruh diatas mangkuk.

Ternyata, si pria tersebut langsung mengirim santet untuk si penjual. Saat bberapa warganet menanyakan alasannya, jawaban si pria ini membuat para warganet terkejut.

baca juga

"Sudah ane kasih hadiah bang. Tuman bang orang kayak gitu mah. Biar kapok, ane gak main-main," tutur si pria.

Jadi korban penipuan, pria ini santet pelakunya (Facebook)
Jadi korban penipuan, pria ini santet pelakunya (Facebook)

Beberapa lama kemudian, si pria ini kembali membuat unggahan bahwa pihak penjual telah mendatanginya dan menyampaikan permohonan maaf. Ia menegaskan antara dirinya dengan si penjual sudah tidak ada permasalahan apapun.

"Baru saja dari pihak keluarga pelaku bernama AP telah menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Jadi untuk itu kami dan E sudah tidak ada lagi permasalahan," ungkapnya.

Aksi nekat si pria ini mendadak viral dan menjadi sorotan warganet. Banyak warganet yang mengaku terkejut dengan keberanian si pria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berantas Miras, Ustaz di Bulukumba Borong Bir dari Warung untuk Dibuang

Berantas Miras, Ustaz di Bulukumba Borong Bir dari Warung untuk Dibuang

News | Jum'at, 05 Juli 2019 | 14:12 WIB

Dihujat Warganet, Mahasiswi Acak-acak Minimarket Minta Maaf

Dihujat Warganet, Mahasiswi Acak-acak Minimarket Minta Maaf

News | Jum'at, 05 Juli 2019 | 13:15 WIB

Geger Video Mahasiswi di Makassar Acak-acak Barang di Rak Minimarket

Geger Video Mahasiswi di Makassar Acak-acak Barang di Rak Minimarket

News | Jum'at, 05 Juli 2019 | 12:10 WIB

Viral Lagu Kebangsaan Indonesia Pakai Bahasa Mandarin, Ini Faktanya

Viral Lagu Kebangsaan Indonesia Pakai Bahasa Mandarin, Ini Faktanya

News | Kamis, 04 Juli 2019 | 15:00 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×