Pengamat Sebut Parpol Berebut Fasilitas Ketua MPR, Demokrat: Ini Pelecehan!

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 24 Juli 2019 | 21:20 WIB
Pengamat Sebut Parpol Berebut Fasilitas Ketua MPR, Demokrat: Ini Pelecehan!
Ferdinand Hutahaean. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean geram dengan pernyataan pengamat politik dari LIPI, Profesor Syamsuddin Haris yang menyebut para parpol berebut posisi pimpinan MPR lantaran mengejar fasilitas.

Ferdinand Hutahaean menilai pernyatan Syamsuddin Haris sebagai bentuk pelecehan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter miliknya @ferdinandhaean2. Pernyataan Syamsuddin Haris dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap lembaga MPR dan UUD 1945 sebagai dasar hukum MPR.

"Ini jelas-jelas bentuk pelecehan kepada lembaga MPR yang diatur oleh Konstitusi, pelecehan kepada UUD 1945 yang menjadi dasar hukum MPR," kata Ferdinand Hutahaean seperti dikutip Suara.com, Rabu (24/7/2019).

Lebih lanjut, Ferdinand Hutahaean juga menyebut bila pernyataan yang dilontarkan oleh Syamsuddin Haris sebagai bentuk fitnah.

Ia tidak terima bila parpol berebut posisi pimpinan MPR hanya karena ingin menduduki posisi tertinggi dan mendapatkan sejumlah fasilitas.

"Fitnah terhadap semua Pimpinan MPR karena seolah para pimpinan itu cuma mau mengejar fasilitas saja," ungkap Ferdinand Hutahaean.

Cuitan Ferdinand Hutahaean soal perebutan kursi MPR (Twitter/ @ferdinandhaean2)
Cuitan Ferdinand Hutahaean soal perebutan kursi MPR (Twitter/ @ferdinandhaean2)

Sebelumnya, Syamsuddin Haris menilai kerjaan pimpinan MPR tidak jelas namun selalu menjadi incaran para parpol.

Ia meyakini bila para parpol mengincar berbagai fasilitas jabatan dan protokol yang disediakan untuk posisi tersebut.

"Para jurnalis bertanya, mengapa parpol berebut jabatan pimpinan MPR, padahal kerjaannya gak jelas, kecuali sekadar sosialisasi 4 pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika). Jawabannya saya kira jelas, mereka berebut fasilitas jabatan & protokol sebagai pimpinan MPR," cuit @sy_haris.

Setelah PKB, Golkar, Gerindra secara terang-terangan ingin menduduki kursi ketua MPR periode 2019-2024., sekarang giliran Partai Demokrat yang juga ikut mengharapkan posisi tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan bahkan turut mengungkit ketua MPR era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono periode 2009-2014.

Saat itu, kata Syarief, posisi ketua MPR diserahkan kepada PDI Perjuangan yang notabenenya sebagai partai oposisi.

Syarief berharap pada periode 2019-2024, ada timbal balik di mana posisi ketua MPR bisa dijabat oleh perwakilan dari Demokrat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Parpol Berebut Kursi Ketua MPR, Pengamat: Jelas Rebutan Fasilitas Jabatan

Parpol Berebut Kursi Ketua MPR, Pengamat: Jelas Rebutan Fasilitas Jabatan

News | Rabu, 24 Juli 2019 | 15:07 WIB

Apakah Prabowo - Megawati Lakukan Deal Kursi Ketua MPR?

Apakah Prabowo - Megawati Lakukan Deal Kursi Ketua MPR?

News | Rabu, 24 Juli 2019 | 11:26 WIB

Pengamat: Arief Puyuono Berpotensi Dicalonkan Jadi Ketua MPR, Tapi...

Pengamat: Arief Puyuono Berpotensi Dicalonkan Jadi Ketua MPR, Tapi...

News | Rabu, 24 Juli 2019 | 08:55 WIB

Sebut Saras Layak jadi Wagub, Taufik: Ferdinand Urus Demokrat Saja

Sebut Saras Layak jadi Wagub, Taufik: Ferdinand Urus Demokrat Saja

News | Selasa, 23 Juli 2019 | 20:47 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB