Keruh, Begini Penampakan Langit Jakarta Dibandingkan Maret Lalu

Reza Gunadha, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Senin, 29 Juli 2019 | 17:26 WIB
Keruh, Begini Penampakan Langit Jakarta Dibandingkan Maret Lalu
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Keluhan tentang polusi udara di Jakarta belum berakhir. Hingga Senin (29/7/2019), warganet Masih terus mengunggah foto kenampakan udara Ibu Kota.

Salah satu videonya diunggah oleh pengguna Twitter @supjamurenak pada Senin pagi.

"Damn, Jakarta air is so disgusting @GreenpeaceID This morning around 8:50 am," cuitnya.

(Gila, udara Jakarta sangat menjijikkan @GreenpeaceID Pagi ini sekitar pukul 08.50 WIB -red).

Video berdurasi tujuh detik itu mempertontonkan kondisi udara Jakarta yang sangat keruh hingga berwarna abu-abu.

Penampakan gedung-gedung, pepohonan, dan jalanan pun tak bisa terlihat secara jelas di video tersebut.

Langit Jakarta, Senin (29/7/2019) pagi - (Twitter/@supjamurenak)
Langit Jakarta, Senin (29/7/2019) pagi - (Twitter/@supjamurenak)

Cuitan itu kemudian dibalas oleh @kn_bangdol, yang menambahkan foto perbandingan antara Jakarta pada Senin sekitar pukul 10 pagi dengan suatu pagi sekitar pukul 6 pada akhir Maret lalu.

Perbedaan di dua foto itu sangatlah kentara. Pada foto yang disebut pengunggah diambil empat bulan sebelumnya, langit Jakarta masih terlihat lebih cerah.

Serabut-serabut awan pun masih bisa dilihat dengan jelas. Bagian atas gedung-gedung pencakar langit juga memancarkan warna jingga yang berasal dari semburan cahaya matahari.

baca juga

Pemandangan itu jauh berbeda dengan foto di sebelahnya. Langit tampak buram dan kelabu. Bahkan sama sekali tak terlihat sinar matahari di kota itu.

Langit Jakarta, Senin (29/7/2019) dan akhir Maret - (Twitter/@supjamurenak)
Langit Jakarta, Senin (29/7/2019) dan akhir Maret - (Twitter/@supjamurenak)

"Perbandingan Langit Jakarta tadi pagi dengan 21 Maret (kebetulan punyanya ini buat pembanding)
#PolusiJakarta," kicau @kn_bangdol.

Direktur Eksekutif Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal Ahmad Safrudin mengatakan, polusi udara Jakarta, yang sudah sangat buruk, disebabkan transportasi.

Ahmad juga mengungkapkan bahwa emisi karbon monoksida yang ada di langit Jakarta dapat memperbesar gas rumah kaca, meningkatkan suhu rata-rata permukaan, yang ujungnya akan menyebabkan perubahan iklim.

"Untuk mengatasi pencemaran udara Jakarta, maka perlu menerapkan pengendalian emisi sektor transportasi dengan konversi bahan bakar gas (BBG)," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polusi Udara Jakarta Sangat Buruk, Bisa Sebabkan Perubahan Iklim

Polusi Udara Jakarta Sangat Buruk, Bisa Sebabkan Perubahan Iklim

News | Kamis, 25 Juli 2019 | 06:15 WIB

Digugat karena Polusi Udara, Jokowi dan Anies Bisa Dikenai Bayar Kompensasi

Digugat karena Polusi Udara, Jokowi dan Anies Bisa Dikenai Bayar Kompensasi

News | Rabu, 24 Juli 2019 | 13:05 WIB

Kerja di Singapura, Eks Asisten Menteri Susi Prihatin Polusi Udara Jakarta

Kerja di Singapura, Eks Asisten Menteri Susi Prihatin Polusi Udara Jakarta

News | Senin, 15 Juli 2019 | 12:52 WIB

Akibat Perubahan Iklim, Ini Prediksi Iklim Jakarta Pada 2050

Akibat Perubahan Iklim, Ini Prediksi Iklim Jakarta Pada 2050

Tekno | Sabtu, 13 Juli 2019 | 12:55 WIB

Polusi Jakarta Makin Pelik, Ini Antisipasi PLN untuk Tidak Ikut Mencemari

Polusi Jakarta Makin Pelik, Ini Antisipasi PLN untuk Tidak Ikut Mencemari

Press Release | Jum'at, 12 Juli 2019 | 15:00 WIB

Terkini

Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek

Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 18:45 WIB

Ulasan Stock Struck: Saat Pemula Nekat Main Saham dan Berujung Kena Mental

Ulasan Stock Struck: Saat Pemula Nekat Main Saham dan Berujung Kena Mental

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:45 WIB

Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp10 Triliun untuk Pengembangan Ammonia Hub di Batam

Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp10 Triliun untuk Pengembangan Ammonia Hub di Batam

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:44 WIB

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:44 WIB

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:40 WIB

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:39 WIB

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:38 WIB

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

×