Kisah Sutopo, Lahir di Tikar Tetangga dan Pernah Jadi Korban Perundungan

Dythia Novianty | Risna Halidi | Suara.com

Minggu, 07 Juli 2019 | 11:42 WIB
Kisah Sutopo, Lahir di Tikar Tetangga dan Pernah Jadi Korban Perundungan
Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNP), Sutopo Purwo Nugroho. (Risna Halidi/Suara.com)

Suara.com - Kabar duka datang dari Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho atau Pak Topo yang baru saja dinyatakan meninggal dunia karena kanker paru pada Minggu (7/7/2019) hari ini sekitar pukul 02.00 waktu di China.

Kepergiannya tentu saja meninggalkan duka di hati masyarakat Indonesia, apalagi Sutopo dikenal sebagai humas lembaga yang sangat aktif memberikan informasi terkini mengenai bencana.

Kepada Suara.com, lelaki yang akrab disapa Pak Topo itu pernah bercerita mengenai getir kehidupan masa lalu. Saking susahnya kehidupan dulu, Sutopo sampai harus dilahirkan di tikar tetangga.

"Saya lahir bukan di rumah sakit, tapi dengan bidan di rumah, pakai tikar pinjaman tetangga," kata Pak Topo kepada Suara.com pada Maret 2018 lalu.

"Kalau dengar cerita ibu saya atau bapak saya, ya kami dari keluarga miskin. Mengontrak rumah di Boyalali, rumah gedek, bolong-bolong, dimakan rayap, lantainya dari tanah dan belum ada listrik," kenangnya lagi.

Sutopo BNPB punya pesan khusus untuk para perokok. Apa itu? (Suara.com/Risna Halidi)
Sutopo BNPB punya pesan khusus untuk para perokok. Apa itu? (Suara.com/Risna Halidi)

Tumbuh dari orangtua yang berprofesi sebagai guru, kehidupan Topo kecil dan keluarganya jauh dari gelimang harta.

Ia mengaku bisa makan enak hanya saat Lebaran saja, bahkan ke sekolah harus nyeker sampai kelas 5 SD.

Saat duduk di Sekolah Dasar, Sutopo juga memggambarkan dirinya sendiri sebagai bocah kampung 'bodoh, miskin dan dekil'.

Saking bodohnya, kata Sutopo, ia belum bisa membaca hingga kelas 2 SD dan pernah mendapat nilai 0 untuk pelajaran Bahasa Indonesia saat duduk di kelas 4 SD.

"Saat itu ada tugas 'lawan kata'. Lawan kata 'besar', saya tulis 'tidak besar'. Lawan kata 'panjang', saya tulis 'tidak panjang'. Dan saya dapat nol besar."

Hidup miskin dan bodoh membuat Sutopo kerap jadi bahan ledekan teman-temannya. Untungnya, Topo kecil memiliki guru baik hati yang ia sebut 'berjasa membentuk karakternya sekarang'. Ia adalah Ibu Guru Sri Suarti, guru yang tanpa sungkan memuji Topo kecil di dalam kelas.

Presiden Joko Widodo (kiri) menyaksikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memperlihatkan dokumentasi pertemuan mereka di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/10). ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Presiden Joko Widodo (kiri) menyaksikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memperlihatkan dokumentasi pertemuan mereka di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/10). ANTARA FOTO/Wahyu Putro

"Saat itu, beliau puji saya sebagai anak yang rajin karena mau membantu orangtua. Saat dipuji di kelas, rasanya enak. Dari situ saya mulai sering belajar."

Topo tumbuh lebih rajin, giat dan berprestasi. Ia berhasil masuk Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, meski jurusan tersebut tidak ia harapkan. Meski awalnya ogah-ogahan, tapi Sutopo berhasil lulus dengan gelar Summa Cum Laude.

Pada November 2012 lalu, Sutopo pernah hampir diberi gelar Profesor oleh LIPI. Tetapi secara mendadak pemberian gelar tersebut dibatalkan dengan alasan Sutopo bukan sosok dari lembaga riset.

Padahal orangtua Sutopo telah membuat syukuran di kampung. Bahkan jas yang akan dikenakan sudah rapi dijahit, siap untuk dipakai. Pembatalan tersebut, tentu saja membuatnya kecewa. Tapi ayah Sutopo selalu berusaha membesarkan hatinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala BNPB Nilai Almarhum Sutopo sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Kepala BNPB Nilai Almarhum Sutopo sebagai Pahlawan Kemanusiaan

News | Minggu, 07 Juli 2019 | 11:29 WIB

Tiba di Jakarta Malam Ini, Jenazah Sutopo BNPB akan Disemayamkan di Depok

Tiba di Jakarta Malam Ini, Jenazah Sutopo BNPB akan Disemayamkan di Depok

Jabar | Minggu, 07 Juli 2019 | 11:26 WIB

Jenazah Sutopo BNPB akan Dimakamkan di Boyolali

Jenazah Sutopo BNPB akan Dimakamkan di Boyolali

Jawa Tengah | Minggu, 07 Juli 2019 | 10:48 WIB

Garuda Siap Bawa Pulang Jenazah Sutopo BNPB Minggu Sore Ini

Garuda Siap Bawa Pulang Jenazah Sutopo BNPB Minggu Sore Ini

News | Minggu, 07 Juli 2019 | 10:19 WIB

KJRI Guangzhou Upayakan Pemulangan Jenazah Sutopo BNPB Secepatnya

KJRI Guangzhou Upayakan Pemulangan Jenazah Sutopo BNPB Secepatnya

News | Minggu, 07 Juli 2019 | 10:12 WIB

Sosok Sutopo Purwo Nugroho, di Mata Sahabat dan Pejabat BMKG

Sosok Sutopo Purwo Nugroho, di Mata Sahabat dan Pejabat BMKG

News | Minggu, 07 Juli 2019 | 09:29 WIB

Terkini

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:13 WIB

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:09 WIB

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:08 WIB

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:03 WIB

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:01 WIB

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:47 WIB

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:46 WIB

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:36 WIB

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:30 WIB

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:16 WIB