Kecam KPI Awasi Netflix, PSI Protes Sampai #KPIjanganUrusinNetflix Trending

Reza Gunadha, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Jum'at, 09 Agustus 2019 | 16:33 WIB
Kecam KPI Awasi Netflix, PSI Protes Sampai #KPIjanganUrusinNetflix Trending
Seorang pelanggan sedang mengakses Netflix melalui komputer tablet (Shutterstock).

Suara.com - Niat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengawasi tontonan di luar saluran televisi nasional ditanggapi dengan kecaman oleh warganet.

Akun resmi Twitter Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga ikut menyuarakan penolakannya terhadap KPI itu.

Mereka bahkan telah membuat petisi di change.org berjudul 'Tolak KPI Awasi Youtube, Facebook, Netflix!'. Dari target 10 ribu, petisi itu telah ditanda tangani oleh 8 ribu orang.

""Emang tandatangan petisi bisa ngaruh?" Bisa. Ayo kita buktikan kepada @KPI_Pusat bahwa kita tidak akan diam saja ketika kebebasan kita diawasi seolah itu tindakan kriminal. Tunjukan kepada KPI, bahwa banyak hal lebih genting yang harus mereka urus," cuit @psi_id, Jumat (9/8/2019).

PSI juga menyertakan tagar #KPIjanganUrusinNetflix pada sejumlah cuitan di utasnya. Partai yang didirkan lima tahun lalu ini menyarankan KPI supaya lebih memerhatikan acara-acara televisi nasional yang bagi PSI dan lebih tak bermutu.

Tolak KPI awasi konten media digital - (Twitter/@psi_id)
Tolak KPI awasi konten media digital - (Twitter/@psi_id)

"#KPIjanganUrusinNetflix! Mendingan urus acara talent show di mana pesertanya diarahkan untuk menceritakan kisah hidupnya yang dililit hutang. Lalu disuruh nyanyi. Kalau nyanyinya bagus, hutangnya dilunasi. KESULITAN HIDUP ORANG LAIN KOK DIEKSPLOITASI SEENAKNYA, MALIIIIIH?" tulis admin akun PSI.

Selain itu, mereka juga mengkritik reality show yang mempertontonkan hipnotis dan memunculkan 'pakar mikroekspresi', juga berita kriminal yang tak menyensor wajah dan identitas korban serta membiarkan reporter mengajukan pertanyaan traumatis.

"#KPIjanganUrusinNetflix, YouTube dan Facebook. Masing-masing platform boleh kita desak untuk memperbaiki standart community guidelines, tapi jangan awasi kesenangan kami di mana kami membayar bulanan dan menggunakan kuota internet pribadi untuk itu!" tegas PSI.

Sejak beredar kabar tentang niat KPI mengawasi YouTube hingga Netflix, media sosial memang makin gaduh. Banyak dari mereka yang tak setuju.

baca juga

Bahkan, pada Jumat (9/8/2019) sore, dua seruan untuk KPI masuk ke daftar trending topics Twitter di Indonesia.

Keduanya yakni, 'Kami TOLAK KPI Awasi YouTube', yang berada di posisi keempat, dan tagar #KPIjanganUrusinNetflix, di nomor enam.

Tolak KPI awasi konten media digital - (Twitter)
Tolak KPI awasi konten media digital - (Twitter)

Ketua KPI Pusat Agung Suprio mengakui sebelumnya, konten di media digital memang layak ditonton serta memiliki nilai edukasi, sehingga diperlukan pengawasan untuk menjauhkan masyarakat dari konten berkualitas rendah.

"Kami malah ingin segera bisa mengawasi itu, karena di media baru atau media digital saat ini kontennya sudah termasuk dalam ranah penyiaran," kata Agung awal pekan lalu.

Ia mengatakan, pengawasan untuk YouTube, Netflix, Facebook, atau media sejenis diperlukan karena sebagian besar masyarakat sudah beralih dari media konvensional televisi dan radio, terutama kalangan milenial.

"Merujuk data BPS, generasi milenial jumlahnya hampir mencapai 50 persen dari jumlah penduduk," kata dia.

KPI mengupayakan supaya aturan pengawasan media digital bisa dimasukkan ke dalam revisi undang-undang penyiaran, dan berharap DPR bisa segera merevisinya.

"Kami juga akan merevisi P3SPS atau Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, karena P3SPS dibuat sudah lama, jadi ada hal-hal baru yang belum terakomodasi, ini akan kita revisi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," ujar Agung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PSI Kritik Ganjil Genap Jakarta: Bukan Satu-satunya Solusi Kurangi Polusi

PSI Kritik Ganjil Genap Jakarta: Bukan Satu-satunya Solusi Kurangi Polusi

News | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 16:02 WIB

KPI Dikecam Mau Awasi Netflix, Lebih Baik Awasi Acara TV Tak Berbobot

KPI Dikecam Mau Awasi Netflix, Lebih Baik Awasi Acara TV Tak Berbobot

News | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 11:06 WIB

Gerindra Jamin Kritis Jika Masuk Koalisi, PSI: Yang Hoaks Dibela

Gerindra Jamin Kritis Jika Masuk Koalisi, PSI: Yang Hoaks Dibela

News | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 10:03 WIB

Viral! Tertipu Wajah kekasih, TKI Batalkan Pernikahan usai LDR 2 Tahun

Viral! Tertipu Wajah kekasih, TKI Batalkan Pernikahan usai LDR 2 Tahun

News | Rabu, 07 Agustus 2019 | 10:50 WIB

Rizieq Masih Juga Singgung Pilpres Curang, PSI Beri Sindiran Menohok

Rizieq Masih Juga Singgung Pilpres Curang, PSI Beri Sindiran Menohok

News | Selasa, 06 Agustus 2019 | 11:05 WIB

Terkini

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest  di Solo Tetap Digelar

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar

Surakarta | Rabu, 04 November 2026 | 07:26 WIB

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 07:23 WIB

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:20 WIB

×