KPK Sita Dolar AS dan Uang Miliaran dari Rumah Dinas Gubernur Kepri

M. Reza Sulaiman, Welly Hidayat

Rabu, 17 Juli 2019 | 04:00 WIB
KPK Sita Dolar AS dan Uang Miliaran dari Rumah Dinas Gubernur Kepri
Penyidik menunjukkan barang bukti hasil Operasi Tangkap Tangan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019, saat mengelar konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Tim Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang yang berserakan di sebuah kamar ketika menggeledah rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun beberapa waktu lalu.

Nurdin telah ditetapkan tersangka dalam kasus izin reklamasi pulau-pulau kecil dan gratifikasi.

KPK pun menemukan uang di kamar pribadi Gub Kepri yang tergeletak dan disimpan di tas ransel, kardus, plastik dan paper bag dengan rincian, Rp 3,5 miliar, US$ 33.200 dan Sin$ 134.711.

"Ketika itu kami temukan di satu tempat di kamar rumah dinas Gubernur, tidak disusun sedemikian rupa jadi agak berserakan uang di sana dalam beberapa tas tersebut. Itu yang kami kumpulkan dan kami sita," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).

Uang tersebut masuk dalam daftar sitaan KPK. Di mana sebelumnya dalam OTT Basirun telah mengamankan uang sebesar Sin$ 6.000, Sin$ 43.942, US$ 5.303, EUR 5, RM407, Riyal500, dan Rp 132.610.000.

Febri menambahkan terkait dengan suap izin reklamasi pulau-pulau kecil yang diterima Basirun dari pihak swasta Abu Bakar, hanya sebesar Sin$ 11.000.

Febri pun menduga untuk duit-duit lainnya yang digeledah KPK, didapat Basirun terkait gratifikasi yang didapat dari sejumlah pihak.

"Untuk sisanya yang kemarin dalam bentuk dolar Amerika, dolar Singapura Ringgit Malaysia, riyal dan juga ratusan juta rupiah itu diduga adalah penerimaan gratifikasi," ujar Febri.

Febri pun belum dapat menyampaikan oenerimaan uang gratifikasi Basirun. Meski begitu, KPK menduga terkait perizinan di Kepulauan Riau.

baca juga

"Diduga salah satunya adalah terkait dengan proses perizinan di Kepulauan Riau tersebut," tutup Febri

Diketahui, KPK telah menetapkan empat orang tersangka terkait suap perizinan prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri.

Keempat orang tersebut, yakni Gubernur Kepri, Nurdin Basirun; Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan; Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono; dan Abu Bakar selaku pihak swasta.‎
Untuk Nurdin, Edy Sofyan, dan Budi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Edy dan Budi hanya disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. ‎

Sementara Abu Bakar, sebagai pihak diduga pemberi suap, dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pimpinan KPK: Kasus e-KTP Contoh Negara Mengorupsi Negara

Pimpinan KPK: Kasus e-KTP Contoh Negara Mengorupsi Negara

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 21:36 WIB

Retribusi Daerah Sering Tak Optimal, KPK Awasi PAD

Retribusi Daerah Sering Tak Optimal, KPK Awasi PAD

Jogja | Selasa, 16 Juli 2019 | 16:39 WIB

KPK Pecat Pengawal Idrus Marham Karena Terima Duit Suap Rp 300 Ribu

KPK Pecat Pengawal Idrus Marham Karena Terima Duit Suap Rp 300 Ribu

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 13:39 WIB

Terkini

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:35 WIB

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Sport | Senin, 21 September 2026 | 21:24 WIB

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 21:21 WIB

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

News | Senin, 21 September 2026 | 21:13 WIB

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 21:03 WIB

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 21:02 WIB

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Video | Senin, 21 September 2026 | 21:00 WIB

Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026

Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026

News | Senin, 21 September 2026 | 20:57 WIB

Dipicu Sengkarut U-Turn, 5 Pelaku Tawuran Bersenjata Stik Golf di Saharjo Diringkus Polisi

Dipicu Sengkarut U-Turn, 5 Pelaku Tawuran Bersenjata Stik Golf di Saharjo Diringkus Polisi

News | Senin, 21 September 2026 | 20:55 WIB

Viral Diklaim Bersama Istri Muda di Sukabumi, Polisi Tegaskan ASN Bogor Masih Hilang

Viral Diklaim Bersama Istri Muda di Sukabumi, Polisi Tegaskan ASN Bogor Masih Hilang

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 20:55 WIB

×