Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga hari ini belum memiliki wakil lagi selama menjalankan roda pemerintahan di Ibu Kota. Hari ini, Kamis (8/8/2019) merupakan dua hari menjelang satu tahun Anies ditinggal Sandiaga Uno.
Kursi Wagub sudah hampir satu tahun kosong setelah ditinggalkan Sandiaga Uno yang saat itu maju sebagai Cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
Terkait itu, Anies mengaku terkejut. Mantan Mendikbud itu juga tidak menyangka sudah hampir satu tahun tak ada Wagub. Ia memberikan tanggapan canda mengenai dirinya yang akan anniversary atau perayaan satu tahun dengan menjomblo.
"Setahun ya? dua hari lagi? Anniversary jomblo dong ya?" ujar Anies dilanjutkan tertawa di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019).
Anies kemudian meminta agara DPRD Jakarta segera menyelesaikan proses pemilihan dan memilih salah satu kandidat Wagub di antara Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Pasalnya, DPRD periode 2014-2019 waktu menjabatnya hanya tinggal satu bulan lagi.
"Harapan saya mereka (DPRD) bisa tuntaskan sebelum selesai masa jabatannya," kata Anies.
Sebelumnya Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Syarif, menyebut proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta akan molor dan diteruskan pembahsannya dengan anggota dewan periode 2019 - 2024.
Syarif menganggap PKS selaku salah satu partai pengusung dua kandidat Wagub, menjadi penyebabnya.
Menurutnya PKS tidak handal melakukan lobi-lobi politik dengan partai lainnya untuk bisa menghadiri Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab). Akibatnya Rapimgab selaku tidak memenuhi syarat minimal kehadiran anggota alias tidak quorum.
"Sangat berpotensi (Rapat Paripurna) akan berlangsung setelah anggota DPRD yang baru. Saya kira ini terjadi karena PKS kurang optimal dalam melakukan pendekatan dan lobi-lobi," ujar Syarif saat dihubungi, Jumat (2/8/2019).