Jurnalis ke Carrie Lam Pemimpin Hong Kong saat Konpers: Kapan Kamu Mati?

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita
Jurnalis ke Carrie Lam Pemimpin Hong Kong saat Konpers: Kapan Kamu Mati?
Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam saat menggelar konferensi pers terkait aksi demonstrasi dan rencana mogok massal. (Anthony WALLACE / AFP)

Carrie Lam membela polisi yang menggunakan kerasan berlebihan dalam menghadapi para demonstran

Suara.com - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mendapat beragam pertanyaan tajam dari awak media, saat menggelar konferensi pers, Selasa (13/8/2019).

Ia yang ingin berbicara, tak kuasa menghadapi pertanyaan wartawan yang disampaikan secara frontal dalam bahasa Kanton dan Inggris.

Dilaporkan Straitstimes, sesaat setelah konferensi pers dimulai, Carrie Lam langsung diberondong dengan pertanyaan menyudutkan.

"Kapan kamu akan diadili untuk mengakhiri ketakutan warga? Kapan kamu mundur? Kapan kamu akan meminta polisi berhenti?" tanya wartawan dari penyiaran publik Hong Kong, RTHK.

Wartawan itu mendesak Carrie Lam untuk menanggapi pertanyaan itu dengan serius.

"Anda dulu meminta saya untuk bekerja dengan serius, jadi jawab pertanyaan ini dengan serius," tandasnya.

Namun saat pemimpin Hong Kong mulai menjawab malah ditimpali dengan berbagai teriakkan.

Konferensi pers yang agresif itu disebut sebagai puncak dari kerusuhan yang terjadi selama beberapa pekan terakhir, di mana menelan puluhan korban jiwa.

Sang pemimpin terkadang tampak lelah menanggapi rentetan pertanyaan dari wartawan, matanya melihat ke bawah dengan alis terangkat.

Akhirnya Carrie Lam buka suara, ia membela tindakan yang dilakukan oleh polisi akhir pekan lalu saat menembakkan gas air mata ke stasiun kereta bawah tanah dan di jalan-jalan pusat perbelanjaan.

"Aku meminta semua orang untuk tenang. Luangkan waktu untuk berpikir dan melihat kota kita. Apakah kalian ingin melihatnya didorong ke jurang yang dalam?" tanyanya.

Dia berdalih terluka dengan adanya korban jiwa saat kerusuhan. Ia membela polisi yang menggunakan kerasan berlebihan dalam menghadapi para demonstran.

Pun saat ditanya soal keputusannya tentang penangguhan RUU esktradisi, ia hanya memberi jawaban singkat.

"Pertanyaan ini telah dijawab," terang pemipin Hong Kong.

Reaksi tersebut langsung memicu amarah awak media, sampai mereka murka dan melontarkan pertanyaan sadis.

"Apakah kamu memiliki hati nurani?" teriak seorang wartawan.

"Nyonya Lam, banyak warga bertanya kapan kamu mati," teriak yang lain.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS