Geliat Kaum Antinatalis, Mereka yang Melarangmu Memiliki Anak

Rendy Adrikni Sadikin | Suara.com

Kamis, 15 Agustus 2019 | 13:31 WIB
Geliat Kaum Antinatalis, Mereka yang Melarangmu Memiliki Anak
Larangan bayi. (Suara.com/Ema Rohimah)

Meski pandangan dari kaum antinatalis cenderung radikal, mereka tidak terindikasi menimbulkan ancaman kekerasan. Ketika bicara soal kepunahan, mereka bakal mendebat dengan keras. Tapi tidak ada di antara mereka yang melakukan ancaman pembunuhan maupun kekerasan.

Terkait gagasan Thomas untuk meledakan sebuah lubang di sisi bumi, dia membayangkan sebuah tombol merah raksasa yang bisa mengakhiri kehidupan manusia.

Hal ini sesungguhnya sangat kontroversial. Sebab, kunci dari prinsip antinatalis adalah persetujuan atau izin. Sederhananya, gagasan untuk menciptakan atau menghancurkan kehidupan itu membutuhkan persetujuan dari orang yang bakal dilahirkan atau mati.

Kirk tinggal di San Antonio, Texas, Amerika Serikat. Dia mengenang percakapan dengan ibunya ketika berusia 4 tahun. Sang ibu mengatakan kepadanya bahwa memiliki anak merupakan sebuah pilihan.

"Ini tidak masuk akal bagi saya, untuk secara sukarela menempatkan seseorang yang tidak memiliki kebutuhan atau keinginan sebelum konsepsi mereka ke dunia ini menderita atau mati," ujarnya.

Bahkan di usianya yang terbilang muda, Kirk sudah menjadi seorang antinatalis. Dia menentang adanya penciptaan kehidupan manusia. Sebab, menurut dia, tidak ada yang secara eksplisit bertanya apakah kita ingin benar-benar dilahirkan dan di dunia.

"Jika setiap insan diberikan persetujuan untuk memainkan lakonnya dalam kehidupan, saya pribadi tidak keberatan dengan hal tersebut," ujar Kirk mengakui. "Ini masalahnya cuma pada persetujuan atau ketidaksetujuan."

Konsep ini juga bekerja secara vice versa. Masalah dari tombol untuk menghapus kehidupan manusia itu adalah banyak orang yang menikmati hidup. Tidak semua dari mereka setuju kehidupan untuk berakhir. Sebagai gantinya, Kirk dan kebanyakan kaum antinatalis ingin agar orang sukarela untuk setop melahirkan dan tidak memiliki bayi.

Masalah kesehatan mental

Ada tema berbeda lain yang umum dalam kelompok antinatalis. Anggota mereka curhat membagikan pengalaman tentang kesehatan mental mereka sendiri dan terkadang pula mengutuk orang yang memiliki kesehatan mental karena memiliki anak.

Salah satu unggahan menampilkan hasil bidik layar sebuah postingan dari pengguna akun lain. Tulisannya: "Saya memiliki gangguan kepribadian, selain bipolar dan kecemasan." Kemudian, antinatalis yang membagikan postingan itu berkomentar: "Orang ini memiliki dua anak. Saya merasa kasihan dengan anak-anaknya."

Di kelompok lain, ada pula warganet yang berkomentar dan mengutarakan dengan jelas keinginannya untuk bunuh diri.

"Saya pernah memiliki skizofrenia dan depresi," Thomas menjelaskan. "Depresi seperti turun temurun di keluarga saya. Saya rasa jika saya memiliki anak, kemungkinan mereka juga akan mengalami depresi. Mereka tidak akan suka dengan kehidupan mereka."

Namun, Thomas pun mengatakan bahwa komunitas itu terkadang dicap buruk dan tidak baik oleh publik di luar kelompok antinatalis.

"Orang-orang mulai melabelkan kita sakit jiwa dan psikopat," ujar Thomas. Tapi, imbuh Thomas, kenyataannya jauh lebih kompleks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Produk Kecantikan Favorit Ratu Elizabeth II, Ada yang Sudah 57 Tahun

Daftar Produk Kecantikan Favorit Ratu Elizabeth II, Ada yang Sudah 57 Tahun

Lifestyle | Rabu, 14 Agustus 2019 | 10:34 WIB

Pelatih Newcastle Pamer Skill di Pertandingan Perdana Liga Inggris

Pelatih Newcastle Pamer Skill di Pertandingan Perdana Liga Inggris

Bola | Selasa, 13 Agustus 2019 | 21:10 WIB

Chelsea Hancur Lebur di Old Trafford, Azpilicueta: Kami Belajar Banyak

Chelsea Hancur Lebur di Old Trafford, Azpilicueta: Kami Belajar Banyak

Bola | Selasa, 13 Agustus 2019 | 18:35 WIB

Harry Kane Sesumbar Tottenham Bisa Juara Liga Inggris Musim Ini

Harry Kane Sesumbar Tottenham Bisa Juara Liga Inggris Musim Ini

Bola | Selasa, 13 Agustus 2019 | 16:59 WIB

Paul Pogba: Harry Maguire seperti Binatang Buas!

Paul Pogba: Harry Maguire seperti Binatang Buas!

Bola | Selasa, 13 Agustus 2019 | 13:35 WIB

Unik, Gereja Tua di Inggris Sediakan Taman Bermain

Unik, Gereja Tua di Inggris Sediakan Taman Bermain

Lifestyle | Selasa, 13 Agustus 2019 | 12:48 WIB

Tampil Beda, Gaya Rambut Gelandang Arsenal Disebut Mirip Avatar Aang

Tampil Beda, Gaya Rambut Gelandang Arsenal Disebut Mirip Avatar Aang

Bola | Selasa, 13 Agustus 2019 | 09:45 WIB

Cedera Betis, Alisson Becker Absen Sekitar Enam Pekan

Cedera Betis, Alisson Becker Absen Sekitar Enam Pekan

Bola | Selasa, 13 Agustus 2019 | 09:15 WIB

Terkini

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB