Komentari Tulisan Jokowi di Pesawat Garuda, Admin Partai Gerindra Di-bully

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 09 Juli 2019 | 17:06 WIB
Komentari Tulisan Jokowi di Pesawat Garuda, Admin Partai Gerindra Di-bully
Nama Jokowi di badan Pesawat Garuda.

Suara.com - Akun Twitter resmi Partai Gerindra @gerindra kembali menjadi sasaran risakan warganet. Risakan atau bully-an tersebut berawal dari admin Partai Gerindra yang mengomentari tulisan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di badan pesawat Garuda Indonesia.

Dalam unggahannya, Gerindra mengunggah foto badan pesawat Garuda Indonesia yang bertuliskan "Terima kasih Pak Jokowi, doakan kami menjadi Haji yang mabrur. One Family, One Nation, One Garuda Indonesia".

Menyertai foto tersebut, Gerindra mempertanyakan maksud dan tujuan penulisan nama Jokowi di badan pesawat Garuda. Pertanyaan tersebut dilontarkan kepada para pendukungnya di Twitter.

"Bisa ada yang bantu jelaskan maksud dan tujuan tulisan di pesawat ini?" tulis @gerindra seperti dikutip Suara.com, Selasa (9/7/2019).

Bukannya mendapatkan respon positif dari warganet, Gerindra justru mendapatkan reaksi negatif dari warganet.

Banyak warganet yang menilai Gerindra sengaja hendak memperpanas situasi.

"Sebelum kamu posting foto ini tentu kamu sudah baca berita dan penjelasan @indonesiagarusa, terus kamu posting dan masih bertanya maksudnya lagi? Oon jangan ditunjukin min, malu," kata @bangputra85.

"Kayaknya adminnya perlu diganti nih, masa ucapan terima kasih pada RI1 aja gak ngerti? Pilpres sudah lewat kali, anda sudah kalah, gak zaman lagi kampanye cuy. Bikin malu partai lo aja ih," ujar @dya_11677.

"Masak mau ditulis terima kasih Prabowo? Emang dia siapa sih? Capres yang gagal berkali-kali kok bangga sih?" ungkap @setyawati0214.

"Coba tulisannya dieja dulu min. Kalau masih belum paham juga, suruh anakmu apa tetanggamu bantuin baca tulisan itu! Lo rese amat sih dikit-dikit dikomentari? Masih sakit ya?" tutur @jsdeyz.

Sementara itu, VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menjelaskan tulisan itu sengaja dibuat karena rencana awalnya untuk mendukung kehadiran Presiden Jokowi saat acara pelepasan peserta haji.

Rencananya Jokowi akan hadir dalam acara pelepasan peserta ibadah haji kloter satu yang digelar di Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Solo, Jawa Tengah. Namun, Jokowi nyatanya batal mendatangi acara tersebut.

Ikhsan kemudian menerangkan tulisan "Terima Kasih Jokowi" tersebut sengaja dibuat untuk kepentingan acara saja.

"Kalau Jokowi datang, tulisan itu bisa dibaca Jokowi sebagai apresiasi dari petugas dan para calon jemaah haji kepada presiden yang akan meresmikan pelepasan jemaah haji Solo ke Tanah Suci," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Tulisan Jokowi di Pesawat, PKS Sindir 'Ritual' Pecah Kendi Garuda

Ada Tulisan Jokowi di Pesawat, PKS Sindir 'Ritual' Pecah Kendi Garuda

News | Selasa, 09 Juli 2019 | 13:22 WIB

Garuda Terima Kasih ke Jokowi, PKS: Tak Perlu Pecah Kendi Lepas Jemaah Haji

Garuda Terima Kasih ke Jokowi, PKS: Tak Perlu Pecah Kendi Lepas Jemaah Haji

Bisnis | Selasa, 09 Juli 2019 | 13:05 WIB

Rekonsiliasi Jokowi - Prabowo, Gerindra: Islah Harus Hilangkan Dendam

Rekonsiliasi Jokowi - Prabowo, Gerindra: Islah Harus Hilangkan Dendam

News | Selasa, 09 Juli 2019 | 12:42 WIB

Terkini

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB

Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?

Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:20 WIB

Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG

Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:09 WIB

Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!

Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:04 WIB