Cerita Orang Istana Kepresidenan yang Pernah Disebut Sutopo BNPB Kucel

Reza Gunadha | Suara.com

Senin, 08 Juli 2019 | 06:30 WIB
Cerita Orang Istana Kepresidenan yang Pernah Disebut Sutopo BNPB Kucel
Almarhum Sutopo Purwo Nugroho (kiri) dan oleh Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin (kanan). [Instagram/Bey Machmudin]

Suara.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, meninggal dunia karena kanker paru-paru di Rumah Sakit Modern Guangzhou, China, Minggu (7/7/2019).

Berita duka tersebut menghebohkan warga Indonesia, karena Sutopo adalah sosok yang sentral setiap ada bencana alam. Ia adalah orang yang tekun dan bahkan pertama mengabarkan adanya bencana.

Seorang WNI menunjukkan foto Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho ketika dirawat di Modern Hospital Guangzhou, China, Minggu (7/7). ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Seorang WNI menunjukkan foto Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho ketika dirawat di Modern Hospital Guangzhou, China, Minggu (7/7). ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Rasa duka itu juga turut dirasakan oleh Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Apalagi, Bey memunyai kisah tersendiri tentang almarhum. Sutopo adalah orang yang selalu mengatakan dirinya kucel atau kumal.

Berikut ceritanya yang diunggah Bey dalam akun Instagram miliknya:

Selamat jalan Pak Sutopo.... Setiap bertemu pertanyaannya, ‘Pak Bey masih saja kucel...’ tapi memang itu Pak Sutopo, baik dan berbicara apa adanya.

Kecepatan rilis tentang bencana mungkin tidak ada yang menandingi. Saat bertemu di Istana Kepresidenan, saya ajak muter-muter istana, ada rasa senang melihat keceriaan di wajah Sutopo...

5 Oktober 2018, Pak Sutopo bertemu Pak Jokowi dan diberi foto dengan tulisan, “Tetaplah Menjadi Inspirasi...”

Mungkin saya termasuk yang beruntung karena Pak Sutopo pernah menulis panjang tentang saya, ternyata merhatikan juga... kami satu angkatan dalam sebuah diklat.

Bey lantas menuliskan pernyataan Sutopo  tentang dirinya sebagai berikut:

Pertama saya ketemu Pak Bey saat daftar lalu ukur jas. Saya batin ini orang kok cuek dan kucel amat. Bajunya berantakan. Cuek dan diajak ngobrol kurang welcome.

Saya lihat di biodata di daftar peserta masih muda banget. Kita pulang ya sendiri-sendiri tak ada basa basi pertemanan. Saya juga tidak tahu naik apa Pak Bey waktu itu.

Saat pendidikan di kelas Pak Bey cuek, pendiam dan nggak gaul sama yang lain. Tak pernah tanya atau ngasih komentar. Yang lain pada ngumpul, nyanyi dan bercanda Pak Bey lebih banyak menyendiri.

Selesai diklatpim. Kita beberapa kali ketemu di Istana jika ada Ratas bahas bencana. Apalagi 2015 terjadi karhutla jadi kita ketemu beberapa kali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengakuan Penggali Kubur: Makam Sutopo Sangat Bagus, Tak Ada Genangan Air

Pengakuan Penggali Kubur: Makam Sutopo Sangat Bagus, Tak Ada Genangan Air

Jawa Tengah | Minggu, 07 Juli 2019 | 22:50 WIB

Disebut Pejuang Kemanusiaan, Relawan Bencana Nyalakan Lilin untuk Sutopo

Disebut Pejuang Kemanusiaan, Relawan Bencana Nyalakan Lilin untuk Sutopo

Jawa Tengah | Minggu, 07 Juli 2019 | 22:39 WIB

Gubernur Ganjar Pranowo Ikut Bertakziah ke Rumah Duka Sutopo

Gubernur Ganjar Pranowo Ikut Bertakziah ke Rumah Duka Sutopo

News | Minggu, 07 Juli 2019 | 22:31 WIB

Bukan Cuma Kanker Paru, Penyakit-penyakit Ini Ikut Gerogoti Tubuh Sutopo

Bukan Cuma Kanker Paru, Penyakit-penyakit Ini Ikut Gerogoti Tubuh Sutopo

News | Minggu, 07 Juli 2019 | 22:24 WIB

Terkini

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:37 WIB

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:33 WIB

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:32 WIB

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:24 WIB

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:22 WIB

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:11 WIB

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:05 WIB

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:59 WIB