Balas Fadli Zon Soal Listrik, PKPI: Makin Jauh Kursi Kabinet untuk Prabowo

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio | Suara.com

Selasa, 06 Agustus 2019 | 11:25 WIB
Balas Fadli Zon Soal Listrik, PKPI: Makin Jauh Kursi Kabinet untuk Prabowo
Teddy Gusnaidi. [Twitter]

Suara.com - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menilai pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon saat menanggapi mati listrik massal di Jabodetabek salah. Hal itu, kata dia, membuat kursi kabinet untuk Gerindra makin jauh.

Teddy mengatakan pernyataan Fadli Zon yang menyebut mati lampu massal salah satu akibat negara salah urus adalah pernyataan yang menyerang presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Cara anda @fadlizon menyerang @jokowi salah, karena Jokowi gak bisa "diancam-ancam". Semakin "diancam", maka semakin jauh kursi kabinet untuk @prabowo. Jangan samakan nyali anda dengan nyali Jokowi," cuit Teddy melalui akun twitternya, Selasa (6/8/2019).

Dia juga bercerita tentang pengalamannya saat menjadi orang terdampak mati listrik massal di Jabodetabek, dia mengaku tak banyak mengeluh karena sudah ditangani oleh PLN dan pemerintah.

"Kemarin listrik padam, gue & keluarga gak ngeluh. Asik-asik aja bercengkrama sambil ketawa-ketiwi, sorenya ke mal karena memang mau beli kebutuhan sekolah anak-anak. Kan gak sering ini, pasti ada masalah dan pasti lagi ditangani. Soal bikin BUMN lebih baik, biar itu urusan pak Jokowi," jelasnya.

Sebelumnya, Fadli Zon mengkritisi PT PLN dan pemerintah akibat padamnya listrik berjam-jam pada Minggu (4/8/2019). Ia secara gamblang menyebut, insiden yang tanpa diketahui dan tanpa ada pemberitahuan itu merupakan tanda bahwa ada yang salah urus dengan negara.

"Saya kira apa yang terjadi kemarin mati listrik tanpa peringatan, tanpa pemberitahuan dan tanpa penjelasan sebelumnya, ini merupakan ciri-ciri dari sebuah negara yang salah urus," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Atas insiden listrik padam selama berjam-jam itu, Fadli meminta harus ada pihak yang bertanggung jawab. Karena, pemadaman listrik secara massal telah memberikan dampak dan kerugian yang besar bagi masyarakat selaku konsumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Koi Mati karena Listrik Padam, JJ Rizal: Direksi PLN Harus Mundur

Puluhan Koi Mati karena Listrik Padam, JJ Rizal: Direksi PLN Harus Mundur

News | Selasa, 06 Agustus 2019 | 10:37 WIB

Fadli Zon : Listrik Padam, harus Ada yang Bertanggung Jawab

Fadli Zon : Listrik Padam, harus Ada yang Bertanggung Jawab

DPR | Selasa, 06 Agustus 2019 | 09:56 WIB

Lamban Tangani Listrik Padam, Pengamat: PLN Tidak Punya Direktur Definitif

Lamban Tangani Listrik Padam, Pengamat: PLN Tidak Punya Direktur Definitif

News | Senin, 05 Agustus 2019 | 21:01 WIB

Jokowi Diminta Bentuk Komisi Pemberi Ganti Rugi Mati Listrik Massal

Jokowi Diminta Bentuk Komisi Pemberi Ganti Rugi Mati Listrik Massal

News | Senin, 05 Agustus 2019 | 19:54 WIB

Antisipasi Mati Listrik, Pemkot Surabaya Tambah Solar Cell di Traffic Light

Antisipasi Mati Listrik, Pemkot Surabaya Tambah Solar Cell di Traffic Light

Jatim | Senin, 05 Agustus 2019 | 19:40 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB